Semakin mendekati akhir zaman, peralatan medis semakin canggih, permasalahan pun menjadi kian berkembang dan semakin kompleks. Pertanyaan seputar “pembatal puasa” masih saja bermunculan, terutama berkaitan dengan permasalahan-permasalahan yang belum pernah ada zaman dahulu. Pada edisi kali ini, dengan izin Alloh, kami melanjutkan pembahasan bagian kedua, melanjutkan pembahasan yang telah kami sampaikan pada edisi yang telah lalu.[2] Di antara permasalahan-permasalahan yang perlu kita ketahui hukumnya bagi orang yang berpuasa adalah: 1. منظار المعدة (Endoscopy) Endoscopy adalah suatu alat medis yang dimasukkan melalui mulut, kerongkongan, terus ke lambung dan alat pencernaan, berfungsi…
Baca Selengkapnya...Agar “Mengingkari Kemungkaran” Tidak Menjadi Kemungkaran
Tidak ragu lagi bahwa mengingkari kemungkaran merupakan kewajiban agama dan ibadah yang sangat utama. Namun, harus diketahui bahwa pengingkaran memiliki etika dan kaidah yang telah diajarkan oleh Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena beliau adalah seorang yang paling mengerti tentang metode dakwah yang terbaik. Mungkinkah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada umatnya tata cara buang air besar, lalu melupakan untuk mengajarkan mereka tata cara inkarul munkar?!!
Baca Selengkapnya...Operasi Ganti Kelamin
Bagaimanakah sebenarnya pandangan agama terhadap operasi ganti kelamin? Adakah di antara modelnya yang diperbolehkan? Tulisan singkat berikut ini merupakan sebuah upaya untuk menemukan jawabannya.
Baca Selengkapnya...Masihkah Ada Syirik di Zaman Modern?
Syirik merupakan dosa yang paling besar. Dosa syirik tidak diampuni Allah jika pelakunya tidak bertaubat. Dosa syirik menjadikan pelakunya kekal di neraka selama-lamanya. Dosa syirik bisa membatalkan semua amalan yang telah dikerjakan. Bila demikian maka merupakan kewajiban kita semua untuk mewaspadai syirik dan menjaga diri agar tidak terjerumus ke dalam kubangannya.
Baca Selengkapnya...Imam Syafi’i Sang Pembela Hadits Nabi
Salah satu pilar utama dan landasan mendasar bagi manhaj salafi adalah perhatian terhadap hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik dari segi penelitian keshohihannya, mempelajari kandungan maknanya, membelanya dari hujatan, mengamalkan kandungannya, dan menebarkannya kepada khalayak manusia. Hal itu merupakan tanda utama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Ahli Hadits, dan Salafiyyun.
Baca Selengkapnya...



