Kategori: Sunnah dan Bid’ah

  • Kesucian Bulan Muharram Yang Ternoda

    Kesucian Bulan Muharram Yang Ternoda

    Kesucian Bulan Muharram Yang Ternoda

    Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

    Bulan Muharram adalah bulan yang istimewa dalam Islam. Nabi menyebutkan bulan Muharrom dengan nama Syahrullah (bulan Allah). Rasulullah bersabda:

    أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

    Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. (HR. Muslim 1163)

    Al-Hafizh Ibnu Rajab mengatakan:
    “Nabi memberi nama Muharram dengan Syahrullah. Penyandaran bulan ini kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keutamaannya. Karena Allah tidak akan menyandarkan sesuatu kepada diriNya kecuali pada makhlukNya yang istimewa”. (Lathaiful Ma’arif, hal. 81)

    Oleh karenanya, para salaf dahulu sangat mengagungkan bulan Muharram dengan berlomba-lomba dalam amal shalih sebagai bekal akherat.

    Abu Utsman an-Nahdi mengatakan:
    “Adalah para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama: Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Muharram”.

    Diantara amalan yang sangat dianjurkan di bulan ini adalah memperbanyak puasa terutama puasa Asyuro (10 Muharram) yang keutamaannya bisa menghapus dosa satu tahun yang lalu.
    Rasulullah bersabda:

    صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

    Puasa ‘Asyuro aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu. (HR. Muslim 1162)

    Demikianlah kemuliaan dan keagungan bulan Muharram. Maka atas dasar apakah keyakinan sebagian masyarakat kita yang malah menganggap bulan mulia ini sebagai bulan sial, kramat, angker dan menyeramkan, sehingga mereka tidak berani melangsungkan pernikahan, membuka bisnis, dan melakukan Safar di bulan ini, karena menganggap akan membawa kesialan?

    Sungguh itu adalah mitos jahiliiyah yang sangat bertentangan dengan Islam, dan tidak didukung secara ilmiah, ia hanyalah khurafat yang menodai keindahan bulan ini karena mengandung tathoyyur (merasa sial) dan celaan kepada waktu yang berkonsekwensi celaan kepada pencipta waktu yaitu Allah.

    Semoga Allah menjauhkan kita semua dari kesyirikan dan khurafat.

  • Dahsyatnya Neraka, Kenapa Kau Buat Bahan Canda?

    Dahsyatnya Neraka, Kenapa Kau Buat Bahan Canda?

    Dahsyatnya Neraka, Kenapa Kau Buat Bahan Canda?

    Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

    Neraka adalah adzab Allah untuk musuh-musuhNya. Neraka adalah penjara untuk para pelaku dosa. Neraka adalah tempat kehinaan yang teramat besar dan kerugian yang nyata. Tiada kehinaan maupun kerugian yang lebih besar daripada kehinaan dan kerugiannya.

    Neraka adalah tempat yang sangat mengerikan. Di sana disiapkan berbagai jenis siksa, kepedihan dan kesedihan yang tidak akan dapat dilukiskan oleh pena dan tak akan mampu digambarkan oleh kata-kata. (Syarah Rukun Iman, Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah, 3/193-194)

    Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:

    وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوْ رَأَيْتُمْ مَا رَأَيْتُ لَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا وَلَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا. قَالُوا: مَا رَأَيْتَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: رَأَيْتُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ

    “Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, kalau kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Para sahabat berkata, Apa yang engkau lihat, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, Aku telah melihat surga dan neraka. (HR. Muslim no. 426)

    Sayangnya, belakang ini sebagian orang yang mati hatinya menjadikan neraka sebagai bahan candaan.

    Berikut ini akan kami sampaikan sedikit dalil-dalil betapa ngerinya neraka sebagai pelajaran dan peringatan bagi kita semua.

    Sifat-Sifat Neraka

    Telah banyak nash dalam al-Quran dan as-Sunnah yang menjelaskan sifat-sifat neraka. Kami hanya akan menyampaikan sebagian kecilnya, mudah-mudahan menjadi nasihat bagi kita semua.

    1. Malaikat penjaga neraka
    Allah berfirman:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

    Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6)

    2. Besar neraka
    Dari Ibnu Masud, Nabi bersabda:

    يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زَمَامٍ، مَعَ كُلِّ زَمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا

    “Didatangkan neraka di hari itu, dalam keadaan ia memiliki 70.000 tali kekang, setiap tali kekang diseret 70.000 malaikat.” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)

    3. Panas neraka
    Rasulullah bersabda:

    نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ

    “Api kalian, yang dinyalakan bani Adam, adalah satu bagian dari tujuh bagian panasnya api neraka.” (HR. al-Bukhari no. 3265 dan Muslim no. 2843)

