Saat Sedang Rekreasi
Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi
Saat engkau sedang piknik di gunung, lautan dan taman yang indah, jangan hanya sekedar untuk kesenangan sementara saat liburan, tapi niatkanlah untuk menguatkan iman. Dahulu Syuraih Al Qadhi mengatakan:
“Ayo keluar bersama kami untuk melihat bagaimana unta diciptakan dan merenungi bagaimana langit ditinggikan”. (Tafsir Ibnu Katsir surat Al Ghasyiyah ayat: 17-18)
Diriwayatkan bahwasanya Umar bin Khathtab menulis surat kepada para panglima perangnya: Perintahkan manusia untuk keluar ke padang pasir di musim semi agar mereka melihat tanda-tanda rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah kematiannya”. (Muhadharat Raghib 2/253, Surur Nafsi hlm. 219)
Allah telah menganjurkan kepada umat manusia untuk merenungi dan memikirkan keajaiban makhluk-makhluk ciptaan-Nya.
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَـٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍۢ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍۢ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَـٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَعْقِلُونَ ﴿١٦٤﴾
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. al-Baqarah [2]: 164)
Perhatikanlah secara saksama keajaiban-keajaiban makhluk Allah di sekitar Anda; langit, bumi, matahari, bulan, rembulan, bintang, malam, siang, gunung, pohon, lautan, sungai, hewan, bahkan keajaiban ciptaan Allah yang ada pada diri kita sendiri terdapat pelajaran berharga yang bila kita merenunginya maka akan menambah iman kita kepada Allah.
Syeikh Abdullah Al Fauzan berkata: “Hendaknya bagi manusia apabila keluar untuk melihat hujan, aliran danau dan keindahan alam lainnya, jangan sampai orientasi utamanya hanya selfie dan foto-foto tanpa tafakkur dan tadabbur pada ciptaan Allah serta mensyukuri nikmat Allah”. (Fashlu Syita’ hlm. 129)
Semoga liburanmu berpahala.
