<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tanya Hadits</title>
	<atom:link href="http://abiubaidah.com/tanya-hadits/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiubaidah.com</link>
	<description>Membela Agama dengan Ilmu dan Hujjah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 15:16:01 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Taufik Rahman</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-hadits/comment-page-1/#comment-1748</link>
		<dc:creator>Taufik Rahman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 04:09:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=572#comment-1748</guid>
		<description>afwan ust,
ana mau tanya derajat hadits berikut ini.

Diriwayatkan dari Nabi SAW, bahwasanya Beliau bersabda : “Tiada jua datang atas mayit yang terlebih keras pada malam yang pertama, maka kasihanilah kamu akan dia dengan shadaqah. Maka barang siapa tidak mampu olehnya akan shadaqah, maka hendaklah ia sembahyang dua raka’at, pada tiap-tiap raka’at membaca : Surat Al-Fatihah (1x),  Ayat Qursi (1x), Surat Al-Hakumuttakattakasur (1x),  dan Surat Al-Ikhlas (10x)”.

hadits ini dinukil oleh Al-habib ali bin muchsin albaar tanpa menyebutkan takhrij haditsnya.

hadits ini sangat masyhur didaerah kalimantan, bahkan parahnya, seseorang yang meninggal salah satu sanak familinya, mereka memberikan &#039;amplop&#039; memberikan upah kepada seorang santri yang mondok disana lalu menunaikan sholat yang kemudian sholat tersebut dihadiahkan kepada simayyit. 
&#039;amplop&#039; tersebut berisikan berkisar antara 10rb sampai 50ribu.
itulah adat orang-orang disana.
mohon penjelasannya.
syukron wa jazakumullah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>afwan ust,<br />
ana mau tanya derajat hadits berikut ini.</p>
<p>Diriwayatkan dari Nabi SAW, bahwasanya Beliau bersabda : “Tiada jua datang atas mayit yang terlebih keras pada malam yang pertama, maka kasihanilah kamu akan dia dengan shadaqah. Maka barang siapa tidak mampu olehnya akan shadaqah, maka hendaklah ia sembahyang dua raka’at, pada tiap-tiap raka’at membaca : Surat Al-Fatihah (1x),  Ayat Qursi (1x), Surat Al-Hakumuttakattakasur (1x),  dan Surat Al-Ikhlas (10x)”.</p>
<p>hadits ini dinukil oleh Al-habib ali bin muchsin albaar tanpa menyebutkan takhrij haditsnya.</p>
<p>hadits ini sangat masyhur didaerah kalimantan, bahkan parahnya, seseorang yang meninggal salah satu sanak familinya, mereka memberikan &#8216;amplop&#8217; memberikan upah kepada seorang santri yang mondok disana lalu menunaikan sholat yang kemudian sholat tersebut dihadiahkan kepada simayyit.<br />
&#8216;amplop&#8217; tersebut berisikan berkisar antara 10rb sampai 50ribu.<br />
itulah adat orang-orang disana.<br />
mohon penjelasannya.<br />
syukron wa jazakumullah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agus</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-hadits/comment-page-1/#comment-1716</link>
		<dc:creator>agus</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 00:01:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=572#comment-1716</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Ustadz, saya pernah membaca sebuah hadits &quot;kemuliaan umur dan waktu lebih bernilai dibandingkan kemulian harta”. apakah hadits itu shahih terus riwayat siapa? jazakallah khoir...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Ustadz, saya pernah membaca sebuah hadits &#8220;kemuliaan umur dan waktu lebih bernilai dibandingkan kemulian harta”. apakah hadits itu shahih terus riwayat siapa? jazakallah khoir&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Khobir</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-hadits/comment-page-1/#comment-1598</link>
		<dc:creator>Khobir</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 09:11:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=572#comment-1598</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wr. wb
Ustadz, Mau tanya kedudukan hadist tentang Pengakuan Iblis Kepada Rasusullah sebagaimana banyak berkembang di Internet.. Apakah Hadist Tersebut sah atau tidak ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb<br />
Ustadz, Mau tanya kedudukan hadist tentang Pengakuan Iblis Kepada Rasusullah sebagaimana banyak berkembang di Internet.. Apakah Hadist Tersebut sah atau tidak ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad jailani</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-hadits/comment-page-1/#comment-1090</link>
		<dc:creator>Ahmad jailani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 04:44:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=572#comment-1090</guid>
		<description>Assalamualaikun
Ibnu Umar ketika berbicara tentang orang-orang yang merobek agama, beliau menyebut mereka sebagai berikut :
&quot;Sesungguhnya mereka suka membelok-belokkan ayat-ayat yang sebenarnya turun kepada orang-orang kafir lalu mereka menjadikannya untuk orang-orang Mukmin&quot;.
Ibnu Umar melihat mereka ini sebagai makhluk ALlah yang terburuk. (Sahih BUkhari hadith no 6531)
Mohon penjelasannya ? Syukron.,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikun<br />
Ibnu Umar ketika berbicara tentang orang-orang yang merobek agama, beliau menyebut mereka sebagai berikut :<br />
&#8220;Sesungguhnya mereka suka membelok-belokkan ayat-ayat yang sebenarnya turun kepada orang-orang kafir lalu mereka menjadikannya untuk orang-orang Mukmin&#8221;.<br />
Ibnu Umar melihat mereka ini sebagai makhluk ALlah yang terburuk. (Sahih BUkhari hadith no 6531)<br />
Mohon penjelasannya ? Syukron.,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Slamet</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-hadits/comment-page-1/#comment-1059</link>
		<dc:creator>Slamet</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 00:12:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=572#comment-1059</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum
ustadz -barakallohu fikum- ana mau tanya kenapa al imam hasan al bashri tidak bisa diterima haditsnya?padahal beliau terkenal sebagai ulama&#039; ahlu sunnah!
terimakasih atas jawabanya
wassalamu&#039;alaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
ustadz -barakallohu fikum- ana mau tanya kenapa al imam hasan al bashri tidak bisa diterima haditsnya?padahal beliau terkenal sebagai ulama&#8217; ahlu sunnah!<br />
terimakasih atas jawabanya<br />
wassalamu&#8217;alaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mohammad fadil</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-hadits/comment-page-1/#comment-1004</link>
		<dc:creator>mohammad fadil</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 13:11:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=572#comment-1004</guid>
		<description>AsslkmUstad ana mau tanya, bagaimana caranya agar hati ini tetap bersih???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>AsslkmUstad ana mau tanya, bagaimana caranya agar hati ini tetap bersih???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abi thalib</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-hadits/comment-page-1/#comment-949</link>
		<dc:creator>abi thalib</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 17:14:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=572#comment-949</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaykum warahmatullahi wabarakatuh,
ustadz ana mau tanya apakah benar atau tidak hadits berikut ini. dan bagaimana derajatnya.

