<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi</title>
	<atom:link href="http://abiubaidah.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiubaidah.com</link>
	<description>Membela Agama dengan Ilmu dan Hujjah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 15:52:36 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by muhammad soleh alblitary</title>
		<link>http://abiubaidah.com/buku-tamu/comment-page-1/#comment-1084</link>
		<dc:creator>muhammad soleh alblitary</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 15:52:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=6#comment-1084</guid>
		<description>ya ustadz ana sangat merindukan antum dan ana sendiri khususnya ikhwan2 dipangkalan kerinci riau ingin sekali mengambil manfaat dr ilmu antum,sekiranya antum berkenan dan lapang waktu antum ana bersama ikhwan2 dsni ingin mengadakan dauroh dan ana mohon antum yang mengisinya,klw tdk keberatan ana minta no hp antum utk lbh lanjutnya.jazakalloh khoiron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya ustadz ana sangat merindukan antum dan ana sendiri khususnya ikhwan2 dipangkalan kerinci riau ingin sekali mengambil manfaat dr ilmu antum,sekiranya antum berkenan dan lapang waktu antum ana bersama ikhwan2 dsni ingin mengadakan dauroh dan ana mohon antum yang mengisinya,klw tdk keberatan ana minta no hp antum utk lbh lanjutnya.jazakalloh khoiron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kajian Umum 2009: Sunnah dan Penyimpangannya by muhammad soleh alblitary</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kajian-umum-tuban-2009-sunnah-dan-penyimpangannya.html/comment-page-1/#comment-1083</link>
		<dc:creator>muhammad soleh alblitary</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 15:38:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=412#comment-1083</guid>
		<description>assalamualaikum kaefa halukum ya ustadzuna sdh lama ana tdk mengetahui kabar antm terakhir ana dapat kabar dr al ustadz aunur rofiq bahwa antm menikahi putrinya ketika beliau mengisi dauroh di riau alhamdulillah .ana sekarang di riau bgmn kabar akhuna sahrulfatwa apa beliau msh di unaizah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum kaefa halukum ya ustadzuna sdh lama ana tdk mengetahui kabar antm terakhir ana dapat kabar dr al ustadz aunur rofiq bahwa antm menikahi putrinya ketika beliau mengisi dauroh di riau alhamdulillah .ana sekarang di riau bgmn kabar akhuna sahrulfatwa apa beliau msh di unaizah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tanya Umum by harits</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-fiqh/comment-page-2/#comment-1082</link>
		<dc:creator>harits</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 14:23:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=350#comment-1082</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum ustad ana mau tanya, kalo gigi yang berlubang kemudian di tambal lalu orang tersebut meninggal apakah giginya yang di tambal harus di cabut?
satu lagi mohon penjelasan tentang sholat dlm keadaan safar dan tata caranya.
sukron jazakallah khoiron atas jawabannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum ustad ana mau tanya, kalo gigi yang berlubang kemudian di tambal lalu orang tersebut meninggal apakah giginya yang di tambal harus di cabut?<br />
satu lagi mohon penjelasan tentang sholat dlm keadaan safar dan tata caranya.<br />
sukron jazakallah khoiron atas jawabannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Muhammad bin Abdul Wahhab: Fitnah Nejed? by Ibnu Abi Irfan</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritikhadits-wahabi.html/comment-page-2/#comment-1081</link>
		<dc:creator>Ibnu Abi Irfan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 13:29:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=195#comment-1081</guid>
		<description>&quot;ri&quot; dalam bahasa jawa artinya duri. jadi &quot;riri&quot; artinya duri-duri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;ri&#8221; dalam bahasa jawa artinya duri. jadi &#8220;riri&#8221; artinya duri-duri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Jual Beli by ilham</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/desember/comment-page-1/#comment-1080</link>
		<dc:creator>ilham</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 10:21:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=542#comment-1080</guid>
		<description>BismillaahirrahmaanirRahiim,

Perkenalkan nama ana Ilham dari Bekasi, ana mau tanya Ustadz...

