Syaikh Al-Albani: Ahli Hadits yang Terdzalimi

Dewasa ini kecintaan dan penghormatan terhadap ulama sangat minim sekali, bahkan betapa derasnya hujan celaan, penghinaan, kedustaan dan tuduhan pada mereka, baik karena faktor kejahilan, hawa nafsu, fanatik madzhab, cinta popularitas atau mungkin karena semua faktor tersebut!!.[1] Seperti halnya para ulama Salaf lainnya, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani tak luput dari serbuan celaan, hinaan dan tuduhan. Beliau sendiri pernah berkata:

Baca Selengkapnya...

Kajian Umum 2009: Sunnah dan Penyimpangannya

Pengajian Umum: Sunnah dan Penyimpangannya Bersama: Ust. Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawy Hari & Tanggal: Ahad, 1 Nopember 2009 Waktu: Pukul 08.30- 11.30 WIB Tempat: Masjid Gedung Ombo, Tuban (Insya Allah disediakan makan siang) Diselenggarakan oleh: Yayasan al-Manshur Tuban Bekerjasama dengan: Takmir Masjid Baiturrahman Informasi: Pak Hasan 0817.0386.4919

Baca Selengkapnya...

Hadits Palsu: Cinta Tanah Air adalah Sebagian dari Iman

Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi A. PENGANTAR Pada tanggal 17 Agustus, biasanya hadits ini seringkali muncul dalam upacara-upacara untuk menumbuhkan semangat patriotisme dan menyuburkan rasa kebangsaan. Sehingga hadits ini begitu populer sekali di masyarakat, dihafal bahkan dianggap sebagai suatu hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad. Namun permasalahannya adalah: Benarkah ungkapan tersebut termasuk hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad? Bagaimana dengan substansi makna kandungannya?! Kajian berikut akan mencoba untuk mencari jawabannya. Wallahul Muwaffiq. .

Baca Selengkapnya...

HADITS BATHIL: Menuntut Ilmu Meskipun Harus ke Negeri Cina

disusun oleh: Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi A. PENGANTAR Dalam sebuah majalah yang pernah penulis baca, dikisahkan bahwa ada seorang muballigh dari Cina tatkala berceramah di hadapan jama’ah Indonesia, dia mengemukakan hadits ini seraya berkomentar: “Bapak-bapak, ibu- ibu, seharusnya banyak bersyukur, karena bapak ibu tidak perlu repot-repot pergi ke Cina, karena orang Cina-nya sudah datang ke sini”!!! Sepanjang ingatan penulis juga, hadits ini tercantum dalam buku pelajaran kurikulum sekolah Tsanawiyyah masa penulis (entah kalau sekarang), sehingga dulu pernah ada seorang kawan menyampaikan hadits ini tatkala latihan ceramah, kemudian ada…

Baca Selengkapnya...