<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: 10 FAEDAH TENTANG BID&#8217;AH</title>
	<atom:link href="http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/</link>
	<description>Membela Agama dengan Ilmu dan Hujjah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 11:13:12 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: angga</title>
		<link>http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/comment-page-1/#comment-3304</link>
		<dc:creator>angga</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 23:46:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=620#comment-3304</guid>
		<description>jalani kalau anda anggap itu benar dan kami jalani klau memang yang kami jalani kami anggap benar bagi kami.... 

wasallam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jalani kalau anda anggap itu benar dan kami jalani klau memang yang kami jalani kami anggap benar bagi kami&#8230;. </p>
<p>wasallam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asrul</title>
		<link>http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/comment-page-1/#comment-2726</link>
		<dc:creator>asrul</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 22:26:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=620#comment-2726</guid>
		<description>akhi/ukhti AM, kami tidak bermaksud menghakimi,kami hanya ingin memaparkan sikap para ulama tentang hukum bid&#039;ah itu sendiri, adapun apa yang antum/antuna yakini bidah itu ada yang hasanah, maka alangkah lebih baiknya jika kita kaji dengan ilmu dan sumber yang shahih, bukan dengan ego masing-masing..waALLOHUa&#039;lam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>akhi/ukhti AM, kami tidak bermaksud menghakimi,kami hanya ingin memaparkan sikap para ulama tentang hukum bid&#8217;ah itu sendiri, adapun apa yang antum/antuna yakini bidah itu ada yang hasanah, maka alangkah lebih baiknya jika kita kaji dengan ilmu dan sumber yang shahih, bukan dengan ego masing-masing..waALLOHUa&#8217;lam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arief andiy</title>
		<link>http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/comment-page-1/#comment-1968</link>
		<dc:creator>arief andiy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 19:53:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=620#comment-1968</guid>
		<description>akh beween,joe,silo semedi dan am
smoga Allah memberikan petunjuknya kpd kita smua

Seluruh pelaku bid&#039;ah berniat baik tatkala melakukan bid&#039;ahnya. Namun perkaranya sebagaimana perkataan Ibnu Mas&#039;uud radhiallahu &#039;anhu :

وَكَمْ مِنْ مُرِيْدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيْبَهُ

&quot;Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan akan tetapi tidak meraihnya&quot;


Niat baik??, tidak cukup!!!

Suatu amalan tidak bisa dikatakan bahwa amalan tersebut merupakan amalan yang sholeh dan diterima oleh Allah kecuali jika memanuhi dua persyaratan. Harus dibangun diatas niat yang ikhlas dan harus sesuai dengan syari’at Rasulullah. Jika salah satu dari dua perkara ini tidak ada maka amalan tersebut tidak akan diterima di sisi Allah walaupun nampaknya seperti amalan sholeh.

Ibadah membutuhkan keikhlasan (pemurnian niat) karena sesungguhnya ibadah hanyalah ditujukan kepada Allah. Barangsiapa yang beribadah kepada Allah dan juga beribadah kepada selain Allah berarti dia tidak memurnikan niatnya. Demikian juga ibadah membutuhkan pemurnian dalam mencontohi Rasulullah shalallahu &#039;alaihi wa sallam. Tidaklah ada satu ibadahpun kecuali harus sesuai dengan contoh yang diberikan oleh Rasulullah shalallahu &#039;alaihi wa sallam. Barangsiapa yang ibadahnya tidak berdasarkan contoh yang diberikan Rasulullah berarti ia tidak memurnikan teladan kepada Rasulullah. Inilah konsekuensi dari syahadatain yang merupakan pondasi setiap muslim.

Syahadat yang pertama “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah”, konsekuensinya tidak boleh kita menyembah (menyerahkan ibadah kita) kepada selain Allah.

Allah berfirman:

﴿وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ﴾ (البينة: من الآية5)

“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus”

Syahadat yang kedua “Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”, konsekuensinya tidak boleh kita mengambil syariat kecuali dari syari’at Rasulullah shalallahu &#039;alaihi wa sallam. Barangsiapa yang membuat syari’at baru yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah maka berarti dia tidak memurnikan syahadatnya kepada Rasulullah dan syari’at barunya itu tertolak dan tidak diterima oleh Allah meskipun niatnya baik, bahkan ia berhak mendapatkan dosa. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu &#039;alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam agama maka akan tertolak” (HR Al-Bukhari no 2697 dan Muslim no 1718)

