<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perselisihan Adalah Rahmat? Yang Benar Saja!</title>
	<atom:link href="http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/</link>
	<description>Membela Agama dengan Ilmu dan Hujjah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 15:52:36 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Taufiq</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/comment-page-1/#comment-922</link>
		<dc:creator>Taufiq</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 10:31:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=469#comment-922</guid>
		<description>@Akhi Slamet Untung,
Ingin mengomentari : &quot;different is not conflict&quot;.
Ini sepertinya dalam tataran teori. Dalam tataran praktek ternyata sangat jauh.
Beberapa hari yang lalu, ada contoh menarik dalam hal ini, yaitu tentang perbedaan masalah hukum cadar. Yang saya maksud adalah perbedaan antara cadar bagian dari Islam (hukumnya: wajib/sunnah), dan cadar bagian dari tradisi (bukan bagian Islam).
Saat pemerintah Perancis ingin melarang penggunaan cadar di tempat umum, apa yang disampaikan oleh orang yang meyakini bahwa cadar bukan bagian Islam? Seorang Imam di Perancis justeru mendukung pemerintah, dan disampaikan di media. Dimana letak toleransi terhadap perbedaan pendapat? Bukankah dengan cara seperti itu, imam tersebut jusetru memojokkan saudara-saudaranya sendiri, yang seharusnya mereka bantu? Baca &lt;a href=&quot;http://www.telegraph.co.uk/expat/expatnews/7053101/Paris-imam-backs-Frances-burqa-ban.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt; beritanya. &lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Akhi Slamet Untung,<br />
Ingin mengomentari : &#8220;different is not conflict&#8221;.<br />
Ini sepertinya dalam tataran teori. Dalam tataran praktek ternyata sangat jauh.<br />
Beberapa hari yang lalu, ada contoh menarik dalam hal ini, yaitu tentang perbedaan masalah hukum cadar. Yang saya maksud adalah perbedaan antara cadar bagian dari Islam (hukumnya: wajib/sunnah), dan cadar bagian dari tradisi (bukan bagian Islam).<br />
Saat pemerintah Perancis ingin melarang penggunaan cadar di tempat umum, apa yang disampaikan oleh orang yang meyakini bahwa cadar bukan bagian Islam? Seorang Imam di Perancis justeru mendukung pemerintah, dan disampaikan di media. Dimana letak toleransi terhadap perbedaan pendapat? Bukankah dengan cara seperti itu, imam tersebut jusetru memojokkan saudara-saudaranya sendiri, yang seharusnya mereka bantu? Baca <a href="http://www.telegraph.co.uk/expat/expatnews/7053101/Paris-imam-backs-Frances-burqa-ban.html" rel="nofollow"> beritanya. </a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu ubaidah</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/comment-page-1/#comment-794</link>
		<dc:creator>abu ubaidah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 23:17:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=469#comment-794</guid>
		<description>Akhi Slamet Untung, smg Allah mengampuni anda.
1. Subhanallah, saudara mengatakan hal itu tdk penting?! Bukankah kalau ucpn di atas dinisbatkan kepd Nabi berarti dosa yang snagat besar?! Manakah kecemburunmu untuk membela hadits Nabi dari kedustaan.
2. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan, ini benar dan itupun kami tegaskan dlm artikel bahwa perselisihan adalh sesuatu yang tidak bisa dielakkan, namun bukan berarti kita berpangku tangan dan menyerah, karena perbedaan adalah dilarang dlam Islam. Bukankah Islam melarang dosa tapi dosa adalah keniscayaan?! Jadi Allah menjadikan perselisihan tetapi Dia tidk meridhoinya, sebagaimana misalnya Allah menciptakan Syetan, Neraka, orang kafir dll tetapi Allah tidk meridhoinya.
Janganlah anda mencampur adukkan masalah. apalagi mengatakan bahwa yang melarang ikhtilaf adalah orang yang berpemikiran ciut, karena sesunguhnya yang melarang adalah Al-Qur&#039;an, hadits dan para ulama juga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akhi Slamet Untung, smg Allah mengampuni anda.<br />
1. Subhanallah, saudara mengatakan hal itu tdk penting?! Bukankah kalau ucpn di atas dinisbatkan kepd Nabi berarti dosa yang snagat besar?! Manakah kecemburunmu untuk membela hadits Nabi dari kedustaan.<br />
2. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan, ini benar dan itupun kami tegaskan dlm artikel bahwa perselisihan adalh sesuatu yang tidak bisa dielakkan, namun bukan berarti kita berpangku tangan dan menyerah, karena perbedaan adalah dilarang dlam Islam. Bukankah Islam melarang dosa tapi dosa adalah keniscayaan?! Jadi Allah menjadikan perselisihan tetapi Dia tidk meridhoinya, sebagaimana misalnya Allah menciptakan Syetan, Neraka, orang kafir dll tetapi Allah tidk meridhoinya.<br />
Janganlah anda mencampur adukkan masalah. apalagi mengatakan bahwa yang melarang ikhtilaf adalah orang yang berpemikiran ciut, karena sesunguhnya yang melarang adalah Al-Qur&#8217;an, hadits dan para ulama juga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: slamet untung</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/comment-page-1/#comment-778</link>
		<dc:creator>slamet untung</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 11:57:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=469#comment-778</guid>
		<description>bagi saya, ada atau tidak ada hadis yang diperdebatkan di sini, tidaklah penting. sebab, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. orang yang bilang bahwa islam melarang ikhtilaf adalah orang yang berpikiran ciut.

