<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi</title>
	<atom:link href="http://abiubaidah.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiubaidah.com</link>
	<description>Membela Agama dengan Ilmu dan Hujjah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 11:13:12 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on TURUNNYA ALLAH KE LANGIT DUNIA by Abu Ridho</title>
		<link>http://abiubaidah.com/turunnya-allah-ke-langit-dunia.html/comment-page-2/#comment-3406</link>
		<dc:creator>Abu Ridho</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 11:13:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=42#comment-3406</guid>
		<description>Assalammu&#039;alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh

Saudaraku seiman yang diberkahi, Allah mewahyukan kepada Nabi-Nya untuk mengabarkan kepada hamba-Nya hadits diatas : “Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir&quot;.

Sebagian dari saudara kita bertanya tentang &quot;Bagaimana Allah turun ke langit dunia&quot; dengan akal sebagai tolok ukurnya. Padahal telah jelas petunjuk Allah agar tidak berfikir tentang Dzat-Nya, namun berfikirlah tentang perbuatan-Nya pada firman Allah :

&quot;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#039;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.&#039;&quot; (Ali &#039;Imran: 191). 

Selaras dengan itu, Nabi Salallah Alayhi Wa Salam melarang kita untuk berfikir tentang Dzat Allah :

&quot;Berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan jangan sekali-kali engkau berfikir tentang Dzat Allah.&quot; 
(Hasan, Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah [1788]). 

Bagaimana Allah turun ke langit dunia, merupakan hal ghaib bagian dari masalah aqidah. Dalam masalah ini tentu akal sangat sangat sangat terbatas untuk menjangkaunya. Oleh karena itu gunakankanlah iman dalam soal ini.

Bagi yang memaksakan untuk berfikir tentang Dzat Allah, ingat kata-kata orang Betawi : &quot;nggak mungkin Choi&quot; alias &quot;Kagak bakalan nyambung Choi&quot;.

Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammu&#8217;alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh</p>
<p>Saudaraku seiman yang diberkahi, Allah mewahyukan kepada Nabi-Nya untuk mengabarkan kepada hamba-Nya hadits diatas : “Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir&#8221;.</p>
<p>Sebagian dari saudara kita bertanya tentang &#8220;Bagaimana Allah turun ke langit dunia&#8221; dengan akal sebagai tolok ukurnya. Padahal telah jelas petunjuk Allah agar tidak berfikir tentang Dzat-Nya, namun berfikirlah tentang perbuatan-Nya pada firman Allah :</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8216;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.&#8217;&#8221; (Ali &#8216;Imran: 191). </p>
<p>Selaras dengan itu, Nabi Salallah Alayhi Wa Salam melarang kita untuk berfikir tentang Dzat Allah :</p>
<p>&#8220;Berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan jangan sekali-kali engkau berfikir tentang Dzat Allah.&#8221;<br />
(Hasan, Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah [1788]). </p>
<p>Bagaimana Allah turun ke langit dunia, merupakan hal ghaib bagian dari masalah aqidah. Dalam masalah ini tentu akal sangat sangat sangat terbatas untuk menjangkaunya. Oleh karena itu gunakankanlah iman dalam soal ini.</p>
<p>Bagi yang memaksakan untuk berfikir tentang Dzat Allah, ingat kata-kata orang Betawi : &#8220;nggak mungkin Choi&#8221; alias &#8220;Kagak bakalan nyambung Choi&#8221;.</p>
<p>Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kesyirikan dalam Burdah Al-Bushiri by Abu Ridho</title>
		<link>http://abiubaidah.com/studikritis-burdah.html/comment-page-2/#comment-3404</link>
		<dc:creator>Abu Ridho</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 06:36:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=190#comment-3404</guid>
		<description>Assalammu&#039;alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh

Saudaraku seiman, Allah berfirman :
&quot;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku&quot; (Adz-Dzaariyaat:56)

Ini merupakan kalimat yang tegas dan jelas yang mengisyaratkan :
1. Allah Pencipta merupakan Tauhid Rubbubiyah
2. Hanya Allah yang memiliki hak untuk diibadahi secara langsung tanpa perantara merupakan Tauhid Uluhiyah.