Ana bekerja di sebuah perusahaan IT Consulting, dimana usahanya adalah implementasi sistem/software milik Microsoft untuk berbagai bidang bisnis/industri. 

Hal ini tidak menutup kemungkinan perusahaan kami menerima klien industri produk haram seperti miras dan lain-lain. Artinya, proyek yang kami jalani bercampur antara klien produk halal dan klien produk haram.

Pertanyaan Ana:
1. Apa hukum bekerja di tempat seperti itu? Yang tentunya ada kemungkinan ana ditugaskan untuk ikut dalam proyek klien produk haram.
2. Bagaimana dengan gaji yang ana dapat, halal atau tidak? Mengingat pendapatan perusahaan bercampur dari klien yang haram dan yang haram.
3. Apa yang harus ana lakukan, apakah harus pindah kerja?

Syukron
Abu Musa Ilham</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BismillaahirrahmaanirRahiim,</p>
<p>Perkenalkan nama ana Ilham dari Bekasi, ana mau tanya Ustadz&#8230;</p>
<p>Ana bekerja di sebuah perusahaan IT Consulting, dimana usahanya adalah implementasi sistem/software milik Microsoft untuk berbagai bidang bisnis/industri. </p>
<p>Hal ini tidak menutup kemungkinan perusahaan kami menerima klien industri produk haram seperti miras dan lain-lain. Artinya, proyek yang kami jalani bercampur antara klien produk halal dan klien produk haram.</p>
<p>Pertanyaan Ana:<br />
1. Apa hukum bekerja di tempat seperti itu? Yang tentunya ada kemungkinan ana ditugaskan untuk ikut dalam proyek klien produk haram.<br />
2. Bagaimana dengan gaji yang ana dapat, halal atau tidak? Mengingat pendapatan perusahaan bercampur dari klien yang haram dan yang haram.<br />
3. Apa yang harus ana lakukan, apakah harus pindah kerja?</p>
<p>Syukron<br />
Abu Musa Ilham</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Muhammad bin Abdul Wahhab: Fitnah Nejed? by hamba yg dhoif</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritikhadits-wahabi.html/comment-page-2/#comment-1079</link>
		<dc:creator>hamba yg dhoif</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 10:03:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=195#comment-1079</guid>
		<description>@riri,

Lihatlah diri anda sendiri sebelum mengkritik ustadz abu ubaidah, anda menanggapi artikel ini dengan emosi. Coba dong, klo memang anda sudah belajar hadits selama 30 tahun, bantahlah artikel ini dengan ilmiah. Jgn cuma mulut doang yg meracau...he he he...

Riri...riri...kasihan kamu. Akibat tidak mampu berhujjah maka keluarlah ejekan. Semoga Allah Ta&#039;ala menunjuki kita semua dengan kebenaran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@riri,</p>
<p>Lihatlah diri anda sendiri sebelum mengkritik ustadz abu ubaidah, anda menanggapi artikel ini dengan emosi. Coba dong, klo memang anda sudah belajar hadits selama 30 tahun, bantahlah artikel ini dengan ilmiah. Jgn cuma mulut doang yg meracau&#8230;he he he&#8230;</p>
<p>Riri&#8230;riri&#8230;kasihan kamu. Akibat tidak mampu berhujjah maka keluarlah ejekan. Semoga Allah Ta&#8217;ala menunjuki kita semua dengan kebenaran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menyoal Gaji Pegawai Negeri (PNS) by Admin</title>
		<link>http://abiubaidah.com/menyoal-gaji-pegawai-negeri-pns.html/comment-page-1/#comment-1078</link>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 04:43:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=89#comment-1078</guid>
		<description>@ &lt;strong&gt;Abdullah&lt;/strong&gt;