    4. Kedalaman neraka
    Ketika Rasulullah sedang bersama sahabatnya, tiba-tiba mereka mendengar suara. Beliau berkata:

    تَدْرُونَ مَا هَذَا؟ قَالَ: قُلْنَا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الْآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا

    “Tahukah kalian, apakah itu? Mereka berkata, Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beliau berkata, Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam Jahanam sejak tujuh puluh musim yang lalu. Sekarang baru sampai dasarnya. (HR. Muslim no. 2844)

    5. Makanan dan minuman penduduk neraka
    Allah berfirman:
    Kemudian sesungguhnya kalian, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, yang akan memenuhi perut kalian. Sesudah itu, kalian akan meminum air yang sangat panas. Maka kalian minum seperti unta yang sangat haus. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan. (QS. Al-Waqiah: 5156)

    Rasulullah berkata, Seandainya satu tetes zaqqum menetes di dunia, niscaya akan merusak kehidupan penduduk dunia. Bagaimana (kira-kira pengaruhnya) bagi orang yang memakannya. (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan an-Nasai, lihat Shahih Jami no. 5126)

    Sifat dan Keadaan Penghuni Neraka

    Tubuh penduduk neraka akan dijadikan besar oleh Allah.

    1. Tebal kulitnya
    Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda:

    ضَرسُ الكافرِ يومَ القيامةِ مِثلُ أُحُدٍ ، و عَرضُ جلدِه سبعون ذراعًا

    Sesungguhnya giginya orang kafir besok pada hari kiamat sebesar Gunung Uhud, kulit seorang kafir (di neraka) ialah 70 hasta. (HR. at-Tirmidzi dan al-Hakim. Lihat Shahihul Jami no. 2110)

    2. Tangisan penduduk neraka
    Allah berfirman:

    لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَهُمْ فِيهَا لَا يَسْمَعُونَ

    Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar. (QS. al-Anbiya: 100)

    Dari Abdullah bin Qais, Rasulullah berkata:

    يُرْسَلُ البكاءُ على أهلِ النارِ، فيَبْكُونَ حتى تنقطِعَ الدموعُ، ثُمَّ يبكونَ الدَّمَ، حتى يصيرَ في وجوهِهِم كهيئَةَ الأخدودِ ، لو أرسلَتْ فيه السفنُ لجرَتْ

    Sungguh penduduk neraka akan menangis sampai habis air mata mereka. Kemudian mereka akan menangis darah sebagai ganti air mata mereka. Seandainya perahu dijalankan di genangan air mata mereka, niscaya perahu tersebut akan berjalan. (HR. Ibnu Majah, lihat ash-Shahihah no. 1679)

    3. Penduduk neraka yang paling ringan azabnya
    Dari Abu Hurairah, Nabi berkata:

    إنَّ أهْوَنَ أهْلِ النَّارِ عَذابًا يَومَ القِيامَةِ، لَرَجُلٌ تُوضَعُ في أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَةٌ، يَغْلِي مِنْها دِماغُهُ.

    Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang dipakaikan kepadanya dua sendal dari api neraka, lantas mendidih otaknya karenanya. (HR. Ahmad dan al-Hakim, lihat ash-Shahihah no. 1680)

    Demikianlah secuil gambaran tentang ngerinya neraka. Semoga Allah melindungi kita semua darinya. Bagi yang ingin memperluas tentang neraka silahkan membaca kitab At Takhwif minan Naar karya Al Hafidz Ibnu Rajab Al Hanbali (Majmu’ Rasail 3/91-386) dan kitab Ustadzuna Yazid bin Abdul Qadir Jawas dalam kitabnya Syarah Rukun Iman jilid 3 hlm. 193-312. Beliau berdua telah membahas secara bagus sekali. Jazahumallahu Khairan.

    Agama Bukan Untuk Candaan

    Akhir-akhir ini viral penistaan agama dengan teknologi AI dan konten-konten merusak walau maksudnya bercanda “Hari pertama di Neraka gais….” “Ketemu dengan teman-temanku di Neraka” “Ini kamarku di Neraka”….Naudzu Billahi.

    Sungguh ucapan yang sangat kotor dan keluar dari hati yang mati.

    Ketahuilah wahai saudaraku seiman—semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahimu—bahwa isti hza’(mengolok-ngolok) Allah, nabi-Nya, kitab-Nya, dan/atau agama-Nya bukanlah masalah yang sepele, melainkan masalah besar yang sangat berbahaya karena itu termasuk pembatal keislaman seorang. Allah berfirman:

    وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ {65} لاَتَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ {66}

    “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS at-Taubah [9]: 65–66)

    Ayat ini menunjukkan bahwa kita harus memuliakan agama Islam dan tidak mencelanya. Tidak boleh kita menghinanya dan melecehkannya.

    Siapa yang mencela AllahSubhanahu wa Ta’ala, rasul-Nya, atau kitab-Nya maka dia kafir baik sengaja atau hanya bercanda.