Apakah hamba diberikan kebebasan untuk beribadah kepada-Nya dengan cara, waktu, kadar, jenis yang diinginkan setiap hamba, jawabnya tidak!!!. 

Syariat ini Allah turunkan tidak samar, semua serba jelas agar hamba tidak rancu dalam beribadah. Untuk itu diturunkan 2 petunjuk, Al-Qur&#039;an dan Rasul dari golongan manusia seperti kita untuk diikuti.

Sekarang timbul pertanyaan, apakah 2 petunjuk ini masih kurang lengkap ?. Atau Sunah/Amalan Nabi masih kurang memuaskan hati kita, sehingga masih diinginkan amalan-amalan lain tapi tidak dicontohkan Nabi, seperti Qasidah Burdah yang jelas-jelas mengandung kalimat-kalimat syirik ?. 

Jika demikian, maka sama halnya dengan meninggalkan makanan lezat yang telah terhidang, kemudian mencari nasi rawon basi dari tempat sampah!!.

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammu&#8217;alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh</p>
<p>Saudaraku seiman, Allah berfirman :<br />
&#8220;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku&#8221; (Adz-Dzaariyaat:56)</p>
<p>Ini merupakan kalimat yang tegas dan jelas yang mengisyaratkan :<br />
1. Allah Pencipta merupakan Tauhid Rubbubiyah<br />
2. Hanya Allah yang memiliki hak untuk diibadahi secara langsung tanpa perantara merupakan Tauhid Uluhiyah.</p>
<p>Apakah hamba diberikan kebebasan untuk beribadah kepada-Nya dengan cara, waktu, kadar, jenis yang diinginkan setiap hamba, jawabnya tidak!!!. </p>
<p>Syariat ini Allah turunkan tidak samar, semua serba jelas agar hamba tidak rancu dalam beribadah. Untuk itu diturunkan 2 petunjuk, Al-Qur&#8217;an dan Rasul dari golongan manusia seperti kita untuk diikuti.</p>
<p>Sekarang timbul pertanyaan, apakah 2 petunjuk ini masih kurang lengkap ?. Atau Sunah/Amalan Nabi masih kurang memuaskan hati kita, sehingga masih diinginkan amalan-amalan lain tapi tidak dicontohkan Nabi, seperti Qasidah Burdah yang jelas-jelas mengandung kalimat-kalimat syirik ?. </p>
<p>Jika demikian, maka sama halnya dengan meninggalkan makanan lezat yang telah terhidang, kemudian mencari nasi rawon basi dari tempat sampah!!.</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on HADITS BATHIL: Menuntut Ilmu Meskipun Harus ke Negeri Cina by uzron</title>
		<link>http://abiubaidah.com/hadits-bathil-cina.html/comment-page-1/#comment-3399</link>
		<dc:creator>uzron</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 00:16:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=395#comment-3399</guid>
		<description>apakah salah kita memakai hadist atw atsar ini?nasihat yg baik meskipun bukan hadist itu harus d ambil,, dan d manakah letak kebatilan hadist tersebut?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apakah salah kita memakai hadist atw atsar ini?nasihat yg baik meskipun bukan hadist itu harus d ambil,, dan d manakah letak kebatilan hadist tersebut?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Melacak Status Hukum Kopi Luwak by Abdul wahab</title>
		<link>http://abiubaidah.com/melacak-status-hukum-kopi-luwak.html/comment-page-1/#comment-3398</link>
		<dc:creator>Abdul wahab</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 14:52:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=855#comment-3398</guid>
		<description>emas kan nggak ada kemungkinan untuk bercampur dgn kotoran, sedangkan biji kopi ada kemungkinan, untuk bercampur deangan kotoran,,,,,
nah kalau gini mcem mana tuh, katanya kopi luwak lebih enak dari kopi lain, itu kan menunjukkan ada perubahan zat kopi di dalam tubuh luwak,,,jadi biji kopi luwak tadi sudah termasuk ke dalam kotoran luwak, karena zat biji kopi  berubah di dalam perut luwak?????
