<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tanya Fiqh</title>
	<atom:link href="http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abiubaidah.com</link>
	<description>Membela Agama dengan Ilmu dan Hujjah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 15:16:01 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: nori haribowo</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/comment-page-3/#comment-1753</link>
		<dc:creator>nori haribowo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 03:57:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=8#comment-1753</guid>
		<description>assalamualaikum ustadz
mau tanya ustadz
1. apabila seorang pemimpin mengatakan negara ini bukan negara islam dan sepertinya tidak ada usaha untuk menerapkan hukum-2 islam di dalamnya.....padahal dia mengaku sebagai orang islam. Apa hukumya? apakah orang tersebut termasuk orang-orang yang doanya diterima. apakah haji dan umrohnya diterima
2. Justru pemimpin tersebut banyak membuat peraturan undang-undang yang menjauh dari nilai-nilai islam... apakah doa pemimpin tersebut termasuk doa yang diterima.
3. Manakah yang harus didahulukan:
di jaman sekarang sepertinya untuk urusan makan sehari-hari di daerah tempat tinggal saya tidak ada masalah, masyarakat semua kecukupan untuk mesalah pangan. akan tetapi untuk urusan kesehatan, pendidikan agama dan umum, mereka sangat kesulitan karena ketiadaan biaya. Masalahnya: bagaimana jika saat Idul adha tiba uang untuk membeli hewan kurban dialihkan untuk keperluan kesehatan, dan pendidikan karena dengan pertimbangan bahwa... penduduk daerah saya tersebut saat idul adha tiba daging hasil pembagian sering lebih banyak mubadzirnya.  Untuk daerah lain (kampung sebelah pun demikian adanya).  Bagaimana dana yang terkumpul untuk membeli hewan kurban bisa dialihkan untuk keperluan pendidikan baik agama ataupun pendidikan umum, dan untuk pembiayaan kesehatan masyarakat yang tidak mampu secara keuangan untuk mengakses hal tersebut diatas. apakah hal tersebut boleh. Mohon jawabanya ustad,...mohon dikirim ke nharibowo@live.com
terima kasih
wassalamualaikum wr. wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum ustadz<br />
mau tanya ustadz<br />
1. apabila seorang pemimpin mengatakan negara ini bukan negara islam dan sepertinya tidak ada usaha untuk menerapkan hukum-2 islam di dalamnya&#8230;..padahal dia mengaku sebagai orang islam. Apa hukumya? apakah orang tersebut termasuk orang-orang yang doanya diterima. apakah haji dan umrohnya diterima<br />
2. Justru pemimpin tersebut banyak membuat peraturan undang-undang yang menjauh dari nilai-nilai islam&#8230; apakah doa pemimpin tersebut termasuk doa yang diterima.<br />
3. Manakah yang harus didahulukan:<br />
di jaman sekarang sepertinya untuk urusan makan sehari-hari di daerah tempat tinggal saya tidak ada masalah, masyarakat semua kecukupan untuk mesalah pangan. akan tetapi untuk urusan kesehatan, pendidikan agama dan umum, mereka sangat kesulitan karena ketiadaan biaya. Masalahnya: bagaimana jika saat Idul adha tiba uang untuk membeli hewan kurban dialihkan untuk keperluan kesehatan, dan pendidikan karena dengan pertimbangan bahwa&#8230; penduduk daerah saya tersebut saat idul adha tiba daging hasil pembagian sering lebih banyak mubadzirnya.  Untuk daerah lain (kampung sebelah pun demikian adanya).  Bagaimana dana yang terkumpul untuk membeli hewan kurban bisa dialihkan untuk keperluan pendidikan baik agama ataupun pendidikan umum, dan untuk pembiayaan kesehatan masyarakat yang tidak mampu secara keuangan untuk mengakses hal tersebut diatas. apakah hal tersebut boleh. Mohon jawabanya ustad,&#8230;mohon dikirim ke <a href="mailto:nharibowo@live.com">nharibowo@live.com</a><br />
terima kasih<br />
wassalamualaikum wr. wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusuf Abu Ubaidah</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/comment-page-3/#comment-1298</link>
		<dc:creator>Yusuf Abu Ubaidah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 13:15:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=8#comment-1298</guid>
		<description>Was salamu alaikum. Benar, sebaiknya doa itu dalam sholat, seperti ketika sujud dan sebelum salam. Adapun setelah salam itu sebaiknya dzikir. 
