Agar Musim Hujan Berbuah Pahala KHUTBAH PERTAMA إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ…
Baca Selengkapnya...Kategori: Artikel Pilihan
Aneh dan Lucu (Bag. 6)
Aneh dan Lucu (Bag. 6) 51. Kenaikan Harga yang Amat Menyedihkan Pada tahun 426 H, di Mesir terjadi krisis ekonomi yang membuat harga barang melambung tinggi hingga orang-orang memakan bangkai, mayat, dan anjing. Ada juga seorang laki-laki yang membunuh bayi laki-laki dan para wanita. Ia membunuh kepala dan belulangnya kemudian menjual dagingnya. Maka ketika lelaki tersebut terbunuh, dagingnya juga dimakan. Pada saat itu tidak ada yang berani menguburkan mayat pada siang hari. Mereka hanya berani menguburkan pada malam hari karena takut kuburnya dibongkar dan mayatnya dimakan. (al-Bidayah wa Nihayah 7/121 oleh…
Baca Selengkapnya...Daging Para Ulama Beracun
Daging Para Ulama Beracun لُحُوْمُ الْعُلَمَاءِ مَسْمُوْمَةْ, وَعَادَةُ اللهِ فِيْ هَتْكِ أَسْتَارِ مُنْتَقِصِيْهِمْ مَعْلُوْمَةْ “Daging para ulama beracun. Alloh U pasti menyingkap tirai para pencela mereka” (Tabyin Kadzibil Muftari (hal. 29) oleh Imam Ibnu Asakir). Apa maksud ucapan “daging ulama itu beracun”?! Bagaimana menurut anda jika ada orang yang makan daging beracun? Bukankah dia akan mati?! Maka demikian juga para penghina kehormatan para ulama. Dan jika demikian keadaan para penghina ulama, lantas bagaimana kiranya dengan penghina para Nabi?! Tentu lebih binasa lagi. Terima Kasih Kami Untukmu Wahai Nabiku أَحْمَدُ…
Baca Selengkapnya...Macam-Macam Manusia
Macam-Macam Manusia الرَِّجَالُ أَرْبَعَةٌ: رَجُلٌ يَدْرِيْ أَنّهُ لاَ يَدْرِيْ فَذَلِكَ جَاهِلٌ فَعَلِّمُوْهُ، وَرَجُلٌ يَدْرِيْ وَلاَ يَدْرِيْ أَنَّهُ يَدْرِيْ فَذَلِكَ غَافِلٌ فَنَبِّهُوْهُ، وَرَجُلٌ يَدْرِيْ وَيَدْرِيْ أَنَّهُ يَدْرِيْ، فَذَاكَ عَالِمٌ فاََتَّبِعُوْهُ، وَرَجُلٌ لاَ يَدْرِيْ وَلاَ يَدْرِيْ أَنَّهُ لاَ يَدْرِيْ فَذَلِكَ مَائِقٌ فَاحْذَرُوْهُ Manusia itu ada empat macam: Seorang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu maka dia adalah jahil, ajarilah. Dan seorang yang tahu tapi dia tidak tahu kalau dirinya tahu maka dia lalai, ingatkanlah. Dan seorang yang tahu bahwa dirinya tahu maka dia seorang berilmu, maka ikutilah. Dan seorang yang tidak…
Baca Selengkapnya...Aneh dan Lucu (Bag.5)
Aneh dan Lucu (Bag.5) 41. Menghafal Sambil Menulis dan Mengantuk Ketika Imam ad-Daruquthni masih remaja, dia pernah hadir di majelis Isma’il ash-Shaffar yang tengah meng-imla‘ (mendiktekan) hadits kepada murid-muridnya, namun ad-Daruquthni malah menyalin kitab hadits lainnya. Maka dia ditegur oleh sebagian hadirin, “Kamu tidak bisa mendengar imla‘ Syaikh secara bagus jika kamu mendengarnya sambil menyalin buku lainnya.” Ad-Daruquthni menjawab, “Pemahamanku berbeda dengan pemahamanmu.” Temannya lanjut bertanya, “Kalau begitu, sudah berapa hadits yang telah didiktekan oleh Syaikh hingga sekarang?” Ad-Daruquthni menjawab, “Sebanyak delapan belas hadits, kemudian dia menyebutkannya secara hafalan di…
Baca Selengkapnya...