ih, gmana tuh pak, saya masih ragu juga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>emas kan nggak ada kemungkinan untuk bercampur dgn kotoran, sedangkan biji kopi ada kemungkinan, untuk bercampur deangan kotoran,,,,,<br />
nah kalau gini mcem mana tuh, katanya kopi luwak lebih enak dari kopi lain, itu kan menunjukkan ada perubahan zat kopi di dalam tubuh luwak,,,jadi biji kopi luwak tadi sudah termasuk ke dalam kotoran luwak, karena zat biji kopi  berubah di dalam perut luwak?????<br />
ih, gmana tuh pak, saya masih ragu juga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kesyirikan dalam Burdah Al-Bushiri by nuraji</title>
		<link>http://abiubaidah.com/studikritis-burdah.html/comment-page-2/#comment-3393</link>
		<dc:creator>nuraji</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 06:44:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=190#comment-3393</guid>
		<description>ada 2 bid&#039;ah ada bid&#039;ah yang baik dan ada bid&#039;ah yang jelek/ buruk. JANGAN SEKALI2 GAMPANG MEMBUAT PERATURAN ATAU HUKUM. islam menjunjung tinggi musyawarah. Kata kyai ku &quot;sek ngaji dlohir ae senengae gonta ganti hukum, hukum tek gusti allah&quot; (&quot;masih belajar dohir sukanya merubah hukum, hukum itu milik Allah&quot;). Mengaji banyak hal di antaranya dohir. yaitu belajar kitab2 pendahulu, hadist, Al- Qur&#039;an dll. la mengaji dalam hal batin cari saja sendiri.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada 2 bid&#8217;ah ada bid&#8217;ah yang baik dan ada bid&#8217;ah yang jelek/ buruk. JANGAN SEKALI2 GAMPANG MEMBUAT PERATURAN ATAU HUKUM. islam menjunjung tinggi musyawarah. Kata kyai ku &#8220;sek ngaji dlohir ae senengae gonta ganti hukum, hukum tek gusti allah&#8221; (&#8220;masih belajar dohir sukanya merubah hukum, hukum itu milik Allah&#8221;). Mengaji banyak hal di antaranya dohir. yaitu belajar kitab2 pendahulu, hadist, Al- Qur&#8217;an dll. la mengaji dalam hal batin cari saja sendiri&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tahukah Anda Di Mana Allah? by nanang</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tahukah-anda-di-mana-allah.html/comment-page-1/#comment-3389</link>
		<dc:creator>nanang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 16:19:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=40#comment-3389</guid>
		<description>yang mau berpaham seperti tulisan ini silakan... yang mau berpaham Allah suci dari pikiran silakan..
semoga Allah memberi hidayah padaku dan kalian...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang mau berpaham seperti tulisan ini silakan&#8230; yang mau berpaham Allah suci dari pikiran silakan..<br />
semoga Allah memberi hidayah padaku dan kalian&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Melacak Status Hukum Kopi Luwak by Jufry</title>
		<link>http://abiubaidah.com/melacak-status-hukum-kopi-luwak.html/comment-page-1/#comment-3387</link>
		<dc:creator>Jufry</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 00:39:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=855#comment-3387</guid>
		<description>Mohon maaf sebelumnya, mungkin di sini saya melewati suatu hal tentang hal yang berhubungan dengan najis.
di sini di tuliskan, (kencing dan kotoran hewan yang dagingnya dimakan) tidak termasuk najis.
jika memang tidak najis, itu artinya bisa kita bawa ke dalam salat.
sedangkan badan, pakaian, dan tempat untuk salat itu haruslah dalam keadaan bersih dan suci, dalam artian tidak ada kotoran atau pun najis.
itu masalah yang pertama.

