Benarkah Al Albani Suka Mencela Ulama, dan Mengkafirkan Imam Bukhari?

Benarkah Al Albani Suka Mencela Ulama, dan Mengkafirkan Imam Bukhari?

Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

Demi Alloh, tuduhan bahwa al-Albani mencela ulama Salaf sungguh sangat keterlaluan. Marilah kita meingingat baik-baik hadits Nabi Muhammad:

مَنْ قَالَ فِيْ مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيْهِ, حُبِسَ فِيْ رَدْغَةِ الْخَبَالِ حَتَّى يَأْتِيَ بِالْمَخْرَجِ مِمَّا قَالَ

“Barangsiapa yang menuduh seorang Mukmin secara dusta, maka dia akan ditahan di tanah lumpur Neraka sehingga dia mencabut ucapannya.” (HR. Abu Dawud II/117, al-Hakim dalam al-Mustdrak II/27, Ahmad II/70 dan lain-lain. Lihat Silsilatul Ahaadits ash-Shohihah no. 437)

Syeikh Albani Menjawab Tuduhan

Syaikh al-Albani berkata menjawab tuduhan ini: “Maha suci Engkau Ya Alloh, sungguh ini adalah tuduhan yang keji. Sebenarnya, tidaklah dosaku dalam pandangan orang ini serta pandangan para ahli taklid dan hasad sejenisnya kecuali karena saya berdakwah kepada manusia untuk berpegang teguh kepada manhaj Salafush Sholih, bukan madzhab-madzhab tertentu. Itulah sebenarnya yang menyebabkan orang ini begitu sengit memusuhiku.” (Tamamul Minnah hlm. 119)

Beliau juga berkata: “Sungguh tuduhan ini merupakan tuduhan yang paling keji dari sekian tuduhannya padaku, karena kalau masalah lainnya yang berkaitan dengan ilmuku, mungkin bisa jadi saya yang salah dan dia yang benar -sekalipun aku telah menjelaskan kedustaanya- Namun kalau tuduhan yang satu ini berkaitan dengan ‘aqidahku, agamaku, pemahamanku tentang manhaj Salafush Sholih. Alhamdulillah, saya populer di kalangan manusia luas bahwa saya adalah seorang Salafi yang mengajak manusia untuk mengikuti Salafush Sholih, baik secara lisan maupun tulisan.” (Qiyamu Ramadhan hlm. 14)

Albani Memuji Ulama Hadits

Beliau t seringkali memuji para ulama ahli hadits dalam kaset maupun kitabnya. Seringkali beliau membawakan ucapan al-‘Allaamah al-Laknawi: “Madzhab ahli hadits adalah madzhab yang paling kuat di antara sekian madzhab. Bagaimana tidak, mereka adalah para ahli waris Nabi ( dan pengibar syari’atnya yang sejati.
Semoga Alloh ( menjadikan kita termasuk golongan mereka dan mewafatkan kita dalam kecintaan kepada mereka dan perjalanan meniti jalan mereka.” (Sifat Sholat Nabi hal. 43, Talkhis Sifat Sholat Nabi hal. 5, Silsilah ash-Shohihah no. 270, adz-Dzabbul Ahmad hal. 82).

Setelah menukil pujian al-‘Allaamah Shiddiq Hasan Khan t terhadap Ahli Hadits, Syaikh al-Albani t berkomentar: “Saya memohon kepada Alloh agar menjadikan saya termasuk deretan Ahli Hadits, manusia yang paling dekat dengan Rosululloh (. Semoga kitab ini (Shifat Sholat Nabi) termasuk salah satu di antara sekian buktinya. Semoga Alloh ( merahmati Imam Ahmad, Imam Sunnah tatkala bersenandung:
دِيْنُ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ أَخْبَارُ
نِعْمَ الْمَطِيَّةُ لِلْفَتَى آثَارُ
لاَ تَرْغَبَنَّ عَنِ الْحَدِيْثِ وَأَهْلِهِ
فَالرَّأْيُ لَيْلٌ وَالْحَدِيْثُ نَهَارُ
وَلَرُبَّمَا جَهِلَ الْفَتَى أَثَرَ الْهُدَى
وَالشَّمْسُ بَازِغَةٌ لَهَا أَنْوَارُ
Agama Muhammad adalah hadits
Sebaik-baik kendaraan seorang pemuda adalah hadits
Janganlah kamu membenci hadits dan ahli hadits
Karena rasio itu malam sedang hadits itu siang
Seorang pemuda kemungkinan saja akan salah jalan
Namun sinar matahari tetap akan selalu terang. (Sifat Shalat Nabi hlm. 176)

