Archives for July, 2012

image-1343

Suci dengan Air

Air merupakan alat thoharoh (bersuci) yang paling dominan. Karenanya, hampir seluruh kitab fiqih, selalu diawali dengan pembahasan air terlebih dahulu. Berikut ini pembahasan tentang air secara ringkas.
Continue Reading »

http://abiubaidah.com/wp-content/uploads/2012/07/suci-dengan-air-150x150.gif admin situs Fikih Kontemporer ,,,,,

Air merupakan alat thoharoh (bersuci) yang paling dominan. Karenanya, hampir seluruh kitab fiqih, selalu diawali dengan pembahasan air terlebih dahulu. Berikut ini pembahasan tentang air secara ringkas.

image-1334

Shalat Berjamaah

Sebuah fakta yang ada di depan mata kita, banyaknya kaum muslimin sekarang yang meremehkan shalat terlebih shalat berjamaah di masjid. Tidak ragu lagi bahwa fakta di atas merupakan kemungkaran yang tidak boleh didiamkan dan diremehkan.
Continue Reading »

http://abiubaidah.com/wp-content/uploads/2012/07/shalat-berjamaah-150x140.gif admin situs Sunnah dan Bid'ah ,,

Sebuah fakta yang ada di depan mata kita, banyaknya kaum muslimin sekarang yang meremehkan shalat terlebih shalat berjamaah di masjid. Tidak ragu lagi bahwa fakta di atas merupakan kemungkaran yang tidak boleh didiamkan dan diremehkan.

image-1316

Tayammum

Secara bahasa Tayammum diambil dari kata تَيَمَّمَ bermakna قَصَدَ [AZ1] , yang artinya: menuju, memaksudkan, menyengaja. Sedangkan secara syara’ adalah mempergunakan sho’id (sesuatu di permukaan bumi) dan mengusapkan ke wajah dan kedua telapak tangan dengan niat untuk sholat. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 21/347 dan Fathul Bari1/574 Karya Ibnu Hajar).
Continue Reading »

http://abiubaidah.com/wp-content/uploads/2012/07/tayamum-150x150.gif admin situs Sunnah dan Bid'ah ,,,,,

Secara bahasa Tayammum diambil dari kata تَيَمَّمَ bermakna قَصَدَ [AZ1] , yang artinya: menuju, memaksudkan, menyengaja. Sedangkan secara syara’ adalah mempergunakan sho’id (sesuatu di permukaan bumi) dan mengusapkan ke wajah dan kedua telapak tangan dengan niat untuk sholat. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 21/347 dan Fathul Bari1/574 Karya Ibnu Hajar).

image-1305

Bid’ah-Bid’ah di Bulan Ramadhan

Syari'at memberikan batasan seseorang untuk makan sahur sampai adzan kedua atau adzan Subuh dan syari'at menganjurkan untuk mengakhurkan sahur, sedangkan imsak melarang manusia dari apa yang dibolehkan oleh syari'at dan memalingkan manusia dari menghidupkan sunnah mengakhirkan sahur.
Continue Reading »

http://abiubaidah.com/wp-content/uploads/2012/07/pegang-erat-sunnah-150x150.gif admin situs RamadhanSunnah dan Bid'ah ,,,,,

Syari’at memberikan batasan seseorang untuk makan sahur sampai adzan kedua atau adzan Subuh dan syari’at menganjurkan untuk mengakhurkan sahur, sedangkan imsak melarang manusia dari apa yang dibolehkan oleh syari’at dan memalingkan manusia dari menghidupkan sunnah mengakhirkan sahur.

image-1271

Hadits-hadits Lemah dan Palsu Yang Populer di Bulan Puasa

Berikut beberapa contoh hadits lemah dan palsu dalam masalah ini yang banyak beredar dan popular di masyarakat padahal tidak shahih dari Nabi, maka hendaknya kita mewaspadainya:
Continue Reading »

http://abiubaidah.com/wp-content/uploads/2012/07/ramadhan-150x150.jpg admin situs RamadhanSunnah dan Bid'ah ,,,

Berikut beberapa contoh hadits lemah dan palsu dalam masalah ini yang banyak beredar dan popular di masyarakat padahal tidak shahih dari Nabi, maka hendaknya kita mewaspadainya:

image-1264

Ensiklopedi Amalan Bulan Syawal

Alangkah bagusnya ucapan Al-Allamah al-Mubarakfuri: “Pendapat yang menyatakan dibencinya puasa enam hari Syawwal merupakan pendapat yang bathil dan bertentangan dengan hadits-hadits shahih. Oleh karena itu, mayoritas ulama Hanafiyah berpendapat tidak mengapa seorang berpuasa enam hari Syawwal tersebut. Ibnu Humam berkata[200]: "Puasa enam hari Syawwal menurut Abu Hanifah dan Abu Yusuf makruh (dibenci) tetapi ulama Hanafiyah berpendapat bahwa hal itu tidak mengapa”.
Continue Reading »

http://abiubaidah.com/wp-content/uploads/2012/07/syawal-150x150.png admin situs Amalan Bulanan ,,,,

Alangkah bagusnya ucapan Al-Allamah al-Mubarakfuri: “Pendapat yang menyatakan dibencinya puasa enam hari Syawwal merupakan pendapat yang bathil dan bertentangan dengan hadits-hadits shahih. Oleh karena itu, mayoritas ulama Hanafiyah berpendapat tidak mengapa seorang berpuasa enam hari Syawwal tersebut. Ibnu Humam berkata[200]: “Puasa enam hari Syawwal menurut Abu Hanifah dan Abu Yusuf makruh (dibenci) tetapi ulama Hanafiyah berpendapat bahwa hal itu tidak mengapa”.

image-1243

Ensiklopedi Amalan Bulan Ramahan

Sungguh termasuk diantara keutamaan dan nikmat Alloh yang sangat besar kepada para hambanya adalah mempersiapkan kepada mereka musim dan waktu yang penuh dengan keutamaan, agar menjadi ladang menuai pahala bagi orang-orang yang taat dan medan bagi orang yang ingin berlomba-lomba kebaikan. Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh barokah, penuh dengan keutamaan yang banyak.
Continue Reading »

http://abiubaidah.com/wp-content/uploads/2012/07/ramadhan-150x150.png admin situs Amalan BulananRamadhan ,,,,

Sungguh termasuk diantara keutamaan dan nikmat Alloh yang sangat besar kepada para hambanya adalah mempersiapkan kepada mereka musim dan waktu yang penuh dengan keutamaan, agar menjadi ladang menuai pahala bagi orang-orang yang taat dan medan bagi orang yang ingin berlomba-lomba kebaikan. Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh barokah, penuh dengan keutamaan yang banyak.