yang kedua, apabila ada makanan yang berbentuk cairan atau pun minuman, terus jatuh kotoran ke dalamnya, kita harus membuang seluruhnya.
tetapi apabila bukan berbentuk cairan, kita hanya membuang bagian yang terkena kotoran atau najis tersebut.
dari situ mungkin jelas, bahwa kita harus membuang, bukan membersihkan sehingga menjadi suci.

saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak pantas.
mohon permasalahannya dapat di jelaskan.
terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon maaf sebelumnya, mungkin di sini saya melewati suatu hal tentang hal yang berhubungan dengan najis.<br />
di sini di tuliskan, (kencing dan kotoran hewan yang dagingnya dimakan) tidak termasuk najis.<br />
jika memang tidak najis, itu artinya bisa kita bawa ke dalam salat.<br />
sedangkan badan, pakaian, dan tempat untuk salat itu haruslah dalam keadaan bersih dan suci, dalam artian tidak ada kotoran atau pun najis.<br />
itu masalah yang pertama.</p>
<p>yang kedua, apabila ada makanan yang berbentuk cairan atau pun minuman, terus jatuh kotoran ke dalamnya, kita harus membuang seluruhnya.<br />
tetapi apabila bukan berbentuk cairan, kita hanya membuang bagian yang terkena kotoran atau najis tersebut.<br />
dari situ mungkin jelas, bahwa kita harus membuang, bukan membersihkan sehingga menjadi suci.</p>
<p>saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak pantas.<br />
mohon permasalahannya dapat di jelaskan.<br />
terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Muhammad bin Abdul Wahhab: Fitnah Nejed? by tri</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritikhadits-wahabi.html/comment-page-3/#comment-3379</link>
		<dc:creator>tri</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 08:22:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=195#comment-3379</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum
saya setuju sekali ustadz tetap semangat ustadz. aku izin copy ya ustadz?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
saya setuju sekali ustadz tetap semangat ustadz. aku izin copy ya ustadz?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Muhammad bin Abdul Wahhab: Fitnah Nejed? by Yokuza AFFI</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritikhadits-wahabi.html/comment-page-3/#comment-3377</link>
		<dc:creator>Yokuza AFFI</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 21:45:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=195#comment-3377</guid>
		<description>Salam A&#039;likum warrahmatullahi wabarokahtu...

Ana seorang Muallaf dari Medan dan selama ini berusaha mencari manhaj  yang lurus yang sesuai dengan AlQuran dan As-Sunnah.Ana dahulu mengucapkan kalimat 2 syahadat di sebuah Masjid Muhammadiyah di jln.Gaperta Ujung Medan pada tahun 1999 dan menjalani khitan seminggu sesudahnya. Kemudian ana mendapatkan seorang guru agama dari golongan Muhammadiyah juga yang mengajarkan bagaimana cara berwudhu&#039;,membaca AlQuran,Shalat dsb selama kurang lebih setahun.Dan selanjutnya ana belajar secara otodidak.

Dalam pengajaran beliau,ana diberitahu dan diwanti-wanti bahwa Islam itu sebenarnya terdiri dari banyak golongan ( hal ini sangat membingungkan ana,karena ana masuk Islam sepenuhnya karena hanya membaca AlQuran saja ).Ana kemudian disodori buku-buku karangan golongan Muhammadiyah yang menjelaskan bagaimana Islam itu sudah dipenuhi oleh berbagai kesyirikan dan kemusyrikan yang dilakukan oleh golongan-golongan lainnya.

Setelah selesai mempelajari,ana pun kemudian berkeliling ke semua Masjid di kota Medan,dan alangkah kagetnya melihat betapa berbedanya shalat dan dzikirnya antara Muhammadiyah dengan golongan lainnya walaupun atas satu nama agama.Ana berfikir,&quot;ini tidak jauh berbeda dengan agama ana sebelumnya yakni Nasrani.&quot; Tapi ana tidak mau su&#039;udzhon terlebih dahulu tanpa ada ilmu. Ana kemudian rajin membeli buku-buku agama baik itu karangan NU,Muhammadiyah,dan golongan lainnya yang terlalu panjang disebutkan disini. Semua berhujjah dengan dalil dan saling menyalahkan satu dengan lainnya dan terkadang banyak pula yang dibumbui kata &quot;Sudah Kafir&quot; atau &quot;Laknatullah&quot;. Terus terang,hati ana gundah gulana melihat pertikaian di tubuh muslimin. Ana berfikir,&quot;ini mah sama saja kayak dulu lagi melihat pertikaian antara Katolik dan Protestan.Ah,keluar dari lubang buaya malah masuk ke mulut harimau&quot; karena sangkin kecewanya.