    Ayat ini juga menunjukkan bahwa orang yang tidak mengingkari penghinaan kepada Allah, rasul-Nya, dan kitab-Nya maka dihukumi sama dengan penghina (dianggap setuju dengan penghinaan tersebut), karena dalam kejadian ini penghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanyalah satu orang saja, tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menghukumi sama terhadap semua munafik yang ada karena mereka semua mengetahuinya tetapi tidak mengingkarinya.

    Maka seyogianya setiap muslim merenungi dan menghayatinya agar tidak terjatuh dalam kubangan dosa penghinaan kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala dan agama-Nya yang semarak terjadi pada zaman sekarang, baik secara lisan atau tulisan di media-media cetak atau elektronik. Hendaknya kita semua mewaspadai hal ini dengan menjaga lisan kita dan menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. (Lihat kitab Durusun fi Syarhi Nawaqidhil Islam hlm. 124–134 oleh asy-Syaikh Dr. Shalih ibn Fauzan al-Fauzan).

    Semoga Allah meneguhkan kita di atas Islam dan semoga Allah memberikan hidayah kepada para pelaku. Dan semoga pemerintah tegas dan segera menangkap serta menghukum para pelaku. Wallahu A’lam.

  • Ngalap Berkah Dengan Peninggalan Rasulullah

    Ngalap Berkah Dengan Peninggalan Rasulullah

    Ngalap Berkah Dengan Peninggalan Rasulullah

    Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

    Lagi viral tentang seorang yang mengaku mendapat amanah tuk membawa sehelai rambut peninggalan Rasulullah yg bersertifikat. Banyak orang tefitnah & terkagum sehingga berebut untuk mencium dan ngalap berkah darinya. Bahkan sekarang ada yang membisniskannya.
    Berikut ini penjelasan singkat tentang masalah tersebut agar kita tidak termasuk korban hoaks tersebut.

    1. Pembagian Peninggalan Nabi

    Syeikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad menjelaskan:
    “Peninggalan Rasulullah terbagi menjadi tiga:
    1. Peninggalan beliau berupa hadits dan sunnah. Ini wajib dijaga.
    2. Peninggalan beliau berupa tempat.
    Ini jika shahih, maka diambil seperti masjid Nabawi, masjid Quba yg memiliki keutamaan sholat di sana. Adapun tempat yang tidak ada dalilnya yang shahih maka ditinggalkan.
    3. Peninggalan Nabi dari jasad seperti rambut, baju, sandal, tongkat dan sebagainya. Ngalap berkah padanya boleh sebagaimana dilakukan sahabat dan tabiin. Adapun sekarang, maka peninggalan tersebut telah hilang, tidak ada wujudnya dan tidak boleh dijadikan sebagai sandaran”. (At-Tahdzir Min Ta’zhimil Atsar Ghoiril Masyru’ah 4/215-216 -Kutub Wa Rosail-)

    2. Ngalap Berkah Dengan Rambut Nabi

    Perlu diketahui bahwa dzat Rasulullah berbarokah sebagaimana juga perbuatan beliau. Oleh karena itu para sahabat dahulu mengambil barokah dari jasad Rasulullah seperti rambutnya, keringatnya, ludahnya, sisa air wudhunya dan lain sebagainya, bukan sebagai ghuluw (berlebihan) kpd beliau tetapi sebagai penghormataan dan pengagungan kepada beliau karena mereka faham bahwa keberkahan hanya dari Allah.

    Ngalap berkah dengan rambut Nabi terjadi pada masa Nabi masih hidup dan juga setelah mati.
    Saat masih hidup, pernah Nabi ketika cukur rambut saat haji, beliau membagi2kan rambut nya kepada para sahabat. (Shahih Muslim 4/1812)
    Imam Nawawi mengatakan: “Dalam hadits ini terdapat dalil tentang tabarruk para sahabat dg rambut Nabi dan penghormatan mereka kepada rambu beliau”. (Syarh Shahih Muslim 15/82)
    Begitu pula setelah wafatnya Nabi, para sahabat dan juga tabi’in menyimpan beberapa helai Nabi, diantaranya adalah Anas bin Malik dan Ummu Salamah. (Shahih Bukhori 1/50, 7/57)

    3. Masih Adakah Peninggalan Rambut Nabi Sekarang ini?

    Pada zaman sekarang ini, banyak orang dg mudahnya mengklaim dia memiliki peninggalan Nabi berupa sorban, pedang, piring, tongkat, rambut, cincin dan lain sebagainya. Apakah itu benar?