Ketika sujud dilarang  membaca Al-Qur&#039;an tapi kalau kita membaca doa sekalipun yang terdapat dalam Al-Qur&#039;an maka boleh karena tujuan kita adalah berdoa.Wallahu A&#039;lam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Was salamu alaikum. Benar, sebaiknya doa itu dalam sholat, seperti ketika sujud dan sebelum salam. Adapun setelah salam itu sebaiknya dzikir.<br />
Ketika sujud dilarang  membaca Al-Qur&#8217;an tapi kalau kita membaca doa sekalipun yang terdapat dalam Al-Qur&#8217;an maka boleh karena tujuan kita adalah berdoa.Wallahu A&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ghozi</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/comment-page-3/#comment-1297</link>
		<dc:creator>Ghozi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 12:13:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=8#comment-1297</guid>
		<description>Assalamualaikum ustadz,nanya ya tadz. Benarkah berdoa setelah sholat itu tidak ada tuntunannya?trus sebaiknya kapan kita hrs berdoa. Di waktu kita sujud /ruku&#039; kita dilarang membaca alquran bagaimana kalau doa-doa yg ada didlm alquran.jazakalloh khoiron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum ustadz,nanya ya tadz. Benarkah berdoa setelah sholat itu tidak ada tuntunannya?trus sebaiknya kapan kita hrs berdoa. Di waktu kita sujud /ruku&#8217; kita dilarang membaca alquran bagaimana kalau doa-doa yg ada didlm alquran.jazakalloh khoiron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imam hanafi</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/comment-page-3/#comment-1263</link>
		<dc:creator>imam hanafi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 21:02:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=8#comment-1263</guid>
		<description>ust. gimana hukumnya menggunakan sinyal wifi yang nggak dikunci oleh pemiliknya..? sayapun tidak tau siapa yang punya. jazakallohu khoira atas jawabanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ust. gimana hukumnya menggunakan sinyal wifi yang nggak dikunci oleh pemiliknya..? sayapun tidak tau siapa yang punya. jazakallohu khoira atas jawabanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fickar</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/comment-page-3/#comment-924</link>
		<dc:creator>fickar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 14:11:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=8#comment-924</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum ustadz,,saya ingin bertanya, apakah air bekas bersuci dari kencing yang mengalir dari kemaluan ke pakaian atau badan itu najis ustadz ?,,syukron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum ustadz,,saya ingin bertanya, apakah air bekas bersuci dari kencing yang mengalir dari kemaluan ke pakaian atau badan itu najis ustadz ?,,syukron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu abdillah</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/comment-page-3/#comment-849</link>
		<dc:creator>abu abdillah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 06:06:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=8#comment-849</guid>
		<description>assalammu`alaykum ... semoga allah memberikan ustaz kekuatan dan kesehatn untuk terus berdakwah , disini ana ingin bertanya tentang kaedah ushul fiqh , tentang apabila terjadinya percampuran harta antara yang halal dan yang haram , sebab ana membaca ada kaedah ushul fiqh yang menyatakan Apabila berkumpul perkara yang halal dengan yang haram, maka dimenangkan (dikira) yang haram&quot;.  , saya ingin meminta penjelasan kpd ustaz  tentang kaedah ini, dan solusi bagaimana jalan keluar yang harus diambil , apakah harta yang bercampur antara yang halal dan yang haram itu harus dilupuskan berdasarkan kaedah ushul fiqh tadi ?? jazakallahu khayral jazaa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalammu`alaykum &#8230; semoga allah memberikan ustaz kekuatan dan kesehatn untuk terus berdakwah , disini ana ingin bertanya tentang kaedah ushul fiqh , tentang apabila terjadinya percampuran harta antara yang halal dan yang haram , sebab ana membaca ada kaedah ushul fiqh yang menyatakan Apabila berkumpul perkara yang halal dengan yang haram, maka dimenangkan (dikira) yang haram&#8221;.  , saya ingin meminta penjelasan kpd ustaz  tentang kaedah ini, dan solusi bagaimana jalan keluar yang harus diambil , apakah harta yang bercampur antara yang halal dan yang haram itu harus dilupuskan berdasarkan kaedah ushul fiqh tadi ?? jazakallahu khayral jazaa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu dea</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/comment-page-3/#comment-800</link>
		<dc:creator>Abu dea</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 12:56:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=8#comment-800</guid>
		<description>Bismillah...Assalamualaykum! Y...ustadz ana mau tanya tentang Hukum memakai pakaian berwarna kuning,orange/jingga karna warna ini adalah warna seragam kerja dipertambangan batubara.ustadz kami dgn pakaian seragam ini juga menunaikan sholat! Yg ana mau tanya benarkah warna orange itu haram dipakai.atas perhatian ustadz dan fatwanya ana sangat harapkan. Wasalam abudea</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230;Assalamualaykum! Y&#8230;ustadz ana mau tanya tentang Hukum memakai pakaian berwarna kuning,orange/jingga karna warna ini adalah warna seragam kerja dipertambangan batubara.ustadz kami dgn pakaian seragam ini juga menunaikan sholat! Yg ana mau tanya benarkah warna orange itu haram dipakai.atas perhatian ustadz dan fatwanya ana sangat harapkan. Wasalam abudea</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ibnu Shalih</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/comment-page-3/#comment-756</link>
		<dc:creator>Ibnu Shalih</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 16:07:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=8#comment-756</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaykum. ustadz, ana ingin tanya,
antum pasti tahulah kaidah ini:
جعل سبب ما ليس بسبب شرك أصغر
1.Apakah kaidah diatas itu benar?