Pencarian ana terus berlanjut,dan masuk ke berbagai perkumpulan baik itu sufi,tariqat,jemaah tabligh dan bahkan syiah ( Ahmadiyah ana terang2an menolak memasukinya) walaupun hanya sebentar dan melihat-lihat saja.Tetapi ana tetap tidak puas dan melanjutkan pencarian,sehingga pada tahun 2005-2006 ana terjun ke dalam dunia maya dan mencari lebih lanjut tulisan-tulisan Syaikh-Syaikh dan Ulama dari Arab lainnya yang belum sempat ana baca atau tidak mampu ana beli karena kemampuan ekonomi ana yang tidak seberapa. Disitu kemudian ana juga terjun dalam perdebatan melawan fitnah kaum kuffar yang selalu merongrong Islam,yaitu situs FFI,dan ana ikut andil dalam situs tandingannya yakni AFFI dan membantu menjawab sesuai dengan kemampuan ilmu agama ana sekarang maupun agama sebelumnya. Namun lagi-lagi ana harus menelan pil pahit melihat pertikaian antara sesama kaum muslimin di situ yang malahan membahas masalah manhaj siapa yang paling benar dan akhirnya malah melupakan tugas utama mereka,yakni melawan fitnah keji kaum kafir.Akhirnya ana sempat vakum beberapa bulan karena kecewa berat.

Kemudian pada tahun 2011 awal ini,ana melihat berbagai situs-situs yang menceritakan &quot;kejamnya&quot; wahabi dsb. Ana tergelitik untuk membuka situs-situs tersebut dan alangkah kagetnya melihat kata-kata didalamnya yang tidak jauh berbeda dengan kata-kata milik seorang syiah.Sama sekali tidak mencerminkan postingan seorang muslim yang terpelajar maupun beradab. Waktu itu ana sama sekali belum tahu apa itu Wahabi dan apa itu Salafy dan apa itu Salafush Sholeh. Sebelumnya ana sering dengar dari tetangga kanan-kiri pada tahun 2004-2005 bahwa salafy itu terkucil,sesat-menyesatkan,tidak mau bergaul dengan yang lain,tidak mau sholat di Masjid lain selain Masjid salafy,seringkali shalat di hutan sendirian,keras wataknya,menganggap najis umat muslim di luar salafy.Waktu itu ana juga sempat tinggal berdekatan dengan kelompok Salafy ini,namun karena termakan fitnah tetangga,saya menutup mata atas kegiatan mereka dan tidak mau bertanya apa itu Salafy ke sumbernya langsung. Semoga Allah Azza Wa Jalla mengampuni dosa-dosa ana yang sudah sempat su&#039;udzhon ke sesama muslim.

Pada akhirnya,ana membuka-buka berbagai situs terpercaya yang membahas apa itu Wahabi dan manhaj salafush sholeh di situs eramuslim dan muslim.or.id .Alhamdulillah,banyak membuka mata ana. Banyak hal-hal yang telah ana lakukan atas nama ibadah selama ini ternyata semuanya adalah kesia-siaan. Betapa ana menyesal telah menganggap baik semua hal yang ana lakukan selama ini dan ternyata semuanya itu hanyalah bujukan syaithan untuk melemahkan aqidah ana.Hal-hal yang ana pandang baik ternyata tidak ada dalil dan hujjahnya sama sekali dalam nash-nash AlQuran dan As-Sunnah. 

