Tak Hanya Sekadar Niat Saja Dari Said bin Musayyib, ia melihat seorang laki-laki menunaikan shalat setelah fajar lebih dari dua rakaat, ia memanjangkan rukuk dan sujudnya. Akhirnya Said bin Musayyib pun melarangnya. Orang itu berkata: “Wahai Abu Muhammad (nama kunyah Said bin Musayyib-adm), apakah Allah akan menyiksaku dengan sebab shalat? “Beliau menjawab tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyelisihi As-Sunnah”. TAKHRIJ ATSAR SHOHIH. Dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam Sunan Kubra 2/466 dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Irwaul Gholil 2/236. FIQIH ATSAR Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengomentari atsar ini: “Ini adalah jawaban…
Baca Selengkapnya...Tag: Bid’ah
Bid’ah-Bid’ah di Bulan Ramadhan
Syari’at memberikan batasan seseorang untuk makan sahur sampai adzan kedua atau adzan Subuh dan syari’at menganjurkan untuk mengakhurkan sahur, sedangkan imsak melarang manusia dari apa yang dibolehkan oleh syari’at dan memalingkan manusia dari menghidupkan sunnah mengakhirkan sahur.
Baca Selengkapnya...10 FAEDAH TENTANG BID’AH
I. BID’AH PEMECAH BELAH UMAT Bid’ah adalah penyebab utama perpecahan umat dan permusuhan di tengah-tengah mereka. Allah berfirman (yang artinya): “Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan,karena itu akan mencerai beraikan kalian dari jalanNya”. [1] Mujahid[2] menafsirkan “jalan-jalan” dengan aneka macam bid’ah dan syubhat.[3] Setelah menyebutkan beberapa dalil-dalil bahwa bid’ah adalah pemecah belah umat, Imam Asy Syatibi mengatakan :”Semua bukti dan dalil ini menunjukan bahwa munculnya perpecahan dan permusuhan adalah ketika munculnya kebid’ahan”[4]
Baca Selengkapnya...Kesyirikan dalam Burdah Al-Bushiri
Studi Kritis Burdah Al-Bushiri oleh: Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi Pengantar Bagi sebagian kalangan warga Indonesia, “Burdah Al-Bushiri” bukanlah hal yang asing, lantaran buku itu kerap dibaca dalam acara-acara tertentu secara bersama dan bergilir dari rumah ke rumah pada setiap bulan, minggu, bahkan oleh sebagian orang dibaca setiap hari di rumahnya bersifat individual. Di kampung Arab Bondowoso diceritakan, bahwa acara pembacaan Burdah bersama tersebut merupakan warisan turun-temurun dari masyarakat kampung Arab, dan telah mengalami regenerasi yang cukup panjang yaitu sebelum tahun 1970-an, artinya sudah berlangsung kurang lebih selama 34 tahun. (Majalah…
Baca Selengkapnya...