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak diperintahkan oleh kami maka amalan tersebut tertolak” (HR Muslim no 1718) 

disadur dari artikel http://www.firanda.com/index.php/artikel/manhaj/91-niat-baik-semata-tidaklah-cukup
wallahu a&#039;lam bishowab</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>akh beween,joe,silo semedi dan am<br />
smoga Allah memberikan petunjuknya kpd kita smua</p>
<p>Seluruh pelaku bid&#8217;ah berniat baik tatkala melakukan bid&#8217;ahnya. Namun perkaranya sebagaimana perkataan Ibnu Mas&#8217;uud radhiallahu &#8216;anhu :</p>
<p>وَكَمْ مِنْ مُرِيْدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيْبَهُ</p>
<p>&#8220;Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan akan tetapi tidak meraihnya&#8221;</p>
<p>Niat baik??, tidak cukup!!!</p>
<p>Suatu amalan tidak bisa dikatakan bahwa amalan tersebut merupakan amalan yang sholeh dan diterima oleh Allah kecuali jika memanuhi dua persyaratan. Harus dibangun diatas niat yang ikhlas dan harus sesuai dengan syari’at Rasulullah. Jika salah satu dari dua perkara ini tidak ada maka amalan tersebut tidak akan diterima di sisi Allah walaupun nampaknya seperti amalan sholeh.</p>
<p>Ibadah membutuhkan keikhlasan (pemurnian niat) karena sesungguhnya ibadah hanyalah ditujukan kepada Allah. Barangsiapa yang beribadah kepada Allah dan juga beribadah kepada selain Allah berarti dia tidak memurnikan niatnya. Demikian juga ibadah membutuhkan pemurnian dalam mencontohi Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam. Tidaklah ada satu ibadahpun kecuali harus sesuai dengan contoh yang diberikan oleh Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam. Barangsiapa yang ibadahnya tidak berdasarkan contoh yang diberikan Rasulullah berarti ia tidak memurnikan teladan kepada Rasulullah. Inilah konsekuensi dari syahadatain yang merupakan pondasi setiap muslim.</p>
<p>Syahadat yang pertama “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah”, konsekuensinya tidak boleh kita menyembah (menyerahkan ibadah kita) kepada selain Allah.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p>﴿وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ﴾ (البينة: من الآية5)</p>
<p>“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus”</p>
<p>Syahadat yang kedua “Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”, konsekuensinya tidak boleh kita mengambil syariat kecuali dari syari’at Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam. Barangsiapa yang membuat syari’at baru yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah maka berarti dia tidak memurnikan syahadatnya kepada Rasulullah dan syari’at barunya itu tertolak dan tidak diterima oleh Allah meskipun niatnya baik, bahkan ia berhak mendapatkan dosa. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ</p>
<p>“Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam agama maka akan tertolak” (HR Al-Bukhari no 2697 dan Muslim no 1718)</p>
<p>مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنا فَهُوَ رَدٌّ</p>
<p>“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak diperintahkan oleh kami maka amalan tersebut tertolak” (HR Muslim no 1718) </p>
<p>disadur dari artikel <a href="http://www.firanda.com/index.php/artikel/manhaj/91-niat-baik-semata-tidaklah-cukup" rel="nofollow">http://www.firanda.com/index.php/artikel/manhaj/91-niat-baik-semata-tidaklah-cukup</a><br />
wallahu a&#8217;lam bishowab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AM</title>
		<link>http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/comment-page-1/#comment-1671</link>
		<dc:creator>AM</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 05:59:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=620#comment-1671</guid>
		<description>Betul... dari dulu masalah bid&#039;ah pro dan kontra, masing2 mempunyai jalur keguruan yang berbeda.
Kalo saya memang pecinta Maulid, tahlil, yasinan, dll., maka hormatilah kami, kamipun akan menghormati kalian.
Masalah amalan kami menurut kalian bid&#039;ah= sesat = tertolak, biarlah Allah SWT yang Maha menghakimi, bukan kalian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul&#8230; dari dulu masalah bid&#8217;ah pro dan kontra, masing2 mempunyai jalur keguruan yang berbeda.<br />
Kalo saya memang pecinta Maulid, tahlil, yasinan, dll., maka hormatilah kami, kamipun akan menghormati kalian.<br />
Masalah amalan kami menurut kalian bid&#8217;ah= sesat = tertolak, biarlah Allah SWT yang Maha menghakimi, bukan kalian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: silo semedi</title>
		<link>http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/comment-page-1/#comment-1633</link>
		<dc:creator>silo semedi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 15:52:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=620#comment-1633</guid>
		<description>assalamualaikum wr.wb

