Pilih Kasih Dalam Penegakan Hukum Faktor Kehancuran Negara MUQODDIMAH Bagi seorang muslim, hukum yang paling adil adalah hukum Allah yang Maha penyayang dan bijaksana. Tidak ada hukum yang lebih baik dan lebih adil daripada hukum Allah. وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ Dan (hukum) siapakah yang lebih daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?. (QS. Al-Maidah: 50) Seorang muslim juga yakin bahwa penerapan hukum Allah akan membawa kepada kebaikan bagi individu, masyarakat dan negara. Rasulullah bersabda: حَدٌّ يُعْمَلُ بِهِ فِى الأَرْضِ خَيْرٌ لأَهْلِ الأَرْضِ مِنْ أَنْ يُمْطَرُوا أَرْبَعِينَ صَبَاحًا…
Baca Selengkapnya...Kiat-Kiat Menghadapi Fitnah
Kiat-Kiat Menghadapi Fitnah Bertubi-tubi fitnah datang menghampiri umat manusia sehingga menjadikan kaum muslimin sekarang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Adakah solusi dari semua ini?! Apakah kiat-kiat yang semestinya dilakukan oleh seorang muslim untuk menghadapi fitnah tersebut?! Jawaban pertanyaan ini dari dua segi: Secara global, solusi semua itu adalah dengan kembali kepada agama Islam dan mengamalkan ajaran-ajarannya. Syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa’di berkata di awal risalahnya yang berjudul “Ad-Diin Ash-Shohih Yahullu Jami’a Al-Masyakil” (Agama Yang Benar Merupakan Solusi Segala Problematika): “Inilah sebuah risalah yang berkaitan dengan agama Islam yang menunjukkan…
Baca Selengkapnya...Menggali Ilmu Hadits Ya Aba Umair
Menggali Ilmu Hadits Ya Aba Umair Saudaraku seiman -semoga Allah memberkahimu-, marilah kita bersama menjadi pembela sunnah Nabi. Marilah kita siapkan diri kita dengan bekal ilmu dan kekuatan untuk Nabi dalam haditsnya: نَضَّرَ اللهُ امْرَءًا سَمِعَ مَقَالَتِيْ فَوَعَاهَا ثُمَّ أَدَّاهَا كَمَا سَمِعَهَا Semoga Allah mencerahkan wajah seorang yang mendengar sebuah hadits dariku lalu dia menyampaikannya sebagaimana yang dia dengar. [1] Al-Khathib al-Baghdadi berkata: “Allah menjadikan golongan selamat sebagai penjaga agama dan penangkis tipu daya para penyimpang, disebabkan keteguhan mereka dalam menjalankan syari’at Islam dan meniti jejak para sahabat dan tabi’in.…
Baca Selengkapnya...Aneh dan Lucu (Bag.3)
Aneh dan Lucu (Bag.3) 21. Menang Setelah Musuh Menghina Nabi Syaikhul Islam Rahimahullahuta’ala bercerita, “Banyak kawan saya yang tepercaya dari kalangan ahli fiqih bercerita tentang pengalaman mereka beberapa kali ketika mengepung para musuh di benteng pinggiran kota Syam pada zaman ini. Katanya, ‘Kami sering mengepung musuh sebulan atau lebih namun belum juga berhasil mengalahkan mereka sehingga kami hampir saja putus asa, sampai ada di antara mereka yang mencela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menodai kehormatan beliau maka kemenangan segera datang menghampiri kami sehari atau dua hari setelahnya.’ Kata mereka,…
Baca Selengkapnya...Menyikapi Fitnah
Menyikapi Fitnah عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ اْليَمَانِ يَقُوْلُ: كَانَ اْلنَّاسُ يَسْأَلُوْنَ رَسُوْلَ اللهِ عَنِ اْلخَيْرِ, وَ كُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ اْلشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِيْ, فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! إِنَّا كُنَّا فِيْ جَاهِلِيَّةٍ وَ شَرٍّ فَجَاءَنَا اللهُ بِهَذَا اْلخَيْرِ, فَهَلْ بَعْدَ هَذَا اْلخَيْرِ مِنْ شَرٍّ؟ قَالَ: نَعَمْ. قُلْتُ: وَ هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ؟ قَالَ: نَعَمْ وَ فِيْهِ دَخَنٌ. قُلْتُ: وَ مَا دَخَنُهُ؟ قَالَ: قَوْمٌ (يَسْتَنُّوْنَ بِغَيْرِ سُنَّتِيْ وَ) يَهْدُوْنَ بِغَيْرِ هَدْيِيْ, تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَ تُنْكِرُ. قُلْتُ: فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ اْلخَيْرِ مِنْ شَرٍّ؟ قَالَ: نَعَمْ, دُعَاةٌ عَلىَ أَبْوَابِ جَهَنَّمَ, مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا…
Baca Selengkapnya...