    Klaim ini tidak benar sama sekali karena beberapa alasan berikut:

    1. Peninggalan Rasulullah itu tidak banyak, melain sedikit sekali.

    2. Peninggalan beliau banyak yang hilang karena beberapa faktor, diantaranya banyaknya peperangan seperti di akhir masa Abbasiyah saat pasukan Tatar menyerang Baghdad. (Lihat Al Bidayah wa Bihayah Ibnu Katsir 6/8)

    3. Tidak ada bukti otentik dan valid yg menegaskan bahwa itu adalah benar2 rambut Rasulullah. Kalau cuma praduga saja maka tidak bisa diterima, apalagi konsekwensi dari klaim ini menjadikan manusia melebihi batas dan rusak aqidahnya. Seorang muslim harus hati2 dalam agamanya dan aqidahnya, jangan terbawa perasaan dan semangat tanpa ilmu yg berujung kesesatan. Seorang muslim harus konsisten berpegang pada agamanya dan tidak melampui batas dari garis agama.

    4. Banyak sekali klaim peninggalan rambut Nabi di berbagai negara; di Turki, Damaskus, Mesir, Palestina dll yang gak masuk akal. Bahkan di Kostantinopel diklaim rambut Nabi di sana sebanyak 43 helai rambut pada tahun 1327 H kemudian dihadiahkan 25 hingga tersisa cuma 18. Bahkan di sebagian negara, rambut peninggalan tersebut disimpan di kotak atau botol dan dihiasi dg sutra. Di sebagian negara bahkan dirayakan pada malam tertentu seperti 27 Ramadhan atau nisyfu syaban.

    Ahmad Taimur Basya mengatakan: “Apa yang beredar di kalangan manusia bahwa itu adalah rambut Rasulullah bisa jadi itu yang beliau bagikan kepada para sahabat. Hanya saja masalah yang sulit adalah mengetahui yang shahih dan tidak”. (Al Atsar An Nabawiyyah hlm. 82)

    Intinya, klaim sebagian kalangan tersebut yang mengatakan bahwa ini atau itu adalah Rambut Nabi sangat meragukan dan butuh bukti otentik.
    Syeikh Al Albani mengatakan: “Kita berkeyakinan bahwa peninggalan Nabi sekarang ini seperti sandal, rambut dan sebagainya sudah tidak ada. Tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan bukti otentik tentang keshahihannya”. (At Tawassul Anwauhu wa Ahkamuhu hlm. 86)

    Apalagi setelah berlalu 14 abad dari zaman beliau ditambahnya banyak para pendusta kepada beliau sebagaimana pendusta pada hadits2 beliau.

    Maka yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita tabarruk dengan mengamalkan ajaran beliau, meneladani ibadah beliau, mengangungkan sunnah beliau dan mempelajari hadits2 beliau.

    Catatan tambahan: Tabarukk dg peninggalan itu khusus untuk peninggalan Nabi. Adapun selain nabi maka tidak bisa dibuat tabarruk siapapun orangnya. Oleh karena itu tidak dinukil dari seorangpun sahabat bahwa mereka tabarruk dg peninggalan Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali, padahal tidak ada di kalangan umat ini yg lebih mulia dari mereka.

    (Diringkas dari At Tabarruk Anwa’uhu wa Ahkamuhu, hlm. 243-260 oleh Dr. Nashir Al Juda’i dan Syarh Syamail Nabi karya Syeikh Abdur Rozzaq Al Badr hlm. 103-106)

  • Hajinya Anak Usia Dua Bulan, Sahkah?

    Hajinya Anak Usia Dua Bulan, Sahkah?

    Hajinya Anak Usia Dua Bulan, Sahkah?

    Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

    Bila ada anak usia baru dua bulan sudah diajak orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji. Apakah sah haji anak tersebut dan apakah sudah gugur kewajiban hajinya sehingga tidak perlu berangkat haji lagi nanti saat sudah baligh?
    Mari kita bahas masalah ini secara ilmiah agar menjadi tambahan ilmu, bukan cuma omongan liar bahkan cemoohan yang tidak ada faidahnya.

    Pada dasarnya semua amal ibadah, disyaratkan agar sah adalah mumayyiz (mengerti atau usia 7 tahun), hanya saja para ulama mengecualikan haji dan umrah karena adanya dalil-dalil yang menunjukkan sahnya haji anak kecil walau dia belum mumayyiz. Berikut diantara dalilnya:

    Hadits Pertama:

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ : رَفَعَتْ امْرَأَةٌ صَبِيًّا لَهَا فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ , أَلِهَذَا حَجٌّ ؟ قَالَ : ( نَعَمْ وَلَكِ أَجْرٌ )

    Dari Ibnu Abbas berkata: Ada seorang wanita yang mengangkat anak kecilnya seraya mengatakan: Wahai Rasulullah, apakah sah haji anak ini? Nabi menjawab: Ya, dan engkau juga dapat pahala. (HR. Muslim: 2378)

    Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam An Nawawi berkata mengomentari hadits ini: “Hadits ini merupakan hujjah bagi Asy Syafi’i, Malik, Ahmad dan mayoritas ulama bahwa haji anak kecil itu sah dan meraih pahala, walaupun tidak menggugurkan kewajiban haji Islamnya. Dan hadits ini jelas menunjukkan hal itu”.