saya sangat setuju dengan beween

Mohon maaf sebelumnya , setahu saya ayat2 ALLAH itu ada yang tersurat (Al qur&#039;an) dan ada yang tersirat (apa saja yang ada dijagat raya ini)
sepengetahuan saya yang namanya bid&#039;ah yang sesungguhnya adalah mengada-adakan sesuatu hal yang baru yang mana yang sebelumnya sudah di gariskan ,sudah di nash sebagai ibadah wajib/maghdoh yang sudah ditentukan seperti solat , puasa , haji dll
namun kalau kita membuat suatu perkumpulan seperti baca yasin,tahlil,jamaah sholawat dll , hal ini saya anggap sebagai ayat yang tersirat sesuatu yang hal baik ,tetapi tidak tersurat dalam alquran dan assunnah ,karena saya anggap,bahwa bentuk kebaikan itu banyak sekali,tidak hanya dalam Alquran dan Asaunnah saja dan tentunya tidak serta merta
saya sudah coba melang lang buana melihat blog2 dan situs-situs  resmi ,kesimpulannya seperti yang telah ditulis oleh teman kita beween</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum wr.wb</p>
<p>saya sangat setuju dengan beween</p>
<p>Mohon maaf sebelumnya , setahu saya ayat2 ALLAH itu ada yang tersurat (Al qur&#8217;an) dan ada yang tersirat (apa saja yang ada dijagat raya ini)<br />
sepengetahuan saya yang namanya bid&#8217;ah yang sesungguhnya adalah mengada-adakan sesuatu hal yang baru yang mana yang sebelumnya sudah di gariskan ,sudah di nash sebagai ibadah wajib/maghdoh yang sudah ditentukan seperti solat , puasa , haji dll<br />
namun kalau kita membuat suatu perkumpulan seperti baca yasin,tahlil,jamaah sholawat dll , hal ini saya anggap sebagai ayat yang tersirat sesuatu yang hal baik ,tetapi tidak tersurat dalam alquran dan assunnah ,karena saya anggap,bahwa bentuk kebaikan itu banyak sekali,tidak hanya dalam Alquran dan Asaunnah saja dan tentunya tidak serta merta<br />
saya sudah coba melang lang buana melihat blog2 dan situs-situs  resmi ,kesimpulannya seperti yang telah ditulis oleh teman kita beween</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joe</title>
		<link>http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/comment-page-1/#comment-1562</link>
		<dc:creator>Joe</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 07:52:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=620#comment-1562</guid>
		<description>saya rasa cuma orang yg (merasa) ilmunya udah sempurna yg ga bisa terima pendapat yg berbeda dg dia. krn pasti dia udah hapal dan ngerti semua hadits Nabi. apalgi Quran, udah pasti lebih ngerti krn QUran kan dasar hukumnya selain hadits Nabi..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya rasa cuma orang yg (merasa) ilmunya udah sempurna yg ga bisa terima pendapat yg berbeda dg dia. krn pasti dia udah hapal dan ngerti semua hadits Nabi. apalgi Quran, udah pasti lebih ngerti krn QUran kan dasar hukumnya selain hadits Nabi..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: beween</title>
		<link>http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/comment-page-1/#comment-1068</link>
		<dc:creator>beween</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 10:00:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=620#comment-1068</guid>
		<description>yang punya pendapat bid&#039;ah ada yang sesat dan ada yang baik ya biarkan, toh kita masing2 punya ulama, yang InsyaAllah mempunyai keluasan ilmu, 
jangan menghabiskan energi untuk mengurusi masalah yang udah dari jaman dahulu di perdebatkan. malah mengakibatkan permusuhan.
semua punya dalil masing2.
sebagai contoh.
hadist : 
- semua bid&#039;ah adalah sesat.
- sahabat Umar pada saat mengumpulkan orang untuk shalat tarawih berjamaah megatakan : ini adalah sebaik2 bid&#039;ah.
dari 2 hadist diatas bisa setau saya muncul beberapa persepsi.
pendapat 
pro bid&#039;ah semua sesat :
semua bid&#039;ah itu sesat, bid&#039;ah yang dimaksud oleh sahabat umar adalah bid&#039;ah dalam arti bahasa.
pro bid&#039;ah terbagi menjadi 2:
tidak semua bid&#039;ah itu sesat. buktinya sahabat umar mengatakan ini adalah sebaik2 bid&#039;ah. kalau semua bid&#039;ah itu sesat berarti mau bid&#039;ah dalam arti bahasa dll juga sesat donk. trus masalah pembukuan al quran dan penulisan tanda baca al quran bagaimana? dst...dst....