 Alhamdulillah,12 tahun pencarian ana berakhir dengan ditemukannya manhaj salafush sholeh ini. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta&#039;ala meridhoi dan menjaga manhaj ini bebas dari fitnah keji yang dilontarkan oleh kaum-kaum ahli bid&#039;ah yang selama ini terbuai dan terlena oleh manisnya pemikiran mereka yang menganggap ini-itu baik padahal tidak ada dasarnya sama sekali dalam Islam.

Inilah manhaj yang menjadi pegangan ana sekarang.Ana selalu berdalil menggunakan manhaj ini dan menggunakan fatwa-fatwa Al Lajnah Ad Daimah. Walaupun ada beberapa poin dari fatwanya yang ana tidak setuju,tapi ana maklum karena bagaimanapun juga Ulama adalah seorang manusia,yang tidak berlepas dari kesalahan.Ana juga selalu berusaha membela kalau-kalau ada yang berusaha memfitnah Syaikh Ibnu Taimiyah maupun Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan manhaj Salafush Sholeh. Ana selalu berusaha menggunakan dalil-dalil dari mereka yang walaupun sering kali diejek dan dicaci oleh ikhwan lainnya.InsyaAllah ana selalu akan istiqomah menjalankan syariat-syariat yang sudah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya tanpa dibumbui praktik-praktik bid&#039;ah manapun walaupun itu harus dicerca oleh kawan-kawan ana sendiri.

Bagi para pecinta ibadah,berhati-hatilah dalam meniti jalan yang lurus ini. Janganlah kalian terbuai sebagaimana kaum Nashara dan Yahudi melakukan praktik-praktik bid&#039;ah yang tidak ada dasarnya dalam kitab mereka. Janganlah kita meniru langkah-langkah mereka sehingga mendatangkan laknat Allah atas diri kita. Sesungguhnya merekalah yang mendustakan Allah dan RasulNya.  Berpegang teguhlah pada tali buhul Allah dan gigitlah kuat-kuat apa yang diberikan oleh Allah dan Rasul kepada kamu semua. Janganlah kita terperosok dalam jalan kehinaan yang sama seperti jalannya kaum fasik.
Ana sendiri sudah berlepas diri dari belenggu jeratan mereka dan jangan sampai terjerumus untuk kedua kalinya.

Sekian dari ana yang masih dalam tahap pembelajaran Dien ini,Bagi yang ingin berkorespodensi,silahkan meng-add : yokuzaaffi@yahoo.com di Facebook. 