Ustadz Abu Ubaidah masih ada kesibukan sehingga beliau belum sempat periksa website.
Kami hanya ingin memberi komentar pribadi (atas nama admin, bukan ustadz Abu Ubaidah) &gt;&gt;&gt; Jika Anda sudah memutuskan sebagaimana yang Anda katakan di atas (dan Anda menjelaskan sendiri bahwa ada suap/koneksi keluarga, dll untuk masuk ke PNS) &gt;&gt;&gt; ISTIQOMAHLAH dengan keputusan Anda. Jangan tertipu dengan kawan-kawan yang menyatakan dirinya sebagai salafy, tetapi ia masih tenggelam dalam dunia suap. Mudah-mudahan Allah membimbing kita dan mereka, dan memperbaiki kondisi mereka.
Percayalah bahwa


&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan ganti dengan sesuatu yang lebih baik dari yang ia tinggalkan.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

Kami sangat bangga dan bersyukur mendengarkan penuturan saudaranya yang mantap meninggalkan tempat maksiat karena takut menerobos larangan syar&#039;i seperti &lt;strong&gt;Ikhtilath&lt;/strong&gt;. Kami pun bersyukur mendengar saudaranya benci dengan praktik SUAP.  Kawan-kawan Anda itu &lt;strong&gt;BUKAN DALIL&lt;/strong&gt; -mudah-mudahan Allah memaafkan mereka-  karena DALIL ADALAH SETIAP YANG DITETAPKAN ALLAh dan RASUL-NYA.

Jangan merasa minder dengan kondisi Anda yang tidak sementereng kawan-kawan Anda.
Tidakkah kita ingat keutamaan &lt;strong&gt;Uwais Al-Qarni&lt;/strong&gt; yang tidak terkenal di tengah-tengah manusia, tidak pernah bertemu Nabi, tetapi Nabi sendiri justru berkata tentang beliau 

&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;seandainya ia (berdoa kepada Allah dengan) bersumpah dengan nama Allah maka Allah akan mengabulkan permintaannya.&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;


Tidakkah kita ingat keutamaan &lt;strong&gt;Mushab bin Umair&lt;/strong&gt; yang meninggalkan atribut kebangsawanannya menjadi seorang yang compang-camping di mata manusia? Hanya karena ia cinta Allah dan Rasul-Nya?
Tidakkah kita ingat &lt;strong&gt;Imam Ahmad bin Hambal&lt;/strong&gt; yang tidak mau memakan bubur jika itu adalah hasil pemberian pemerintah?

Anda justru berhak menasehati kawan-kawan Anda itu untuk meninggalkan suap. Bahkan, pemerintah kita sangat menekankan apabila rakyat turut memberantas korupsi dengan melaporkan oknum2 tersebut, bisa dilakukan via &lt;a href=&quot;http://kpk-om-system.kpk.go.id/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;strong&gt;KPK Monitoring System&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Seandainya kawan Anda itu PNS sejati, tidak tahukah dia tentang GRATIFIKASI, SUAP, dan SEJENISNYA yang DILARANG OLEH PEMERINTAH KITA? Suruh saja kawan-kawan Anda itu untuk membaca
Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001
Pasal 12B ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001
Pasal 12C ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001
Pasal 12 UU No. 20/2001
Bukankah taat pada pemerintah dalam hal bukan maksiat adalah wajib? Sampaikan pada kawan-kawan Anda yang PNS itu. Atau jangan-jangan mereka tidak tahu aturan gratifikasi dan suap itu.

Adapun kaitannya dengan akhwat masuk PNS, apakah dirinya bisa terhindar dari ikhtilath? Saya kira tidak. Bersyukurlah Anda memiliki kecemburuan agama, tidak seperti &lt;strong&gt;laki-laki dayyuts&lt;/strong&gt; yang &lt;strong&gt;tidak punya rasa cemburu bila istrinya dilihat dan bercampur baur dengan laki-laki lain&lt;/strong&gt;.