*Pujian Syeikh Albani Kepada Imam Bukhari Muslim? *

Bagaimana mungkin Syaikh al-Albani t mencela Imam Bukhori atau Imam Muslim, padahal beliau sendiri selalu memuji keduanya.
Beliau t mensifati Imam al-Bukhori sebagai Imam Dunia (Ash Shahihah 4/ي)
Amirul Muhadditsin (pemimpin ahli hadits), (Ash Shahihah 3/ h)
Imam al-Muhadditsin. (Ash Shahihah 6/980)

Beliau juga berkata dalam kaset Man Huwa Kafir…: “Sesungguhnya Imam al-Bukhori tidak membutuhkan pujian orang, karena Alloh telah menjadikan kitab shohihnya pada tingkatan setelah al-Qur’an yang mulia dan diterima oleh seluruh kaum Muslimin di setiap penjuru dunia yang notabene berbeda-beda.” Demikian pula Syaikh al-Albani t menggolongkan Imam Muslim termasuk deretan para Imam pakar hadits. (Ash Shahihah 2/735)

Pembelaan Albani Terhadap Ulama

Adapun pembelaan Syaikh al-Albani t terhadap para ulama salaf, maka hal itu merupakan perkara yang masyhur dan panjang uraiannya, baik dalam kitab maupun kasetnya. Cukuplah sebagai contoh, beliau mengedit kitab at-Takmil Bimaa fii Ta’niibi al-Kautsari Minal Abathil karya Syaikh ‘Abdur Rahman bin Yahya al-Mu’allimi. Kitab ini berisi bantahan terhadap al-Kautsari, guru dan idolanya para pengkritik Syaikh al-Albani seperti as-Saqqaf, Abu Ghuddah, Mahmud Said Mamduh dan sejenisnya.

Dalam kata pengantarnya, Syaikh al-Albani t me-ngatakan: “Kitab at-Takmil… karya al-‘Allaamah al-Muhaqqiq Abdur Rahman bin Yahya al-Mu’allimi yang berisi penjelasan dengan argumen dan bukti yang valid dalam membongkar kedok dan penghinaan Ustadz al-Kautsari terhadap para imam dan perawi hadits, seperti tuduhannya bahwa para ulama adalah kelompok Mujassimah dan Musyabbihah, serangannya terhadap para ulama dengan hawa nafsu dan fanatik buta, sehingga merembet hingga mencela sebagian sahabat, yaitu tatkala dia menyatakan bahwa Abu Hanifah membenci hadits-hadits mereka! Dan qiyas/analoginya lebih utama daripada perkataan Sahabat. Belum lagi cercaan-cercaannya terhadap keutamaan dan ilmu para Imam besar seperti omongannya bahwa nasab Imam Malik bukan Arab tetapi bekas budak! Imam Syafi’i tidak fasih berbahasa Arab dan tidak pintar fikih! Imam Ahmad tidak faqih! Abdulloh, putra Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Utsman ad-Darimi, Ibnu Abi Hatim dan para imam lainnya adalah Mujassimah! Imam Daraquthni buta, sesat dalam ‘aqidah dan pengekor hawa nafsu! Imam al-Hakim seorang Syi’ah dan hafalannya rusak parah! Demikianlah, sehingga hampir tak satu ulama’pun selamat dari kejahatan lidahnya, bahkan seperti al-Humaidi, Sholih bin Muhammad al-Hafizh, Abu Zur’ah ar-Razi, Ibnu Adi, Ibnu Abu Dawud, adz-Dzahabi dan lain sebagainya…”

Syaikh al-Albani t juga membela para ulama seperti Abu Hanifah, Ibnu Hajar, an-Nawawi, Ibnu Hazm, Ibnul Jauzi dan semisalnya yang terjatuh dalam beberapa kesalahan dan penyimpangan. Semua itu terekam dalam sebuah kaset berjudul Man Huwa Kafir wa Man Huwa al-Mubtadi’. Syaikh al-Albani t juga membela Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Samahatusy Syaikh al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz dan lain sebagainya.

Dinukil dari buku kami Syeikh Al Albani Dihujat hlm. 98-104 cetakan Media Tarbiah.

Baca Juga Artikel Terbaru

Leave a Comment