Rambut Peninggalan Rasulullah, Benarkah?

Rambut Peninggalan Rasulullah, Benarkah? Abu Ubaidah As Sidawi Lagi viral tentang seorang yang mengaku mendapat amanah tuk membawa sehelai rambut peninggalan Rasulullah yg bersertifikat. Banyak orang tefitnah & terkagum sehingga berebut untuk mencium dan ngalap berkah darinya. Berikut ini penjelasan singkat tentang masalah tersebut agar kita tidak termasuk korban hoaks tersebut. 1. Pembagian Peninggalan Nabi Syeikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad menjelaskan: “Peninggalan Rasulullah terbagi menjadi tiga: 1. Peninggalan beliau berupa hadits dan sunnah. Ini wajib dijaga. 2. Peninggalan beliau berupa tempat. Ini jika shahih, maka diambil seperti masjid Nabawi, masjid Quba…

Baca Selengkapnya...

TABARRUK/NGALAP BERKAH DALAM ULASAN ULAMA SYAFI’IYYAH

TABARRUK/NGALAP BERKAH DALAM ULASAN ULAMA SYAFI’IYYAH Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi Prolog Saya pernah mendengar penuturan salah seorang kawan saya sendiri, dan kisah ini adalah kisah yang ia alami secara langsung. Kawan saya ini berasal dari salah satu pondok pesantren di Kota Jombang Jawa Timur. Pada suatu hari ia diajak oleh bibinya untuk berkunjung ke daerah Nganjuk –Jawa Timur- guna mengunjungi seorang wali. Setibanya di rumah wali itu, dia dipersilahkan masuk ke ruang tamu laki-laki, sedangkan bibinya dipersilahkan masuk ke ruang tamu wanita. Sepulang dari rumah wali itu, bibinya…

Baca Selengkapnya...

HUJJAH-HUJJAH HUKUM NGALAP BERKAH DENGAN KUBURAN

HUJJAH-HUJJAH HUKUM NGALAP BERKAH DENGAN KUBURAN Yusuf Abu Ubaidah A’s Sidawi Semua para rasul datang membawa ajaran tauhid dan memberantas syirik serta menutup segala pintu dan celah yang menjermusukan kepada syirik. Dakwah mereka adalah: يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia”. (QS. Hud: 84) Begitu juga Nabi kita Muhammad, beliau diutus di zaman Jahiliyyah saat bangsa Arab banyak melakukan kesyirikan kepada Allah karena mereka beribadah kepada batu, pohon, dan sesembahan hina lainnya. Maka Nabi Muhammad bangkit berdakwah untuk…

Baca Selengkapnya...

ADA APA DENGAN BULAN SYA’BAN?

ADA APA DENGAN BULAN SYA’BAN? Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi Bulan Sya’ban adalah bulan yang mulia, bulan yang sering dilalaikan oleh umat manusia dan bulan diangkatnya amal-amal hamba kepada Allah, Rabb alam semesta. عَنْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: Wahai Rasulullah, saya tidak melihatmu berpuasa…

Baca Selengkapnya...

BENARKAH IMAM AHMAD BIN HANBAL MEMBOLEHKAN TABARRUK DENGAN KUBURAN?

BENARKAH IMAM AHMAD BIN HANBAL MEMBOLEHKAN TABARRUK DENGAN KUBURAN? Yusuf Abu Ubaidah A’s Sidawi Dalam video debat yang viral beberapa waktu yang lalu, seorang ustadz pembela tabarruk kuburan berargumen tentang bolehnya dengan riwayat bahwa Imam Ahmad bin Hanbal membolehkannya. Nukilan itu terdapat dalam kitab Al ‘Ilal wa Ma’rifatu Rijal 2/492 karya Abdullah bin Ahmad bin Hanbal dia mengatakan: “Aku bertanya kepada beliau (Imam Ahmad) tentang seorang yang menyentuh mimbar Nabi dan menciumnya dan melakukan hal serupa kepada kuburannya dengan niat taqarrub kepada Allah? Maka beliau menjawab: “Tidak mengapa hal itu”.…

Baca Selengkapnya...