Kami tidak mengatakan gaji PNS mutlak haram bagi &lt;strong&gt;laki-laki&lt;/strong&gt;, sebagaimana sudah gamblang dijelaskan ustadz Abu Ubaidah di atas. Namun, hendaknya orang yang jadi PNS juga tetap menjaga aturan syar&#039;i yang ini adalah &lt;strong&gt;PRINSIP&lt;/strong&gt;!.

Maka, jangan malu-malu untuk &lt;strong&gt;tidak ikut-ikutan&lt;/strong&gt; jadi PNS lewat jalur SUAP. Dan Anda aman dari pekerjaan yang ikhtilath itu jauh lebih MULIA, insya Allah. Kemudian, ahsan Anda membaca kitab &lt;strong&gt;Ijaabatus-Saa&#039;il&lt;/strong&gt; karya &lt;strong&gt;Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi&#039;iy&lt;/strong&gt;. Dari situ, akan Anda dapati &lt;strong&gt;betapa rendahnya pekerjaan pegawai negeri di mata ulama&lt;/strong&gt;, meskipun tidak kita katakan haram secara mutlak.

---admin---


Baarakallah fiik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ <strong>Abdullah</strong></p>
<p>Ustadz Abu Ubaidah masih ada kesibukan sehingga beliau belum sempat periksa website.<br />
Kami hanya ingin memberi komentar pribadi (atas nama admin, bukan ustadz Abu Ubaidah) &gt;&gt;&gt; Jika Anda sudah memutuskan sebagaimana yang Anda katakan di atas (dan Anda menjelaskan sendiri bahwa ada suap/koneksi keluarga, dll untuk masuk ke PNS) &gt;&gt;&gt; ISTIQOMAHLAH dengan keputusan Anda. Jangan tertipu dengan kawan-kawan yang menyatakan dirinya sebagai salafy, tetapi ia masih tenggelam dalam dunia suap. Mudah-mudahan Allah membimbing kita dan mereka, dan memperbaiki kondisi mereka.<br />
Percayalah bahwa</p>
<blockquote><p><strong>Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan ganti dengan sesuatu yang lebih baik dari yang ia tinggalkan.</strong></p></blockquote>
<p>Kami sangat bangga dan bersyukur mendengarkan penuturan saudaranya yang mantap meninggalkan tempat maksiat karena takut menerobos larangan syar&#8217;i seperti <strong>Ikhtilath</strong>. Kami pun bersyukur mendengar saudaranya benci dengan praktik SUAP.  Kawan-kawan Anda itu <strong>BUKAN DALIL</strong> -mudah-mudahan Allah memaafkan mereka-  karena DALIL ADALAH SETIAP YANG DITETAPKAN ALLAh dan RASUL-NYA.</p>
<p>Jangan merasa minder dengan kondisi Anda yang tidak sementereng kawan-kawan Anda.<br />
Tidakkah kita ingat keutamaan <strong>Uwais Al-Qarni</strong> yang tidak terkenal di tengah-tengah manusia, tidak pernah bertemu Nabi, tetapi Nabi sendiri justru berkata tentang beliau </p>
<blockquote><p>
<strong>seandainya ia (berdoa kepada Allah dengan) bersumpah dengan nama Allah maka Allah akan mengabulkan permintaannya.</strong></p></blockquote>
<p>Tidakkah kita ingat keutamaan <strong>Mushab bin Umair</strong> yang meninggalkan atribut kebangsawanannya menjadi seorang yang compang-camping di mata manusia? Hanya karena ia cinta Allah dan Rasul-Nya?<br />
Tidakkah kita ingat <strong>Imam Ahmad bin Hambal</strong> yang tidak mau memakan bubur jika itu adalah hasil pemberian pemerintah?</p>
<p>Anda justru berhak menasehati kawan-kawan Anda itu untuk meninggalkan suap. Bahkan, pemerintah kita sangat menekankan apabila rakyat turut memberantas korupsi dengan melaporkan oknum2 tersebut, bisa dilakukan via <a href="http://kpk-om-system.kpk.go.id/" rel="nofollow"><strong>KPK Monitoring System</strong></a>. Seandainya kawan Anda itu PNS sejati, tidak tahukah dia tentang GRATIFIKASI, SUAP, dan SEJENISNYA yang DILARANG OLEH PEMERINTAH KITA? Suruh saja kawan-kawan Anda itu untuk membaca<br />
Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001<br />
Pasal 12B ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001<br />
Pasal 12C ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001<br />