    Imam Ibnu Abdil Barr juga mengatakan: ” Dalam hadits ini terdapat dalil tentang bolehnya haji anak kecil. Para ulama dari Hijaz, Iraq, Syam, Mesir membolehkan hal itu, berbeda dengan ahli bid’ah mereka menyelisihi hal itu dan menganggap haji anak kecil tidak boleh. Namun pendapat mereka tidak dianggap oleh para ulama berdasarkan hadits-hadits, bahkan Abu Bakar pernah haji membawa Ibnu Zubair yang mengenakan kain bayi (semacam pempes)”.

    Jika ada yang mengatakan, mungkin saja anak kecil tersebut sudah mumayyiz, kami katakan: Dalam riwayat Al Baihaqi 5/155 bahwa anak tersebut masih menyusui, maka itu menunjukkan secara jelas bahwa dia belum mumayyiz.

    Hadits Kedua:

    عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ : حَجَّ بِي أَبِي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ وَأَنَا ابْنُ سَبْعِ

    Dari Saib bin Yazid berkata: Ayahku mengajakku berhaji bersama Rasulullah saat haji wada’ ketika usiaku 7 tahun. (HR. Tirmidzi: 926 dan dishahihkan Al Albani)

    Hadits ini menunjukkan bahwa hajinya anak kecil itu sah walau dia belum baligh.
    Hanya saja usia 7 tahun sudah termasuk mumayyiz.

    Dalam hadits ini juga terdapat faidah bahwa apa yang dilakukan anak kecil berupa amal shalih maka ditulis dalam timbangan amal kebaikannya. Oleh karena itu Umar berkata: “Anak kecil itu dicatat amal kebaikannya tapi tidak dicatat dosanya”. (Al Istidzkar 4/398)

    Hadits Ketiga:

    عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( أيما صبي حج ثم بلغ فعليه حجة أخرى)

    Dari Ibnu Abbas berkata bahwa Nabi bersabda: “Bila seorang anak menunaikan haji kemudian baligh maka dia harus haji lagi yg wajib”. (HR. Asy Syafi’i dalam Musnadnya dan dishahihkan Al Albani dalam Irwaul Ghalil: 686)

    Imam At Tirmidzi berkata dalam As Sunan 3/265: “Para ulama telah bersepakat bahwa jika anak kecil haji sebelum baligh maka saat baligh dia berkewajiban haji lagi, dan haji yang telah dia lakukan belum menggugurkan kewajiban hajinya. Inilah pendapat Ats Tsauri, Asy Syafi’i, Ahmad dan Ishaq”.
    Ijma’ ini juga dinukil oleh Imam Ibnul Mundzir dalam Al Ijma’ hlm. 77. Sebagaimana beliau juga menukil ijma’ bahwa haji tidak wajib bagi anak kecil sampai dia baligh.

    Bahkan dulu banyak para salaf haji membawa anak-anak mereka dengan berharap meraih rahmat Allah untuk anak-anak mereka. (Al Istidzkar 4/398)

    Lantas bagaimana jika anak kecil yang sudah haji tersebut meninggal sebelum usia baligh? Jika dia meninggal sebelum baligh maka sudah meraih pahala haji wajib Islam, berdasarkan hadits:

    وعن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : إذا حج الصبي فهي له حجة حتى يعقل، وإذا عقل فعليه حجة أخرى

    Dari Ibnu Abbas berkata bahwa Nabi bersabda: Bila seorang anak menunaikan haji maka baginya haji Islam sampai dia baligh. Dan jika telah baligh maka dia harus haji lagi yg wajib. (HR. Ibnu Khuzaimah: 3050, Al Hakim 1/481, Al Baihaqi 4/325)

    Kesimpulan:

    1. Anak kecil tidak wajib haji
    2. Hajinya anak kecil sah dan boleh serta berpahala walaupun belum mumayyiz dan belum baligh
    3. Jika anak kecil sudah haji dan meninggal sebelum baligh maka dia mendapatkan pahala haji wajib dalam Islam
    4. Jika anak kecil sudah haji maka baligh berkewajiban menunaikan haji wajib. Haji sebelumnya dianggap sunnah saja.
    5. Kebaikan yang dilakukan anak kecil ditulis pahala dalam catatan amal kebaikannya, sedangkan dosa-dosa yang diperbuat anak kecil tidak dicatat.

    Demikian. Semoga bermanfaat.

    Banyak mengambil faidah dari kitab Al Ihtifal bi Ahkami wa Adabil Athfal hlm. 106-108.