ustad berkiblat pada ulama seperti syeikh al bany dll,
sedangkan yang bukan, pasti berbeda sama ustad.
Wallahualam 
Wassalamualaikum WR WB.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang punya pendapat bid&#8217;ah ada yang sesat dan ada yang baik ya biarkan, toh kita masing2 punya ulama, yang InsyaAllah mempunyai keluasan ilmu,<br />
jangan menghabiskan energi untuk mengurusi masalah yang udah dari jaman dahulu di perdebatkan. malah mengakibatkan permusuhan.<br />
semua punya dalil masing2.<br />
sebagai contoh.<br />
hadist :<br />
- semua bid&#8217;ah adalah sesat.<br />
- sahabat Umar pada saat mengumpulkan orang untuk shalat tarawih berjamaah megatakan : ini adalah sebaik2 bid&#8217;ah.<br />
dari 2 hadist diatas bisa setau saya muncul beberapa persepsi.<br />
pendapat<br />
pro bid&#8217;ah semua sesat :<br />
semua bid&#8217;ah itu sesat, bid&#8217;ah yang dimaksud oleh sahabat umar adalah bid&#8217;ah dalam arti bahasa.<br />
pro bid&#8217;ah terbagi menjadi 2:<br />
tidak semua bid&#8217;ah itu sesat. buktinya sahabat umar mengatakan ini adalah sebaik2 bid&#8217;ah. kalau semua bid&#8217;ah itu sesat berarti mau bid&#8217;ah dalam arti bahasa dll juga sesat donk. trus masalah pembukuan al quran dan penulisan tanda baca al quran bagaimana? dst&#8230;dst&#8230;.</p>
<p>ustad berkiblat pada ulama seperti syeikh al bany dll,<br />
sedangkan yang bukan, pasti berbeda sama ustad.<br />
Wallahualam<br />
Wassalamualaikum WR WB.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dhaif</title>
		<link>http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/comment-page-1/#comment-824</link>
		<dc:creator>Dhaif</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 01:23:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=620#comment-824</guid>
		<description>Bid&#039;ah tidak mudah ditinggalkan karena malu kepada non muslim jika ketahuan banyak muslimin pelaku bid&#039;ah.
Juga malu pada keluarga, handai taulan, sedulur, dan tidak ingin mempermalukan gurunya yang kyai haji bahkan juga LC, pintar bahasa arab tapi ga paham mencukur jenggot adalah Makruh.

Tentang Makruh bisa ambil kesimpulan dari QS. Al-Israa 22 hingga 38.

Aku belum bisa bahasa arab bahkan buta huruf arab, tapi, alhamdulillah, Allah memberi pemahaman melalui guru yang ahli.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bid&#8217;ah tidak mudah ditinggalkan karena malu kepada non muslim jika ketahuan banyak muslimin pelaku bid&#8217;ah.<br />
Juga malu pada keluarga, handai taulan, sedulur, dan tidak ingin mempermalukan gurunya yang kyai haji bahkan juga LC, pintar bahasa arab tapi ga paham mencukur jenggot adalah Makruh.</p>
<p>Tentang Makruh bisa ambil kesimpulan dari QS. Al-Israa 22 hingga 38.</p>
<p>Aku belum bisa bahasa arab bahkan buta huruf arab, tapi, alhamdulillah, Allah memberi pemahaman melalui guru yang ahli.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: NU holic</title>
		<link>http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/comment-page-1/#comment-801</link>
		<dc:creator>NU holic</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 15:17:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=620#comment-801</guid>
		<description>orang yang bodoh adalah orang yang lebih mementingkan hawa nafsunya dan tetap melakukan bidah meskipun telah jelas dan terang tentang sesatnya bidah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>orang yang bodoh adalah orang yang lebih mementingkan hawa nafsunya dan tetap melakukan bidah meskipun telah jelas dan terang tentang sesatnya bidah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu ubaidah</title>
		<link>http://abiubaidah.com/10-faedah-tentang-bidah.html/comment-page-1/#comment-792</link>
		<dc:creator>abu ubaidah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 22:39:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=620#comment-792</guid>
		<description>Akhi Slamet Untung, semoga Allah mengampuni kita semua.
Terima kasih atas kritikan saudara sebelumnya, Akhi, inti maksud artikel di atas bukan pembahasan tentang bid&#039;ah secara khusus, ini hanya sekadar fawaid (faedah-faedah) saja, adapun perinciannya insyallah akan kita bahas di kesempatan lain. 
Jadi tidak ada yang membodohi pembaca ada menganggap pembaca orang bodoh. Itu hanya perasangka yang keliru saja dari anda. Semoga Allah mengampuni kita semua.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akhi Slamet Untung, semoga Allah mengampuni kita semua.<br />
Terima kasih atas kritikan saudara sebelumnya, Akhi, inti maksud artikel di atas bukan pembahasan tentang bid&#8217;ah secara khusus, ini hanya sekadar fawaid (faedah-faedah) saja, adapun perinciannya insyallah akan kita bahas di kesempatan lain.<br />
Jadi tidak ada yang membodohi pembaca ada menganggap pembaca orang bodoh. Itu hanya perasangka yang keliru saja dari anda. Semoga Allah mengampuni kita semua.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

