Benarkah Ibnu Taimiyyah Membolehkan Maulid Nabi? Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi Sebagian kalanga berhujjah dengan ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah untuk menilai bahwa perayaan maulid nabi bukan perkara bidah munkarah sehingga kita harus lapang dada dan tidak perlu keras mengingkarinya. Berikut teks ucapan beliau: فَتَعْظِيْمُ الْمَوْلِدِ، وَاتِّخَاذُهُ مَوْسِمًا، قَدْ يَفْعَلُهُ بَعْضُ النّّاسِ، وَيَكُوْنًُ لَهُ فِيْهِ أَجْرٌ عَظِيْمٌ لِحُسْنِ قَصْدِهِ، وَتَعْظِيْمِهِ لِرَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم Mengagungkan maulid dan menjadikannya sebagai perayaan, bisa jadi dilakukan oleh sebagian manusia dan dia mendapatkan pahala yang besar karena niatnya yang baik dan pengagungannya…
Baca Selengkapnya...Tahun: 2024
Perayaan Maulid Nabi Dalam Tinjauan
Perayaan Maulid Nabi Dalam Tinjauan Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi Kahuilah wahai saudaraku -semoga Alloh memberi pemahaman kepadamu- bahwa perayaan maulid Nabi tidaklah dikenal di zaman Nabi r, para sahabat, para tabiin dan tabi’ut tabiin. Dan tidak dikenal oleh Imam-imam madzhab: Abu Hanifah, Malik, Ahmad, dan Syafi’i sekalipun karena memang perayaan ini adalah perkara baru (baca: bid’ah). Adapun orang yang pertama kali mengadakannya adalah Bani Ubaid Al-Qaddakh yang menamai diri mereka dengan “Fathimiyyun”. Mereka memasuki kota Mesir tahun 362 H. Dari sinilah kemudian mulai tumbuh berkembang perayaan maulid secara umum…
Baca Selengkapnya...MERAWAT NIKMAT KEMERDEKAAN
MERAWAT NIKMAT KEMERDEKAAN ✍ _Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi Mensyukuri Kemerdekaan Indonesia 📰 17 Agustus 1945 M atau bertepatan dengan hari Jumat, 9 Ramadhan 1364 H adalah hari yang sangat bersejarah bagi rakyat negara republik Indonesia, itu adalah hari yang akan selalu di kenang dan tak akan terlupakan oleh mereka. 🌿Pasalnya, dengan anugerah Allah kemudian melalui perjuangan gigih dan tetesan darah, para pahlawan dan pejuang negeri ini bisa memukul mundur para penjajah dan memproklamirkan sebagai negara Merdeka. Dalam Muqaddimah UUD 1945 disebutkan sebagai berikut: Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak…
Baca Selengkapnya...MENUJU INDONESIA YANG AMAN
MENUJU INDONESIA YANG AMAN Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi Tidak ragu lagi bahwa keamanan merupakan kenikmatan besar dan kebutuhan primer bagi pribadi, masyarakat dan negara, bahkan keamanan bagi manusia lebih penting daripada kebutuhan pangan. Oleh karenanya, Nabi Ibrahim dalam do’anya lebih mendahulukan keamanan daripada pangan. وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara…
Baca Selengkapnya...MASIH RAGU DENGAN KEWAJIBAN JILBAB?
MASIH RAGU DENGAN KEWAJIBAN JILBAB? Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi Sebagian wanita ada yang masih enggan mengenakan jilbab, karena masih ragu akan kewajiban jilbab. Ditambah lagi, adanya sebagian kalangan yang ditokohkan dengan berani menggugat syariat Islam, dengan entengnya dia mengatakan bahwa jibab bagi wanita muslimah tidaklah wajib. Sekedar contoh, Dr. Quraish Shihab menulis buku berjudul Jilbab Pakaian Wanita Muslimah: Pandangan Ulama masa lalu dan Cendekiawan Kontemporer cetakan Lentera Hati, Jakarta, untuk menuangkan ide pemikiran nyelenehnya yang penuh syubhat. Alhamdulillah, buku tersebut sudah dibantah oleh Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA (Doktor…
Baca Selengkapnya...