Daging Para Ulama Beracun لُحُوْمُ الْعُلَمَاءِ مَسْمُوْمَةْ, وَعَادَةُ اللهِ فِيْ هَتْكِ أَسْتَارِ مُنْتَقِصِيْهِمْ مَعْلُوْمَةْ “Daging para ulama beracun. Alloh U pasti menyingkap tirai para pencela mereka” (Tabyin Kadzibil Muftari (hal. 29) oleh Imam Ibnu Asakir). Apa maksud ucapan “daging ulama itu beracun”?! Bagaimana menurut anda jika ada orang yang makan daging beracun? Bukankah dia akan mati?! Maka demikian juga para penghina kehormatan para ulama. Dan jika demikian keadaan para penghina ulama, lantas bagaimana kiranya dengan penghina para Nabi?! Tentu lebih binasa lagi. Terima Kasih Kami Untukmu Wahai Nabiku أَحْمَدُ…
Baca Selengkapnya...Macam-Macam Manusia
Macam-Macam Manusia الرَِّجَالُ أَرْبَعَةٌ: رَجُلٌ يَدْرِيْ أَنّهُ لاَ يَدْرِيْ فَذَلِكَ جَاهِلٌ فَعَلِّمُوْهُ، وَرَجُلٌ يَدْرِيْ وَلاَ يَدْرِيْ أَنَّهُ يَدْرِيْ فَذَلِكَ غَافِلٌ فَنَبِّهُوْهُ، وَرَجُلٌ يَدْرِيْ وَيَدْرِيْ أَنَّهُ يَدْرِيْ، فَذَاكَ عَالِمٌ فاََتَّبِعُوْهُ، وَرَجُلٌ لاَ يَدْرِيْ وَلاَ يَدْرِيْ أَنَّهُ لاَ يَدْرِيْ فَذَلِكَ مَائِقٌ فَاحْذَرُوْهُ Manusia itu ada empat macam: Seorang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu maka dia adalah jahil, ajarilah. Dan seorang yang tahu tapi dia tidak tahu kalau dirinya tahu maka dia lalai, ingatkanlah. Dan seorang yang tahu bahwa dirinya tahu maka dia seorang berilmu, maka ikutilah. Dan seorang yang tidak…
Baca Selengkapnya...Hakikat Syahadat Muhammad Rasululah
Hakikat Syahadat Muhammad Rasululah[1] URGENSI PEMBAHASAN Syahadat adalah salah satu pondasi penting keislaman seorang hamba sehingga pilar utama rukun Islam yang digandengan dengan syahadat Laa Ilaha Illallah Banyaknya kaum muslimin yang belum memahami hakekat syahadat dengan sempurna sehingga mereka terjatuh dalam kesalahan; berlebihan dan meremehkan Diharapkan akan semakin menambah iman dan cinta kita kepada Nabi Muhammad sehingga kita semangat dan tegar dalam mengikuti sunnah beliau dalam aspek kehidupan manusia; aqidah, ibadah, akhlah dan lain sebagainya. MAKNA SYAHADAT MUHAMMAD Tatkala seorang muslim berikrar “Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulnya”.…
Baca Selengkapnya...Aneh dan Lucu (Bag.5)
Aneh dan Lucu (Bag.5) 41. Menghafal Sambil Menulis dan Mengantuk Ketika Imam ad-Daruquthni masih remaja, dia pernah hadir di majelis Isma’il ash-Shaffar yang tengah meng-imla‘ (mendiktekan) hadits kepada murid-muridnya, namun ad-Daruquthni malah menyalin kitab hadits lainnya. Maka dia ditegur oleh sebagian hadirin, “Kamu tidak bisa mendengar imla‘ Syaikh secara bagus jika kamu mendengarnya sambil menyalin buku lainnya.” Ad-Daruquthni menjawab, “Pemahamanku berbeda dengan pemahamanmu.” Temannya lanjut bertanya, “Kalau begitu, sudah berapa hadits yang telah didiktekan oleh Syaikh hingga sekarang?” Ad-Daruquthni menjawab, “Sebanyak delapan belas hadits, kemudian dia menyebutkannya secara hafalan di…
Baca Selengkapnya...Metode Syar’i Didalam Menasihati Penguasa
Metode Syar’i Didalam Menasihati Penguasa Sesungguhnya kehidupan masyarakat manusia tidak akan tegak kecuali dengan pemimpin dan rakyatnya. Masing-masing dari kedua kelompok ini memiliki hak dan kewajiban. Ketika dua hal (hak dan kewajiban masing-masing) ini diketahui dan dilaksanakan dengan baik maka kehidupan akan aman dan stabil. Akan tetapi, ketika dua hal ini tidak diketahui dan tidak dilaksanakan dengan baik maka akan berkuranglah keamanan dan kestabilan. Dan termasuk kesempurnaan syari’at Islam ialah bahwa syari’at Islam tidak mengabaikan hal itu sedikit pun. Di antara kewajiban rakyat atas pemimpin adalah menasihati pemimpin dan meluruskan…
Baca Selengkapnya...



