Do’a “Karramallahu Wajhahu” untuk Sahabat Ali bin Abi Thalib

doa-karamallahu-wajhahu-untuk-sahabat-ali-bin-abi-thalib

Do’a “Karramallahu Wajhahu” untuk Sahabat Ali bin Abi Thalib Oleh Ust. Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi Soal: Assalamu’alaikum. Ustadz, dalam beberapa buku sering kita dapati do’a Karramallahu wajhahu untuk Sahabat Ali bin Abi Thalib, apakah ini dibenarkan ataukah ini adalah ajaran Syi’ah? Mohon penjelasan. Jazakumullahu khairan. (Hamba Allah, 081xxxx) Jawaban: Wa’alaikumussalam. Tidak boleh mengkhususkan Sahabat Ali bin Abi Thalib dengan do’a tersebut. Hendaknya beliau dido’akan dengan do’a yang umum untuk para sahabat yaitu Radhiyallahu ’anhu (semoga Allah meridhainya). Imam Ibnu Katsir berkata, “Sering ditemukan dalam tulisan kitab ungkapan yang…

Baca Selengkapnya...

Sekelumit Penjelasan Tentang Aqiqah

sekelumit-tentang-aqiqah

Kehadiran si buah hati nan mungil di tengah-tengah keluarga adalah kegembiraan tersendiri yang tak terhingga. Sebab, anak merupakan suatu anugerah, penyejuk pandangan mata, dan dambaan setiap suami istri yang telah berkeluarga. Allah berfirman:

ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. (QS. al-Kahfi [18]: 46)

Baca Selengkapnya...

Fatwa Syafi’iyah

fatwa-syafi'iyah

Fatwa Syafi’iyah Menggugat Acara Tahlilan dan Slametan Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi   Istilah “tahlilan” atau “slametan” sudah sangat populer di telinga kita semua, lantaran sudah menjadi adat istiadat klasik dan tradisi mayoritas kaum muslimin di seantero dunia masa kini, tak ketinggalan negeri  Indonesia Raya ini, baik pedesaan maupun perkotaannya. Ritual yang satu ini seakan sudah mendarah daging dan menjadi prevalensi (kelaziman) yang mengikat masyarakat tatkala tertimpa musibah kematian sehingga sangat jarang keluarga yang tidak menyelenggarakan ritual ini karena takut diasingkan masyarakatnya. Ironinya, mereka menganggap ritual ini merupakan salah…

Baca Selengkapnya...

Ensiklopedi Amalan Setiap Bulan Shofar

ensiklopedia-amalan-bulan-shofar

Syaikh Sulaiman bin Abdullah berkata: “Kebanyakan orang-orang jahil merasa sial dengan bulan shofar dan kadang mereka melarang bepergian pada bulan tersebut. Tidak ragu lagi bahwa hal ini termasuk thiyaroh (merasa sial) yang dilarang dalam agama. Demikian pula merasa sial dengan suatu hari seperti hari rabu. Dahulu orang-orang jahiliyyah juga merasa sial untuk mengadakan acara pernikahan di bulan Syawal”.[67]

Baca Selengkapnya...