2. Kalau benar maka sependek pengetahuan ana, setiap kaidah itu dibangun diatas dalil maka manakah dalil atas kaidah diatas? baiklah...kalau tidak ada dalil secara langsung tapi apa argumentasi yang mendasari munculnya kaidah diatas? Dan dimanakah segi syiriknya?
3. Siapakah &#039;ulama sebelum syaikh Al-&#039;Utsaimin yang pernah menjelaskan kaidah ini? 

Sekian ustdaz, semoga pertanyaan ana jelas...dan semoga antum diberi kemudahan oleh Rabbunaa (yang DzatNya berada diatas &#039;Arsy dan IlmuNya meliputi MakhlukNya) untuk menjawabnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaykum. ustadz, ana ingin tanya,<br />
antum pasti tahulah kaidah ini:<br />
جعل سبب ما ليس بسبب شرك أصغر<br />
1.Apakah kaidah diatas itu benar?<br />
2. Kalau benar maka sependek pengetahuan ana, setiap kaidah itu dibangun diatas dalil maka manakah dalil atas kaidah diatas? baiklah&#8230;kalau tidak ada dalil secara langsung tapi apa argumentasi yang mendasari munculnya kaidah diatas? Dan dimanakah segi syiriknya?<br />
3. Siapakah &#8216;ulama sebelum syaikh Al-&#8217;Utsaimin yang pernah menjelaskan kaidah ini? </p>
<p>Sekian ustdaz, semoga pertanyaan ana jelas&#8230;dan semoga antum diberi kemudahan oleh Rabbunaa (yang DzatNya berada diatas &#8216;Arsy dan IlmuNya meliputi MakhlukNya) untuk menjawabnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: supriman</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/comment-page-3/#comment-677</link>
		<dc:creator>supriman</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 06:41:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=8#comment-677</guid>
		<description>Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu&#039;alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
Ana mo menanyakan beberapa hal:
1. Kapankah seorang bayi yg baru lahir di-Adzan kan dan Iqamat?
2. Bagaimana perihal Tahniq kpd bayi, apakah harus dengan Qurma atao bisa yg lain?
3. Kapankah seorang bayi diberikan nama padanya? Pada hari ke-7(Aqiqah) atau pada saat lahir dan dilakukan tahniq? (Karena untuk mengurus administrasi seperti Akte Kelahiran sang bayi, maka bayi tsb harus diberi nama paling lama 2 hari setelah lahir. Bagaimana kita menghadapi kondisi ini? )
4. Aqiqah pada bayi laki2 akan tetapi kami (selaku orang tua) hanya mampu menyembelih 1 ekor kambing, bagaimana aqiqah kami? Bisa dilanjutkan ataukah ditangguhkan hingga mampu menyembelih 2 ekor kambing?


Atas waktu dan jawabanya saya ucapkan Jazakallahu Khairan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrahmanirrahiim,</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarokatuh,<br />
Ana mo menanyakan beberapa hal:<br />
1. Kapankah seorang bayi yg baru lahir di-Adzan kan dan Iqamat?<br />
2. Bagaimana perihal Tahniq kpd bayi, apakah harus dengan Qurma atao bisa yg lain?<br />
3. Kapankah seorang bayi diberikan nama padanya? Pada hari ke-7(Aqiqah) atau pada saat lahir dan dilakukan tahniq? (Karena untuk mengurus administrasi seperti Akte Kelahiran sang bayi, maka bayi tsb harus diberi nama paling lama 2 hari setelah lahir. Bagaimana kita menghadapi kondisi ini? )<br />
4. Aqiqah pada bayi laki2 akan tetapi kami (selaku orang tua) hanya mampu menyembelih 1 ekor kambing, bagaimana aqiqah kami? Bisa dilanjutkan ataukah ditangguhkan hingga mampu menyembelih 2 ekor kambing?</p>
<p>Atas waktu dan jawabanya saya ucapkan Jazakallahu Khairan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abi ubaidah</title>
		<link>http://abiubaidah.com/tanya-ustadz/comment-page-3/#comment-662</link>
		<dc:creator>abi ubaidah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 05:38:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abiubaidah.com/?page_id=8#comment-662</guid>
		<description>Wassalam. Ukhti Ummu rama, afwan masalah warisan saya mengetahui kadar diri saya. Sebaiknya ukthi tanyakan ke www.ahmadsabiq.com. Dan untuk admin, tolong ditutup pertanyaan soal warisan. Syukron.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wassalam. Ukhti Ummu rama, afwan masalah warisan saya mengetahui kadar diri saya. Sebaiknya ukthi tanyakan ke <a href="http://www.ahmadsabiq.com" rel="nofollow">http://www.ahmadsabiq.com</a>. Dan untuk admin, tolong ditutup pertanyaan soal warisan. Syukron.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
