NASEHAT TERBUKA UNTUK PEGIAT KEMANUSIAN
Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi
Menjadi pegiat kemanusiaan untuk membantu korban bencana dan orang yang membutuhkan termasuk amalan ibadah yang sangat mulia. Rosulullah bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Barang siapa yang membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Alloh akan menghilangkan kesusahan darinya besok di hari kiamat.” (HR. Muslim (2699)
Maka berbahagialah anda jika menjadi pegiat kemanusiaan, karena anda telah melakukan ibadah mulia. Hanya ada beberapa pesan dan nasehat yang ingin kutitipkan sebagai kado cinta untuk kalian semua:
1. Ikhlas
Menjadi pegiat kemanusiaan adalah ibadah besar. Dan setiap ibadah agar diterima Allah harus ikhlas. Tanpa ikhlas maka semua usaha dan lelah tidak ada artinya.
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا
Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.
(QS. Al-Insan: 9)
Lagian pegiat kemanusiaan dan relawan biasanya penyalur dan penyambung amanat semata dari donatur. Jangan sampai sombong dan riya’ menjangkiti diri kita padahal itu bukan milik kita.
2. Ta’awun/Saling Bersinergi
Allah memerintahkan kita untuk saling ta’awun dalam kebaikan:
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya. (QS. Al-Maidah: 2)
Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah berkata: “Ayat ini mengandung semua kemaslahatan di dunia dan akherat para hamba, baik hubungan antara sesama mereka atau hubungan mereka dengan Allah, karena hubungan hamba tidak lepas dari dua hal ini”. (Ar Risalah At Tabukiyyah)
Maka hendaknya bagi para pegiat kemanusiaan dan relawan untuk saling membantu dan saling melengkapi antar sesama sehingga terwujudlah apa yang menjadi tujuan mereka, jangan sampai ada terjadi pertengkaran, permusuhan atau perasaan bahwa dia adalah orang yang paling berjasa dan paling pantas dibandingkan dengan lainnya.
3. Akhlak Mulia
Para pegiat kemanusiaan dan relawan adalah duta dakwah dan sentuhan akhlak memiliki peran yang sangat besar dalam tersebarnya dakwah sunnah dan merupakan salah satu kunci utama menggapai surga. Rasulullah bersabda:
وَ خَالِقِ اْلنَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ اْلنَّاسَ اْلجَنَّةَ, قَالَ: تَقْوَى اللهِ وَ حُسْنُ اْلخُلُقِ
Dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah pernah ditanya tentang amalan yang paling banyak memasukan orang ke dalam surga? Beliau menjawab, “Takwa kepada Alloh dan akhlak yang mulia”.
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَ أَقْرَبِكُمْ مِنِّيْ مَجْلِسًا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلاَقًا
Sesungguhnya orang yang paling cinta kepadaku dan orang yang paling dekat kedudukannya dariku pada hari kiamat kelak adalah orang yang paling baik akhlaknya.
Akhlak mulia terkumpul dalam tiga perkara: berbuat baik, tidak menyakiti orang lain, dan murah senyum.
4. Amanat dan Profesional
Termasuk fitnah besar bagi umat ini adalah fitnah harta, apalagi harta amanat dari donatur. Maka pegiat kemanusiaan harus betul-betul amanat, takut kepada Allah dan profesional dalam laporan, jangan sampai dia berkhianat, berdusta dan mengambil harta dengan cara yang bathil.
Maka hendaknya bertaqwa kepada Allah orang-orang yang diberi amanat untuk menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan baik oleh pemerintah atau masyarakat umum jangan sampai dia korupsi atau tidak menyalurkan sebagai mestinya. Sesungguhnya Allah berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. An-Nisa’: 58)
Nabi juga bersabda:
إِنَّ رِجَالاً يَتَخَوَّضُونَ فِي مَالِ اللهِ بِغَيْرِ حَقٍّ فَلَهُمُ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
Ada beberapa orang yang menyalurkan harta Allah bukan pada jalurnya, bagi mereka neraka besok pada hari kiamat. (HR. Bukhori: 3118)
Semoga Allah menjadikan kita kran pembuka kebaikan dan menjaga kita dari fitnah harta.