    Ditulis di Masjid Nabawi 28 Juli 2024

  • Kenanganku Bersama Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

    Kenanganku Bersama Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

    Kenanganku Bersama Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

    Ditulis oleh: Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

    Ayyub as Sikhtiyani rahimahullah berkata:

    “Tatkala saya diberi kabar kematian seorang Ahli Sunnah, seakan-akan saya kehilangan sebagian anggota tubuh saya”. (Syarh Ushul I’tiqad Ahli Sunnah 1/60, Hilyah Auliya 3/9)

    Hari Kamis 11 Juli 2024 kita semua dikejutkan dengan berita duka wafatnya Ustadzuna wa Waliduna Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Dunia medsos dipenuhi kalimat takziyah dan doa kebaikan untuk beliau, bahkan di hari Jumat ini banyak sekali jamaah, ustadz, murid beliau dari berbagai penjuru indonesia datang untuk menshalati dan mengantarkan jenazah ke kuburan. Isak tangis tak tertahankan mengiringi kepergian beliau.

    Saya bukanlah murid terdekat beliau atau santri yang mondok di pesantren beliau tapi saya seperti halnya penuntut lainnya termasuk yang diberi kesempatan duduk hadir dalam majlis ilmu beliau dan duduk istifadah dalam beberapa kesempatan baik saat daurah, umrah dan lain sebagainya.

    Sudah banyak yang menulis biografi, syair, kenangan indah, wasiat, tentang beliau, baik yang ditulis oleh murid-murid beliau bahkan masayikh.

    Berikut ini adalah sedikit coretan kenangan saya dengan beliau. Saya tulis dalam perjalanan pulang dari menshalati dan menguburkan beliau. Semoga ada hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik oleh pembaca sekalian.

     

    1. Awal mengenal beliau sekitar tahun 2000 saat beliau ziarah ke Mahad Al Furqon Gresik.

    Saat itu beliau bersama Ustadz Fariq Gasim Anuz dan Ust. Abdur Rahman At Tamimi hendak safari dakwah ke Lombok, beliau dan rombongan mampir ke Mahad Al Furqon untuk ziarah kepada Syeikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq dan beliaupun diminta untuk memberikan nasehat kepada para santri. Beliau pun memberikan nasehat kepada para santri agar bersyukur menjadi santri, ikhlash, semangat, sabar dan banyak doa.
    Saya juga beberapa kali mengikuti majlis beliau di Surabaya di Masjid Al Irsyad, kalau tidak salah ingat waktu itu ngaji kitab Aqidah Salaf karya Imam Ash Shabuni. Waktu itu yang hadir tidak sebanyak sekarang ini.

     

    2. Sebelum kami berangkat ke Qashim Saudi Arabia,

    kami tinggal beberapa waktu di Priuk, kami diajak oleh seorang teman yaitu Ust. Ridhwan Abu Raihanah untuk menghadiri Majlis Shahih Bukhari bersama Ust. Abdul Hakim Amir Abdat di Pramuka dan Ust. Yazid bin Abdul Qadir Di Masjid Dewan Dakwah, kalau tidak salah ingat waktu itu ngaji kitab Fathul Majid.

     

    3. Saat kami belajar di Unaizah,

    kami pernah ngisi kajian di Islamic Center Unaizah, saya dapati di sana banyak buku-buku karya beliau dan kaset-kaset kajian beliau terpajang di sana, karena beliau pernah menjadi da’i Di Maktab Jaliyat Islamic Center Unaizah semasa Syeikh Ibnu Utsaimin masih hidup.

    Pernah juga kami bersama sahabat kami ust. Syahrul Fatwa diajak oleh Akhi Danang Fathur Rahman bertemu Ust. Yazid di hotel Mekkah saat beliau umrah. Beliau menasehati kami untuk semangat menuntut ilmu dan semangat menulis buku. Beliau sangat senang melihat anak muda semangat menulis buku dan mendoakan kami dengan kebaikan.

     

    4. Kami sering ketemu Ust. Yazid saat daurah masayikh baik yang diselenggarakan oleh STAI Surabaya atau Imam Bukhori Solo.

    Kami melihat beliau sangat semangat mengikuti daurah dengan datang lebih awal dan mencatat faidah-faidah dari para masayikh.

    Di sela-sela obrolan, beliau mengingat kenangan belajar dengan Syeikh Ibnu Utsaimin saat di Unaizah dan memberikan nasehat, ilmu dan pengalaman dakwahnya kepada kami yang da’i-da’i yang masih muda.
    Diantara yang kami ingat dari nasehat beliau agar kita memperhatikan adab dalam menuntut ilmu, jangan telat, usahakan hadir sebelum Syeikh hadir.
    Beliau juga mengingatkan selalu agar kita semangat mengamalkan sunnah Nabi. Masih segar dalam ingatan saya saat kami asyik ngobrol dengan beliau, ada seorang ustadz lewat dengan mobilnya dan menyalami kami dengan memencet klakson maka ust Yazid menegurkannya “Ucapkan salam, jangan dengan klakson”.

