“Berlomba Memperbanyak Puasa Sunnah 9 Hari Awal Dzulhijjah” Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi Sesungguhnya mendapati sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah nikmat yang besar dari nikmat-nikmat Allah. Maka sudah semestinya bagi seorang muslim untuk menyingsingkan baju dan bersemangat dalam menjalankan ketaatan pada waktu istimewa ini. Abu Utsman an-Nahdi mengatakan: “Adalah para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama; sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Muharram.” (Latha’iful Ma’arif hal.80) Adalah Said bin Jubair apabila telah masuk sepuluh hari…
Baca Selengkapnya...Kategori: Faidah-faidah
Kedahsyatan Dzikir Di Bulan Dzulhijjah
“Kedahsyatan Dzikir Di Bulan Dzulhijjah” Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi Termasuk amalan shalih pada hari-hari ini adalah memperbanyak takbir, tahlil, tasbih, istigfar dan doa. Dzikir sangat dianjurkan pada seluruh waktu dan setiap keadaan, kecuali keadaan yang dilarang. Alloh berfirman: فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ Ingatlah Alloh di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. (QS. An-Nisa’: 103). Imam Ibnu Katsir berkata: “Yaitu pada seluruh keadaan kalian”. Lebih-lebih di hari-hari terindah bulan Dzulhijjah, sungguh sangat ditekankan sekali. Nabi bersabda: ما من أيَّامٍ أعظمُ عندَ اللهِ ولا أحبُّ…
Baca Selengkapnya...Aneh dan Lucu (Bag. 6)
Aneh dan Lucu (Bag. 6) 51. Kenaikan Harga yang Amat Menyedihkan Pada tahun 426 H, di Mesir terjadi krisis ekonomi yang membuat harga barang melambung tinggi hingga orang-orang memakan bangkai, mayat, dan anjing. Ada juga seorang laki-laki yang membunuh bayi laki-laki dan para wanita. Ia membunuh kepala dan belulangnya kemudian menjual dagingnya. Maka ketika lelaki tersebut terbunuh, dagingnya juga dimakan. Pada saat itu tidak ada yang berani menguburkan mayat pada siang hari. Mereka hanya berani menguburkan pada malam hari karena takut kuburnya dibongkar dan mayatnya dimakan. (al-Bidayah wa Nihayah 7/121 oleh…
Baca Selengkapnya...Daging Para Ulama Beracun
Daging Para Ulama Beracun لُحُوْمُ الْعُلَمَاءِ مَسْمُوْمَةْ, وَعَادَةُ اللهِ فِيْ هَتْكِ أَسْتَارِ مُنْتَقِصِيْهِمْ مَعْلُوْمَةْ “Daging para ulama beracun. Alloh U pasti menyingkap tirai para pencela mereka” (Tabyin Kadzibil Muftari (hal. 29) oleh Imam Ibnu Asakir). Apa maksud ucapan “daging ulama itu beracun”?! Bagaimana menurut anda jika ada orang yang makan daging beracun? Bukankah dia akan mati?! Maka demikian juga para penghina kehormatan para ulama. Dan jika demikian keadaan para penghina ulama, lantas bagaimana kiranya dengan penghina para Nabi?! Tentu lebih binasa lagi. Terima Kasih Kami Untukmu Wahai Nabiku أَحْمَدُ…
Baca Selengkapnya...Macam-Macam Manusia
Macam-Macam Manusia الرَِّجَالُ أَرْبَعَةٌ: رَجُلٌ يَدْرِيْ أَنّهُ لاَ يَدْرِيْ فَذَلِكَ جَاهِلٌ فَعَلِّمُوْهُ، وَرَجُلٌ يَدْرِيْ وَلاَ يَدْرِيْ أَنَّهُ يَدْرِيْ فَذَلِكَ غَافِلٌ فَنَبِّهُوْهُ، وَرَجُلٌ يَدْرِيْ وَيَدْرِيْ أَنَّهُ يَدْرِيْ، فَذَاكَ عَالِمٌ فاََتَّبِعُوْهُ، وَرَجُلٌ لاَ يَدْرِيْ وَلاَ يَدْرِيْ أَنَّهُ لاَ يَدْرِيْ فَذَلِكَ مَائِقٌ فَاحْذَرُوْهُ Manusia itu ada empat macam: Seorang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu maka dia adalah jahil, ajarilah. Dan seorang yang tahu tapi dia tidak tahu kalau dirinya tahu maka dia lalai, ingatkanlah. Dan seorang yang tahu bahwa dirinya tahu maka dia seorang berilmu, maka ikutilah. Dan seorang yang tidak…
Baca Selengkapnya...