Wassalam,

Muhammad Yusuf/Huang Sing Han
Medan-Sumut</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam A&#8217;likum warrahmatullahi wabarokahtu&#8230;</p>
<p>Ana seorang Muallaf dari Medan dan selama ini berusaha mencari manhaj  yang lurus yang sesuai dengan AlQuran dan As-Sunnah.Ana dahulu mengucapkan kalimat 2 syahadat di sebuah Masjid Muhammadiyah di jln.Gaperta Ujung Medan pada tahun 1999 dan menjalani khitan seminggu sesudahnya. Kemudian ana mendapatkan seorang guru agama dari golongan Muhammadiyah juga yang mengajarkan bagaimana cara berwudhu&#8217;,membaca AlQuran,Shalat dsb selama kurang lebih setahun.Dan selanjutnya ana belajar secara otodidak.</p>
<p>Dalam pengajaran beliau,ana diberitahu dan diwanti-wanti bahwa Islam itu sebenarnya terdiri dari banyak golongan ( hal ini sangat membingungkan ana,karena ana masuk Islam sepenuhnya karena hanya membaca AlQuran saja ).Ana kemudian disodori buku-buku karangan golongan Muhammadiyah yang menjelaskan bagaimana Islam itu sudah dipenuhi oleh berbagai kesyirikan dan kemusyrikan yang dilakukan oleh golongan-golongan lainnya.</p>
<p>Setelah selesai mempelajari,ana pun kemudian berkeliling ke semua Masjid di kota Medan,dan alangkah kagetnya melihat betapa berbedanya shalat dan dzikirnya antara Muhammadiyah dengan golongan lainnya walaupun atas satu nama agama.Ana berfikir,&#8221;ini tidak jauh berbeda dengan agama ana sebelumnya yakni Nasrani.&#8221; Tapi ana tidak mau su&#8217;udzhon terlebih dahulu tanpa ada ilmu. Ana kemudian rajin membeli buku-buku agama baik itu karangan NU,Muhammadiyah,dan golongan lainnya yang terlalu panjang disebutkan disini. Semua berhujjah dengan dalil dan saling menyalahkan satu dengan lainnya dan terkadang banyak pula yang dibumbui kata &#8220;Sudah Kafir&#8221; atau &#8220;Laknatullah&#8221;. Terus terang,hati ana gundah gulana melihat pertikaian di tubuh muslimin. Ana berfikir,&#8221;ini mah sama saja kayak dulu lagi melihat pertikaian antara Katolik dan Protestan.Ah,keluar dari lubang buaya malah masuk ke mulut harimau&#8221; karena sangkin kecewanya.</p>
<p>Pencarian ana terus berlanjut,dan masuk ke berbagai perkumpulan baik itu sufi,tariqat,jemaah tabligh dan bahkan syiah ( Ahmadiyah ana terang2an menolak memasukinya) walaupun hanya sebentar dan melihat-lihat saja.Tetapi ana tetap tidak puas dan melanjutkan pencarian,sehingga pada tahun 2005-2006 ana terjun ke dalam dunia maya dan mencari lebih lanjut tulisan-tulisan Syaikh-Syaikh dan Ulama dari Arab lainnya yang belum sempat ana baca atau tidak mampu ana beli karena kemampuan ekonomi ana yang tidak seberapa. Disitu kemudian ana juga terjun dalam perdebatan melawan fitnah kaum kuffar yang selalu merongrong Islam,yaitu situs FFI,dan ana ikut andil dalam situs tandingannya yakni AFFI dan membantu menjawab sesuai dengan kemampuan ilmu agama ana sekarang maupun agama sebelumnya. Namun lagi-lagi ana harus menelan pil pahit melihat pertikaian antara sesama kaum muslimin di situ yang malahan membahas masalah manhaj siapa yang paling benar dan akhirnya malah melupakan tugas utama mereka,yakni melawan fitnah keji kaum kafir.Akhirnya ana sempat vakum beberapa bulan karena kecewa berat.</p>
<p>Kemudian pada tahun 2011 awal ini,ana melihat berbagai situs-situs yang menceritakan &#8220;kejamnya&#8221; wahabi dsb. Ana tergelitik untuk membuka situs-situs tersebut dan alangkah kagetnya melihat kata-kata didalamnya yang tidak jauh berbeda dengan kata-kata milik seorang syiah.Sama sekali tidak mencerminkan postingan seorang muslim yang terpelajar maupun beradab. Waktu itu ana sama sekali belum tahu apa itu Wahabi dan apa itu Salafy dan apa itu Salafush Sholeh. Sebelumnya ana sering dengar dari tetangga kanan-kiri pada tahun 2004-2005 bahwa salafy itu terkucil,sesat-menyesatkan,tidak mau bergaul dengan yang lain,tidak mau sholat di Masjid lain selain Masjid salafy,seringkali shalat di hutan sendirian,keras wataknya,menganggap najis umat muslim di luar salafy.Waktu itu ana juga sempat tinggal berdekatan dengan kelompok Salafy ini,namun karena termakan fitnah tetangga,saya menutup mata atas kegiatan mereka dan tidak mau bertanya apa itu Salafy ke sumbernya langsung. Semoga Allah Azza Wa Jalla mengampuni dosa-dosa ana yang sudah sempat su&#8217;udzhon ke sesama muslim.</p>