perbedaan tidak harus berarti pertentangan. different is not conflict. putih dan hitam memang berbeda, tp tdk mesti bertentangan, kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagi saya, ada atau tidak ada hadis yang diperdebatkan di sini, tidaklah penting. sebab, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. orang yang bilang bahwa islam melarang ikhtilaf adalah orang yang berpikiran ciut.</p>
<p>perbedaan tidak harus berarti pertentangan. different is not conflict. putih dan hitam memang berbeda, tp tdk mesti bertentangan, kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wira Bin Widya Akhiarto</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/comment-page-1/#comment-762</link>
		<dc:creator>Wira Bin Widya Akhiarto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 14:23:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=469#comment-762</guid>
		<description>setuju tom , kalo memang benar , bawakan saja.. ya toh..
jazakallahu khairan Abu Yusuf...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju tom , kalo memang benar , bawakan saja.. ya toh..<br />
jazakallahu khairan Abu Yusuf&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: roel</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/comment-page-1/#comment-751</link>
		<dc:creator>roel</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 01:34:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=469#comment-751</guid>
		<description>untuk tomi...akh terimakasih atas nasehatnya....saya tidak bermaksud menertawakan lo...afwan jika ada yang tersinggung...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk tomi&#8230;akh terimakasih atas nasehatnya&#8230;.saya tidak bermaksud menertawakan lo&#8230;afwan jika ada yang tersinggung&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tommi</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/comment-page-1/#comment-737</link>
		<dc:creator>Tommi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 07:39:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=469#comment-737</guid>
		<description>Untuk akhi roel : Afwan jiddan akhi. Jgn bisanya hanya menertawakan pendapat org. Kita sama2 belajar disini, klo antum fair dan punya pendapat lain, cobalah bawakan sanad dan takhrijnya kemari dan tafsirannya bagaimana, ayo kita sama2 simak...oke, kita sama2 penuntut ilmu kok disini. Kalo antum mau membantah artikel ustadz abu ubaidah, maka bantahlah dengan ilmiah, jgn dgn emosi. Jgn tersinggung ya akhi. Ana cuma mau fair aja kok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk akhi roel : Afwan jiddan akhi. Jgn bisanya hanya menertawakan pendapat org. Kita sama2 belajar disini, klo antum fair dan punya pendapat lain, cobalah bawakan sanad dan takhrijnya kemari dan tafsirannya bagaimana, ayo kita sama2 simak&#8230;oke, kita sama2 penuntut ilmu kok disini. Kalo antum mau membantah artikel ustadz abu ubaidah, maka bantahlah dengan ilmiah, jgn dgn emosi. Jgn tersinggung ya akhi. Ana cuma mau fair aja kok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: roel</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/comment-page-1/#comment-735</link>
		<dc:creator>roel</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 03:46:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=469#comment-735</guid>
		<description>tulisanrusnali: trus gini sdr Roel…kl dl kaidah bhs indonesia cakupan kata “perselisihan” diatas berarti “luas” kan?bg anda yg mnganggap itu rahmah sy mo konfirmasi, berarti perselisihan antara Abu Bakar RA dg Musailamah al kadzdzab adalah rahmat?