Abdullah Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda yang artinya: “Akan ada penguasa yang kamu kenal dari mereka yang baik dan jahat. Siapa saja yang menentangnya akan selamat. Siapa saja yang berlepas diri darinya akan selamat. Dan siapa saja yang bersama dengan mereka akan binasa.” (Dikoleksi oleh Ibnu Abi Syaibah dan At-Tabarani; Al-Al Bany dalam “Shahih Al-Jaami’”, Hadits No. 3661)

kalau hadits diatas benar, bagaimana dgn hadits2 yang melarang kita berlepas diri dan menentang kepada penguasa? mohon penjelasannya ya ustadz..
syukron, jazakallahu khairan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum warahmatullahi wabarakatuh,<br />
ustadz ana mau tanya apakah benar atau tidak hadits berikut ini. dan bagaimana derajatnya.</p>
<p>Abdullah Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda yang artinya: “Akan ada penguasa yang kamu kenal dari mereka yang baik dan jahat. Siapa saja yang menentangnya akan selamat. Siapa saja yang berlepas diri darinya akan selamat. Dan siapa saja yang bersama dengan mereka akan binasa.” (Dikoleksi oleh Ibnu Abi Syaibah dan At-Tabarani; Al-Al Bany dalam “Shahih Al-Jaami’”, Hadits No. 3661)</p>
<p>kalau hadits diatas benar, bagaimana dgn hadits2 yang melarang kita berlepas diri dan menentang kepada penguasa? mohon penjelasannya ya ustadz..<br />
syukron, jazakallahu khairan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhamad Juhari</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-hadits/comment-page-1/#comment-642</link>
		<dc:creator>Muhamad Juhari</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 02:01:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=572#comment-642</guid>
		<description>Ustadz Abu Ubaidah,

Ketika sedang berdiskusi dengan seorang teman yang aktif di organisasi Hizbut Tahrir Indonesia, beliau melontarkan syubhat yang didasari dari hadits berikut:

“Akan ada pemimpin-pemimpin yang kalian ketahui kema’rufannya dan kemungkarannya. Maka Siapa saja yang membencinya dia bebas (tidak berdosa) dan siapa saja yang mengingkari dia akan selamat. Tetapi siapa saja yang rela dan mengikutinya (dia akan celaka).” (HR. Muslim)

Yang dihubungkan dengan QS. Al-Ahzab 66-68

Dalil tersebut di artikan untuk tidak mentaati pemimpin dalam segala keadaan (ma&#039;ruf atau mungkar).

Mohon penjelasan/syarah dari kedua dalil di atas.

Jazakallah khayran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustadz Abu Ubaidah,</p>
<p>Ketika sedang berdiskusi dengan seorang teman yang aktif di organisasi Hizbut Tahrir Indonesia, beliau melontarkan syubhat yang didasari dari hadits berikut:</p>
<p>“Akan ada pemimpin-pemimpin yang kalian ketahui kema’rufannya dan kemungkarannya. Maka Siapa saja yang membencinya dia bebas (tidak berdosa) dan siapa saja yang mengingkari dia akan selamat. Tetapi siapa saja yang rela dan mengikutinya (dia akan celaka).” (HR. Muslim)</p>
<p>Yang dihubungkan dengan QS. Al-Ahzab 66-68</p>
<p>Dalil tersebut di artikan untuk tidak mentaati pemimpin dalam segala keadaan (ma&#8217;ruf atau mungkar).</p>
<p>Mohon penjelasan/syarah dari kedua dalil di atas.</p>
<p>Jazakallah khayran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