<p>Pada akhirnya,ana membuka-buka berbagai situs terpercaya yang membahas apa itu Wahabi dan manhaj salafush sholeh di situs eramuslim dan muslim.or.id .Alhamdulillah,banyak membuka mata ana. Banyak hal-hal yang telah ana lakukan atas nama ibadah selama ini ternyata semuanya adalah kesia-siaan. Betapa ana menyesal telah menganggap baik semua hal yang ana lakukan selama ini dan ternyata semuanya itu hanyalah bujukan syaithan untuk melemahkan aqidah ana.Hal-hal yang ana pandang baik ternyata tidak ada dalil dan hujjahnya sama sekali dalam nash-nash AlQuran dan As-Sunnah. </p>
<p> Alhamdulillah,12 tahun pencarian ana berakhir dengan ditemukannya manhaj salafush sholeh ini. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala meridhoi dan menjaga manhaj ini bebas dari fitnah keji yang dilontarkan oleh kaum-kaum ahli bid&#8217;ah yang selama ini terbuai dan terlena oleh manisnya pemikiran mereka yang menganggap ini-itu baik padahal tidak ada dasarnya sama sekali dalam Islam.</p>
<p>Inilah manhaj yang menjadi pegangan ana sekarang.Ana selalu berdalil menggunakan manhaj ini dan menggunakan fatwa-fatwa Al Lajnah Ad Daimah. Walaupun ada beberapa poin dari fatwanya yang ana tidak setuju,tapi ana maklum karena bagaimanapun juga Ulama adalah seorang manusia,yang tidak berlepas dari kesalahan.Ana juga selalu berusaha membela kalau-kalau ada yang berusaha memfitnah Syaikh Ibnu Taimiyah maupun Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan manhaj Salafush Sholeh. Ana selalu berusaha menggunakan dalil-dalil dari mereka yang walaupun sering kali diejek dan dicaci oleh ikhwan lainnya.InsyaAllah ana selalu akan istiqomah menjalankan syariat-syariat yang sudah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya tanpa dibumbui praktik-praktik bid&#8217;ah manapun walaupun itu harus dicerca oleh kawan-kawan ana sendiri.</p>
<p>Bagi para pecinta ibadah,berhati-hatilah dalam meniti jalan yang lurus ini. Janganlah kalian terbuai sebagaimana kaum Nashara dan Yahudi melakukan praktik-praktik bid&#8217;ah yang tidak ada dasarnya dalam kitab mereka. Janganlah kita meniru langkah-langkah mereka sehingga mendatangkan laknat Allah atas diri kita. Sesungguhnya merekalah yang mendustakan Allah dan RasulNya.  Berpegang teguhlah pada tali buhul Allah dan gigitlah kuat-kuat apa yang diberikan oleh Allah dan Rasul kepada kamu semua. Janganlah kita terperosok dalam jalan kehinaan yang sama seperti jalannya kaum fasik.<br />
Ana sendiri sudah berlepas diri dari belenggu jeratan mereka dan jangan sampai terjerumus untuk kedua kalinya.</p>
<p>Sekian dari ana yang masih dalam tahap pembelajaran Dien ini,Bagi yang ingin berkorespodensi,silahkan meng-add : <a href="mailto:yokuzaaffi@yahoo.com">yokuzaaffi@yahoo.com</a> di Facebook. </p>
<p>Wassalam,</p>
<p>Muhammad Yusuf/Huang Sing Han<br />
Medan-Sumut</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Biografi Ustadz by Assegaf</title>
		<link>http://abiubaidah.com/about/comment-page-1/#comment-3375</link>
		<dc:creator>Assegaf</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 13:24:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=2#comment-3375</guid>
		<description>barokallah,,,,semoga keridhaan Allah yang kita cari, kita dapatkan dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, surga no 2 ridha Allah yang pertama dann utama dalam keikhlasan berbuat untuk ummat bukan menndapatkan ganjarann pahala. do,a kami insyallah akan berkumandang untuk ustad yang ikhlas mencari ridha-Nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>barokallah,,,,semoga keridhaan Allah yang kita cari, kita dapatkan dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, surga no 2 ridha Allah yang pertama dann utama dalam keikhlasan berbuat untuk ummat bukan menndapatkan ganjarann pahala. do,a kami insyallah akan berkumandang untuk ustad yang ikhlas mencari ridha-Nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