     

    5. Ustadz Yazid sangat cinta buku. Beliau sering belanja kitab-kitab ulama saat umrah.

    Al Ustadz Abu Ja’far pernah cerita kepada saya bahwa sering saat Ust. Yazid Umrah maka beliau pesan beberapa kitab dengan jumlah yang tidak sedikit.
    Sahabat ana Ust. Syahrul Fatwa pernah cerita kepada saya bahwa beliau pernah dipanggil oleh Ust. Yazid ke rumahnya karena beliau membaca sebuah referensi buku tentang fiqih wanita yang beliau baca dalam tulisannya dan meminta untuk membawakan buku aslinya kepada beliau.

     

    6. Ustadz Yazid termasuk ustadz yang sangat produktif menulis buku-buku.

    Saya sering menganjurkan murid dan jamaah kami untuk membaca buku-buku beliau karena bermanfaat, ilmiah penuh dengan dalil dan referensi yang jelas, sistematis, dan mudah difahami.
    Saat kami bagian pendidikan Di Ma’had Al Furqon dan membuat program Santri Gemar Membacq dan Daurah Ramadhan, kami memilih kurikulumnya dari buku Ust. Yazid berjudul Adab Penuntut Ilmu dan Birrul Walidain.

    Kami juga beberapa kali membedah buku karya beliau dan beliau mengizinkan kami membedahnya.

    Beliaulah salah satu ustadz yang memotivasi dan menginspirasi saya untuk semangat berdakwah lewat tulisan dan buku.
    Masih segar dalam ingatan saya, saat kami bertemu beliau saat safari dakwah di Pontianak, saat menemani beliau makan bersama Ust. Haikal, Ust. Jefri dll, saya pernah bertanya kepada beliau
    bagaimana kiat agar bisa bagi waktu untuk produktif menulis buku kayak antum? Beliau menjawab: “Antum harus punya istri shalihah yang bisa membantu antum untuk punya waktu luang buat nulis”.

    Tadi pas ketemu Ustadzuna Abdul Hakim Abdat, beliau berpesan kepada saya juga: “Terus menulis ya”.

    Ustadz Jefri pernah bilang kepada saya juga: Ustadz Yazid sangat menghormati antum dan bilang kepada saya agar belajar ilmu kepada antum”.
    Ya Allah, ampunilah hambaMu yang lemah ini. Jadikan doa dan motivasi mereka para guru kami sebagai doa kebaikan untuk kami.

     

    7. Ust. Yazid dikenal sebagai seorang yang karim dan dermawan.

    Ini perkara yang masyhur bagi yang mengenalnya.
    Suatu saat, setelah kami talk show di TV Rodja tentang pendaftaran santri baru Al Furqon sekaligus info tentang rencana pembangunan Masjid Jami’ Al Furqon, maka tak lama dari itu wakil bidang daksos ana Akh Abdul Malik memberitahu saya bahwa Ust. Yazid baru saja menelponnya dan mentransfer untuk pembangunan Masjid dengan jumlah yang tidak sedikit menurut kami.

     

    8. Ust. Yazid sangat perhatian dengan murid dan asatidzah lainnya.

    Setiap kali bertemu beliau, beliau bertanya dan titip salam untuk Syeikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq Ghufran.
    Dan salah satu pesan beliau kepada kami pribadi agar kami peduli dan memperhatikan para santri dan alumni kami.

     

    9. Sebenarnya kabar sakitnya beliau sudah lama kita dengar.

    Namun Selasa 9 Juli 2024 kemarin kami mendengar kondisi beliau kritis hingga tak sadarkan diri.
    Kebetulan, Selasa malam Rabu kami ada kajian rutin Arbain Nawawi, pas membahas hadits tentang Amar Maruf Nahi Munkar, kami pun membawa buku Ust. Yazid Jawwas tentang amar maruf nahi munkar, kami sarankan kepada jamaah yang hadir untuk membaca buku beliau tersebut dan mendoakan beliau agar diberi kesembuhan total.

    Namun Qaddarallahu, hari Kamis 11 Juli 2024 siang kami membaca berita duka wafatnya beliau.
    Air mata kesedihan menetes tapi kami kuatkan dan sabarkan diri karena sejatinya semua kita juga pasti akan mati. Kita yakin pilihan Allah lebih baik daripada pilihan kita.

     

    10. Kami berangkat ke Bogor dengan beberapa teman Bandung Mas Bayu, Kang Cepi, Kang Choki dan pak Eka menuju Masjid Agung tempat dishalatkannya jenazah beliau.