Pasal 12 UU No. 20/2001<br />
Bukankah taat pada pemerintah dalam hal bukan maksiat adalah wajib? Sampaikan pada kawan-kawan Anda yang PNS itu. Atau jangan-jangan mereka tidak tahu aturan gratifikasi dan suap itu.</p>
<p>Adapun kaitannya dengan akhwat masuk PNS, apakah dirinya bisa terhindar dari ikhtilath? Saya kira tidak. Bersyukurlah Anda memiliki kecemburuan agama, tidak seperti <strong>laki-laki dayyuts</strong> yang <strong>tidak punya rasa cemburu bila istrinya dilihat dan bercampur baur dengan laki-laki lain</strong>.</p>
<p>Kami tidak mengatakan gaji PNS mutlak haram bagi <strong>laki-laki</strong>, sebagaimana sudah gamblang dijelaskan ustadz Abu Ubaidah di atas. Namun, hendaknya orang yang jadi PNS juga tetap menjaga aturan syar&#8217;i yang ini adalah <strong>PRINSIP</strong>!.</p>
<p>Maka, jangan malu-malu untuk <strong>tidak ikut-ikutan</strong> jadi PNS lewat jalur SUAP. Dan Anda aman dari pekerjaan yang ikhtilath itu jauh lebih MULIA, insya Allah. Kemudian, ahsan Anda membaca kitab <strong>Ijaabatus-Saa&#8217;il</strong> karya <strong>Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi&#8217;iy</strong>. Dari situ, akan Anda dapati <strong>betapa rendahnya pekerjaan pegawai negeri di mata ulama</strong>, meskipun tidak kita katakan haram secara mutlak.</p>
<p>&#8212;admin&#8212;</p>
<p>Baarakallah fiik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Keluarga by anton abu usamah</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-fiqh/desember/comment-page-1/#comment-1077</link>
		<dc:creator>anton abu usamah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 03:54:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=544#comment-1077</guid>
		<description>bolehkah kita mengusir keluarga yang tidak menurut kepada jalan Allah..apa hukumnya untuk kita ? jazakalloh atas jawabannya ust</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bolehkah kita mengusir keluarga yang tidak menurut kepada jalan Allah..apa hukumnya untuk kita ? jazakalloh atas jawabannya ust</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Perang / Jihad by Ibnu Abi Irfan</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/perang-jihad/comment-page-1/#comment-1075</link>
		<dc:creator>Ibnu Abi Irfan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 13:57:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=552#comment-1075</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum ustadz...

ana mau tanya, 

apakah benar bahwa hukum jihad dengan senjata itu adalah fardhu kifayah? apa dasarnya?

syukron katsiiron wa jazakumulloh khoiron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum ustadz&#8230;</p>
<p>ana mau tanya, </p>
<p>apakah benar bahwa hukum jihad dengan senjata itu adalah fardhu kifayah? apa dasarnya?</p>
<p>syukron katsiiron wa jazakumulloh khoiron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Masalah-Masalah Wanita by lala</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/masalah-masalah-wanita/comment-page-1/#comment-1074</link>
		<dc:creator>lala</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 05:20:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=554#comment-1074</guid>
		<description>assalamu&#039;alaykum..
ustadz..
hari ini saya sedang berpuasa, tapi kuluar cairan berwarna kecoklatan.apakah puasa saya batal?
jazakallah.
wassalamu&#039;alaykum..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaykum..<br />
ustadz..<br />
hari ini saya sedang berpuasa, tapi kuluar cairan berwarna kecoklatan.apakah puasa saya batal?<br />
jazakallah.<br />
wassalamu&#8217;alaykum..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