UNtuk rusnali: saya ketawa membacanya...ya tentu saja hadist itu tidak bisa ditafsirkan seperti itu

rupanya antum harus lebih banyak belajar begitu juga saya...afwan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisanrusnali: trus gini sdr Roel…kl dl kaidah bhs indonesia cakupan kata “perselisihan” diatas berarti “luas” kan?bg anda yg mnganggap itu rahmah sy mo konfirmasi, berarti perselisihan antara Abu Bakar RA dg Musailamah al kadzdzab adalah rahmat?</p>
<p>UNtuk rusnali: saya ketawa membacanya&#8230;ya tentu saja hadist itu tidak bisa ditafsirkan seperti itu</p>
<p>rupanya antum harus lebih banyak belajar begitu juga saya&#8230;afwan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ibnu Abi Irfan</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/comment-page-1/#comment-730</link>
		<dc:creator>Ibnu Abi Irfan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 13:48:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=469#comment-730</guid>
		<description>Apa yang diucapkan oleh Ustadz Abu Ubaidah adalah ucapan ilmiah dengan sudut pandang objektif. mengkritik seorang ulama bukan berarti menghina atau merasa lebih pitar darinya.

beliau sangat menghormati Al Hafidz sebagai salah satu ulama terkemuka di bidang hadits. beliau menjadikan Al Hafidz sebagai rujukan ilmiah.

semoga antum bisa menjernihkan pikiran dan hati sehingga mampu membedakan mana kritikan dan mana celaan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang diucapkan oleh Ustadz Abu Ubaidah adalah ucapan ilmiah dengan sudut pandang objektif. mengkritik seorang ulama bukan berarti menghina atau merasa lebih pitar darinya.</p>
<p>beliau sangat menghormati Al Hafidz sebagai salah satu ulama terkemuka di bidang hadits. beliau menjadikan Al Hafidz sebagai rujukan ilmiah.</p>
<p>semoga antum bisa menjernihkan pikiran dan hati sehingga mampu membedakan mana kritikan dan mana celaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rusnali</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/comment-page-1/#comment-728</link>
		<dc:creator>rusnali</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 08:36:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=469#comment-728</guid>
		<description>sdr Roel,
o...iya br sy ktmu logika nya. ini dia, anda ikut pd ijma&#039; bukan?kl begitu mana yg anda ikuti satu ulama atau ijma&#039;(bukan kita mo mrendahkan mreka tp justru utk memuliakan mereka dg cara kita ikuti kebenaran dan kita nyatakan kesalahan scara arif dan adil tnp sikap sinis, mslh kata2 adlh hal yg relatif trgantung pd hati yg mngutarakannya)?
trus gini sdr Roel...kl dl kaidah bhs indonesia cakupan kata &quot;perselisihan&quot; diatas berarti &quot;luas&quot; kan?bg anda yg mnganggap itu rahmah sy mo konfirmasi, berarti perselisihan antara Abu Bakar RA dg Musailamah al kadzdzab adalah rahmat?kl namanya rahmat ya mestinya dijaga dan dilestarikan bukan, bukannya dihancurkan...tp knp para shbt bertindak demikian (spt dl sejarah)??o..o..ow
dan trus trang kita emang ga tau sapa yg kan masuk surga, bs sj antum masuk surga kita di neraka dan sebaliknya (Alloh A&#039;lam)..tp hal ini bukan alasan klise utk mngatakn yg benar dan yg slh. bhkn para imam pun ga da jaminan masuk surga kita semua saling brlomba utk meraihnya,CARANYA?ya...tntu dg jalannya orang2 mu&#039;min yg Alloh tlh ridhoi mreka dan mreka pun ridho pd Alloh (mrekalah pr shabt).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sdr Roel,<br />
o&#8230;iya br sy ktmu logika nya. ini dia, anda ikut pd ijma&#8217; bukan?kl begitu mana yg anda ikuti satu ulama atau ijma&#8217;(bukan kita mo mrendahkan mreka tp justru utk memuliakan mereka dg cara kita ikuti kebenaran dan kita nyatakan kesalahan scara arif dan adil tnp sikap sinis, mslh kata2 adlh hal yg relatif trgantung pd hati yg mngutarakannya)?<br />
trus gini sdr Roel&#8230;kl dl kaidah bhs indonesia cakupan kata &#8220;perselisihan&#8221; diatas berarti &#8220;luas&#8221; kan?bg anda yg mnganggap itu rahmah sy mo konfirmasi, berarti perselisihan antara Abu Bakar RA dg Musailamah al kadzdzab adalah rahmat?kl namanya rahmat ya mestinya dijaga dan dilestarikan bukan, bukannya dihancurkan&#8230;tp knp para shbt bertindak demikian (spt dl sejarah)??o..o..ow<br />
dan trus trang kita emang ga tau sapa yg kan masuk surga, bs sj antum masuk surga kita di neraka dan sebaliknya (Alloh A&#8217;lam)..tp hal ini bukan alasan klise utk mngatakn yg benar dan yg slh. bhkn para imam pun ga da jaminan masuk surga kita semua saling brlomba utk meraihnya,CARANYA?ya&#8230;tntu dg jalannya orang2 mu&#8217;min yg Alloh tlh ridhoi mreka dan mreka pun ridho pd Alloh (mrekalah pr shabt).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: roel</title>
		<link>http://abiubaidah.com/kritik-perselisihan-rahmat.html/comment-page-1/#comment-718</link>
		<dc:creator>roel</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 00:28:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?p=469#comment-718</guid>
		<description>Sebagian ulama berusaha untuk menguatkan hadits ini. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Hadits ini sangat populer sekali. Sering ditanyakan dan banyak di kalangan imam hadits menilai bahwa ungkapan ini tidak ada asalnya, tetapi al-Khothobi menyebutkan dalam Ghoribul Hadits…Ucapannya kurang memuaskan dalam penisbatan hadits ini tetapi saya merasa bahwa hadits ini ada asalnya”.[3] 
Sungguh, ini adalah suatu hal yang sangat aneh sekali dari Al-Hafizh Ibnu Hajar –semoga Allah mengampuninya-. Bagaimana beliau merasa bahwa hadits ini ada asalnya, padahal tidak ada sanadnya?! Bukankah beliau sendiri mengakui bahwa mayoritas ulama ahli hadits telah menilai hadits ini tidak ada asalnya

Astagfirullah akh abu ubaidah anda telah tidak berbuat sopan dengan mengatakan Sungguh, ini adalah suatu hal yang sangat aneh sekali dari Al-Hafizh Ibnu Hajar –semoga Allah mengampuninya-. masya Allah akh antum itu gak ada apa-apanya dengan al hafizh ibnu hajar kok berkata seperti itu jujur saja saya lebih percaya kepada pendapatnya ibnu hajar

Kalau sekarang dia masih hidup kemudian antum bertanya seperti itu maka dia bisa menjelaskan secara gamblang mengapa ia berpendapat seperti itu...ia ahli hadist lo jadi tidak sembarangan ia berkata demikian pasti ada alasannya.ingat itu...enak saja</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian ulama berusaha untuk menguatkan hadits ini. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Hadits ini sangat populer sekali. Sering ditanyakan dan banyak di kalangan imam hadits menilai bahwa ungkapan ini tidak ada asalnya, tetapi al-Khothobi menyebutkan dalam Ghoribul Hadits…Ucapannya kurang memuaskan dalam penisbatan hadits ini tetapi saya merasa bahwa hadits ini ada asalnya”.[3]<br />
Sungguh, ini adalah suatu hal yang sangat aneh sekali dari Al-Hafizh Ibnu Hajar –semoga Allah mengampuninya-. Bagaimana beliau merasa bahwa hadits ini ada asalnya, padahal tidak ada sanadnya?! Bukankah beliau sendiri mengakui bahwa mayoritas ulama ahli hadits telah menilai hadits ini tidak ada asalnya</p>
<p>Astagfirullah akh abu ubaidah anda telah tidak berbuat sopan dengan mengatakan Sungguh, ini adalah suatu hal yang sangat aneh sekali dari Al-Hafizh Ibnu Hajar –semoga Allah mengampuninya-. masya Allah akh antum itu gak ada apa-apanya dengan al hafizh ibnu hajar kok berkata seperti itu jujur saja saya lebih percaya kepada pendapatnya ibnu hajar</p>
<p>Kalau sekarang dia masih hidup kemudian antum bertanya seperti itu maka dia bisa menjelaskan secara gamblang mengapa ia berpendapat seperti itu&#8230;ia ahli hadist lo jadi tidak sembarangan ia berkata demikian pasti ada alasannya.ingat itu&#8230;enak saja</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