    Saya mendapati jamaah yang begitu banyak memadati masjid dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan saya mendapati para asatidzah banyak yang hadir ikut menshalati dan menguburkan beliau. Saya sebutkan yang saya ingat agar kita tahu betapa tingginya derajatnya Ust. Yazid di hati para ustadz-ustadz Sunnah, diantaranya Ust. Abdul Hakim Amir Abdat, Ust. Ahmad Faiz, Ust. Muhammad Wujud, Ust. Mubarak Ba Muallim, Ust. Abu Haidar As Sundawi, Ust. Badrus Salam, Ust. Syafiq Reza, Ust. Zainal Abidin, Ust. Ahmad Zainuddin, Ust. Abu Qatadah, Ust. Abu Ya’la Kurnaidi, Ust. Khalid Syamhudi, Ust. Nuzul Dzikri, Ust. Abdur Rahman Thayyib, Ust. Beni Sarbeni, Ust. Mahfudz Umri, Ust. Arman Amri, Ust. Zaki dan lain sebagainya banyak sekali. Ada juga atase kedutaan Saudi Arabia dan Bapak Patrialis Akbar hadir dalam shalat jenazah beliau.

     

    11. Sebelum shalat jenazah dimulai, tadi Ust. Abdul Hakim Abdat mengingatkan bahwa kita semua sedih ditinggal oleh beliau Ust. Yazid, tapi kita harus terus menjunjung tinggi sunnah Nabi, karena yang akan kita shalati ini menghabiskan waktunya untuk sunnah Nabi.

    Ust. Fathi Jawas putra beliau mengingatkan kepada jamaah agar tenang dan tidak ghuluw kepada beliau dengan mencium-cium dan mengusap jenazah beliau. Masya Allah, di saat penyelenggaraan shalat jenazah beliau, kita diingatkan tentang tauhid dan sunnah yang merupakan intisari dakwah beliau yang sering diulang-ulang oleh beliau dalam kajian dan karya tulis nya.

     

    12. Banyak bisyarah/kabar baik tentang beliau setelah meninggal, diantaranya apa yang disampaikan Syeikh Abdul Karim Ar Ruhaili:

    – Beliau meninggal di atas tauhid dan sunnah
    – Beliau meninggal dunia setelah menunaikan haji terakhir beliau tahun ini 2024
    – Beliau sabar menghadapi sakit yang dideritanya yang semoga menjadi pelebur dosa dan pengangkat derajat beliau.
    – Beliau meninggalkan banyak karya tulis dan ceramah kajian yang akan menjadi umur kedua beliau.
    – Beliau didoakan orang banyak baik online maupun offline bahkan para masayikh dan ulama
    – Beliau dishalati oleh kaum muslimin dan muslimat yang sangat banyak jumlahnya, ahli tauhid dan sunnah, insya Allah.
    – Ust. Badru Salam yang memandikan beliau bercerita bahwa wajah beliau bersinar cerah saat meninggal
    – Banyak orang yang mengenang jasa dan kebaikan beliau. Ada yang cerita kepada saya dia hijrah dari rokok setelah dinasehati Ust. Yazid, ada yang cerita kepada saya dia hijrah dari Bank setelah dinasehati Ust. Yazid, bahkan tadi setelah shubuh, ada tukang parkir orang awam mengatakan kepada kami: “Ustadz yang nanti dishalati ini, inilah ustadz sejati, ustadz akhirat, bukan ustadz dunia”.

    13. Kesimpulan kami tentang Ustadz Yazid, Nahsabuhu Kadzalika Walaa Nuzakki Alallahi Ahadan:

    – Beliau seorang pendakwah tauhid dan sunnah
    – Beliau sangat semangat menuntut ilmu dan cinta kitab-kitab ulama
    – Beliau sangat peduli dengan murid-murid dan keluarga beliau
    – Beliau dikenal sangat karim, dermawan dan sering membantu tanpa pamrih
    – Beliau produktif menulis buku-buku bermanfaat yang akan menjadi umur kedua beliau
    – Beliau banyak melahirkan ustadz-ustadz dan banyak yang mendapat hidayah lewat beliau.

     

    Inilah coretan singkat yang bisa kami tulis tentang beliau.

    Tentu sudah banyak yang menulis tentang beliau, tapi masing-masing punya pengalaman dan kenangan yang berbeda-beda. Semoga ada hikmah dan ibrah dari setiap tulisan tentang beliau.

    Benar, Ust. Yazid telah wafat meninggalkan dunia ini sebagaimana setiap yang bernyawa akan meninggal dunia.
    Namun ilmu beliau, nasehat beliau, karya tulis beliau, spirit dakwah beliau akan selalu hidup sebagai transfer pahala untuk beliau.

    Tugas kita sekarang adalah melanjutkan estafet dakwah beliau dan perjuangan dakwah beliau untuk menyebarkan Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman salaf shalih.

    Ditulis oleh penuntut ilmu yang mencintai beliau dan bersedih akan wafatnya beliau di hari Jum’at 12 Juli 2024 dalam perjalanan pulang menshalati beliau di mobil di tengah kebisikan rombongan mobil. Mohon maaf dan mohon maklum atas kesalahan tulis.

    Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi